Ketika berbicara soal “perlombaan antariksa” pada abad ke-20, kebanyakan orang langsung teringat pada persaingan sengit antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dua kekuatan besar itu berlomba-lomba menjadi yang pertama dalam segala hal: satelit pertama, manusia pertama di luar angkasa, bahkan langkah pertama di Bulan. Namun ada satu cerita unik yang jarang dibicarakan, tentang dua kura-kura kecil yang sebenarnya lebih dulu “mengalahkan” manusia untuk mengorbit Bulan.
Ya, benar. Pada tahun 1968, jauh sebelum Neil Armstrong menjejakkan kakinya di permukaan bulan, Uni Soviet mengirim dua ekor kura-kura stepa (steppe tortoise) dalam misi Zond 5. Tanpa banyak orang ketahui, makhluk lamban di darat ini justru menjadi pionir dalam perjalanan mengitari Bulan.
Baca juga artikel tentang: Tragedi Kosmik yang Mengejutkan: Teleskop Webb Ungkap Cara Mengerikan Planet Mati
Perang Dingin dan Perlombaan Antariksa
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing di hampir semua bidang: politik, militer, teknologi, hingga simbol prestise nasional. Antariksa menjadi arena baru untuk menunjukkan siapa yang lebih maju.
Uni Soviet sempat unggul di awal. Mereka meluncurkan Sputnik 1 pada 1957—satelit buatan pertama yang mengorbit Bumi. Mereka juga mengirim Yuri Gagarin pada 1961, manusia pertama di luar angkasa. Tapi Amerika segera menyusul dengan program Apollo yang ambisius. Presiden John F. Kennedy bahkan berjanji akan menempatkan manusia di Bulan sebelum dekade 1960-an berakhir.
Dalam konteks itu, setiap eksperimen, setiap peluncuran, punya makna strategis. Termasuk pengiriman hewan ke luar angkasa.
Mengapa Kura-Kura?
Sebelum mengirim manusia, ilmuwan biasanya menguji dampak penerbangan luar angkasa pada hewan. Tikus, anjing, monyet, bahkan lalat buah pernah dikirim ke orbit. Hewan-hewan itu menjadi “astronaut uji coba” yang membantu ilmuwan memahami efek radiasi, gravitasi nol, dan kondisi ekstrem luar angkasa.
Tapi kura-kura?
Pilihan ini ternyata tidak sembarangan. Kura-kura stepa terkenal tangguh. Mereka bisa bertahan hidup dengan makanan sedikit, metabolisme rendah, dan cukup tahan terhadap stres lingkungan. Sifat itu membuat mereka kandidat yang ideal untuk misi berisiko tinggi.
Selain itu, kura-kura punya sistem biologis yang bisa dengan jelas menunjukkan efek perubahan fisiologis setelah penerbangan. Dari sisi penelitian biomedis, mereka adalah subjek yang sangat berguna.
Misi Zond 5
Pada September 1968, Uni Soviet meluncurkan Zond 5, sebuah pesawat ruang angkasa tak berawak yang didesain untuk menguji kemungkinan penerbangan manusia mengelilingi Bulan. Di dalamnya, selain dua kura-kura stepa, juga terdapat lalat buah, cacing tanah, serta biji-bijian untuk eksperimen biologi.
Tujuannya jelas: memastikan apakah makhluk hidup bisa selamat dalam perjalanan panjang melintasi sabuk radiasi, mengorbit Bulan, lalu kembali lagi ke Bumi.
Perjalanan ini luar biasa. Zond 5 menjadi kendaraan pertama yang membawa makhluk hidup mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat. Kura-kura itu tidak hanya “tur bulan”, tapi benar-benar membuka jalan bagi penerbangan manusia.
Hasil Penerbangan
Setelah mendarat kembali di Bumi, para ilmuwan segera memeriksa kondisi kura-kura. Hasilnya mengejutkan: meski mereka kehilangan sedikit berat badan (karena hampir tidak diberi makan selama perjalanan), kesehatan mereka relatif baik. Tidak ada kerusakan fatal akibat radiasi atau efek gravitasi nol.
Temuan ini memberi keyakinan pada para ilmuwan Soviet bahwa misi berawak ke Bulan mungkin dilakukan. Sayangnya, walaupun mereka berhasil menguji coba, Uni Soviet tidak pernah benar-benar mengirim manusia mendarat di Bulan. Amerika dengan Apollo 11 pada 1969 lah yang akhirnya memenangkan “perlombaan besar” itu.
Namun tetap saja, dua kura-kura kecil ini sudah menorehkan sejarah unik: makhluk pertama yang mengelilingi Bulan dan kembali dengan selamat.
Perspektif Sains: Lebih dari Sekadar Hewan Uji
Dari sisi sains, misi Zond 5 penting karena:
- Uji Biologis: Membuktikan bahwa organisme kompleks bisa bertahan dalam perjalanan jauh melewati medan radiasi.
- Teknologi Kapsul: Menunjukkan bahwa kapsul bisa kembali masuk atmosfer Bumi tanpa menghancurkan isinya.
- Peta Jalan Eksplorasi: Menjadi batu loncatan untuk misi manusia, bahkan jika akhirnya Uni Soviet kalah cepat dari Amerika.
Menariknya, hewan-hewan ini juga membuka perdebatan etika. Hingga kini, penggunaan hewan dalam eksperimen luar angkasa masih diperdebatkan. Namun dalam konteks 1960-an, hal itu dianggap wajar demi kemajuan teknologi.
Kura-kura mungkin lamban di darat, tapi sejarah mencatat mereka lebih cepat dari manusia dalam mengelilingi Bulan. Misi ini adalah simbol betapa eksplorasi luar angkasa sering kali dipenuhi cerita aneh dan tidak terduga.
Bagi manusia, misi Apollo menjadi ikon besar abad ke-20. Tapi di baliknya ada sederet makhluk kecil (anjing Laika, monyet Ham, bahkan kura-kura stepa) yang diam-diam menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.
Warisan Zond 5
Hari ini, Zond 5 mungkin jarang disebut dalam buku sejarah populer. Namun bagi ilmuwan, ia adalah tonggak penting. Ia membuktikan konsep “round trip” dari Bumi ke Bulan dan kembali, sesuatu yang sangat krusial untuk keberhasilan Apollo.
Dan bagi kita, cerita tentang kura-kura kosmik ini mengingatkan bahwa sains sering kali bergerak lewat jalur yang tak terduga. Siapa sangka hewan yang identik dengan lambat justru lebih dulu sampai di sekitar Bulan dibanding kita?
Ketika kita melihat Bulan malam ini, mungkin yang terlintas adalah bayangan Armstrong, Aldrin, dan jejak kaki manusia. Tapi mari sisihkan sejenak ruang di imajinasi kita untuk mengingat dua kura-kura kecil dari padang stepa Soviet.
Mereka mungkin tidak membawa bendera, tidak mengucapkan kata-kata heroik, tapi mereka membuktikan satu hal penting: bahwa kehidupan, dalam segala bentuknya, bisa melampaui batas planet asalnya.
Dan siapa tahu, di masa depan, kisah-kisah semacam ini akan menjadi inspirasi ketika kita (manusia bersama seluruh makhluk hidup) melangkah lebih jauh ke tata surya.
Baca juga artikel tentang: Sel Surya Perovskite: Inovasi Daur Ulang yang Menjanjikan untuk Energi Terbarukan
REFERENSI:
Felton, James. 2025. Zond 5: In 1968 Two Soviet Steppe Tortoises Beat Humans To Orbiting Around The Moon. IFLScience: https://www.iflscience.com/zond-5-in-1968-two-soviet-steppe-tortoises-beat-humans-to-orbiting-around-the-moon-80838 diakses pada tanggal 23 September 2025.
Mathison, Neil. 2025. Airstream Country: A Geologic Journey Across the American West. University of New Mexico Press.

