Mengenal Macam-macam Logical Fallacy atau Cacat Logika – Bagian 6 (Terakhir)

Logical Fallacy atau kecacatan dalam berlogika adalah kesalahan menyusun logika pada sebuah ujaran yang terlontar oleh manusia. Sehingga terdapat ketidaksinambungan antara premis dan kesimpulan. Premis sendiri berarti kalimat yang mengandung ide pokok dan dalam argumen. Premis adalah hal yang penting dalam suatu argumen karena ia yang menentukan bagaimana kesimpulan itu terbentuk baik oleh kita sendiri, lawan bicara, dan orang atau audiens yang mendengarkan.

Jika sebelumnya kita sudah membahas bandwagon, no true scotsman, begging the question, dan the texas sharpshooter. Kali ini kita akan membahas logical fallacy yang lain. Apa sajakah itu?

Appeal to Authority

Appeal to Authority adalah bentuk cacat logika yang mana lawan bicara menggunakan pendapat orang lain yang juga meragukan pernyataan kita dan menganggap orang yang ia kutip pendapatnya memiliki kemampuan ilmu yang lebih mumpuni pada bidang yang sedang didiskusikan.

Contoh:

A: Apakah kamu berpikir bahwa bumi itu datar?

B: Iya, benar. Bumi memanglah datar.

A: Bagaimana kamu bisa mengambil kesimpulan seperti itu?

B: Aku menonton salah satu video ilmuwan bumi di Youtube yang menyatakan bahwa bumi itu datar, bukan bulat.

Genetic

Genetic memiliki kemiripan dengan argumentum ad hominem dan no true scotsman, namun memiliki arti yang spesifik yaitu menilai sesuatu itu baik dan buruk itu berasal dari asalnya suatu hal atau dari siapa asalnya.

Contoh: Fahmi menilai sapi-sapi yang berasal dari benua afrika memiliki kualitas yang buruk dibandingkan sapi lainnya. Fahmi beralasan bahwa manusia disana saja memiliki budaya hidup yang jorok dan kumuh sehingga ia berpikir bahwa sapi juga mengalami hal yang serupa padahal tak semua orang Afrika dan Sapi di Afrika memiliki nasib dan lingkungan yang selalu buruk.

Appeal to Nature

Appeal to Nature adalah cacat logika yang beranggapan sesuatu yang selalu terjadi atau hal yang terjadi secara alami itu bersifat benar,ideal, dan wajar. Biasanya hal ini terjadi karena suatu hal yang buruk terjadi berulang-ulang namun tak ada yang menganggap hal itu salah.

Contoh: Perpeloncoan yang dilakukan senior ke maba masih sering kita temukan di kampus-kampus. Walau banyak yang terkena gangguan ansietas, sesak nafas, bahkan mentalnya terganggu karena perpeloncoan, namun hal itu tetap dilakukan karena setiap tahun mahasiswa yang dipelonco ditanam suatu mindset bahwa hal itu wajar karena kita memasuki dunia perkuliahan, bukan dunia sekolah lagi.

Middle Ground

Middle Ground adalah suatu cacat logika yang mana menganggap pilihan/jalan tengah adalah solusi yang baik dari kedua pilihan yang sulit. Orang-orang yang melakukan middle ground biasanya tak ingin menerima efek yang buruk jika memilih salah satu dari hal tersebut dan tidak mungkin untuk memilih kedua hal tersebut secara bersamaan.

Contoh: Anak organisasi penalaran menganggap organisasinya itu sangat penting untuk mahasiswa karena mereka berpikir mereka harus masuk ke organisasi yang sejalan dengan jurusannya sedangkan anak Menwa dan Mapala berargumen bahwa masuk ke organisasinya adalah langka yang tepat karena tak peduli apapun jurusanmu, kita harus mencari tantangan. Mahasiswa baru yang mendengar itu dan bingung hendak masuk kemana akhirnya memilih untuk tidak masuk kemanapun dan memilih untuk bersikap apatis.

Referensi:

https://yourlogicalfallacyis.com/

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Mohammad Indar Malik Ibrahim
Artikel Berhubungan:

1 tanggapan pada “Mengenal Macam-macam Logical Fallacy atau Cacat Logika – Bagian 6 (Terakhir)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *