Mengulik Efisiensi Masker Kain Setelah Dicuci

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai suatu pandemi, maka masker merupakan benda wajib yang selalu dibawa ke manapun jika kita ingin melakukan […]

blank

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai suatu pandemi, maka masker merupakan benda wajib yang selalu dibawa ke manapun jika kita ingin melakukan aktivitas di luar rumah. Masker yang paling umum digunakan yaitu masker kain dan masker bedah. Namun masyarakat lebih menyukai penggunaan masker kain hal itu disebabkan karena harganya yang lebih murah, mudah ditemukan dan dapat digunakan kembali setelah dicuci.

Sekarang yang menjadi pernyataannya ialah, apakah masker kain yang telah dicuci masih mempunyai efektivitas untuk menyaring/menahan partikulat atau virus yang masuk bahas!

Efektivitas masker diukur melalui efisiensi penyaringannya, masker dinyatakan masih efektif jika efisiensi penyaringannya lebih dari sama dengan 95%.

Pada proses pencucian masker kain terdapat faktor internal maupun eksternal yang dapat mengubah ukuran pori dan porositas sehingga menyebabkan menurunkan efisiensi penyaringan. Faktor internal & eksternal yang mempengaruhi diantara lain pada saat penyikatan, efek deterjen dan proses penjemuran.

Peneliti dari Nepal mencoba untuk membandingkan morfologi permukaan dan efek pencucian terhadap masker kain yang berada di pasar lokal dengan menggunakan mikroskop bright field dengan pembesaran 100x.

blank
Morfologi masker kain sebelum dicuci (sumber: ncbi.nlm.nih.gov)

Masker kain di atas sebelum dicuci mempunyai ukuran pori sebesar 461 ± 108 μm. Ukuran pori tersebut sangatlah besar untuk dapat menyaring partikulat/virus yang berterbangan di udara.

Melaui miksroskop dapat dilihat perbedaan yang sangat signifikan ukuran pori masker kain setelah melalui proses pencucian sebanyak empat kali. Ukuran pori makser kain rata-rata meningkat sebesar 500 μm.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa proses pencucian dapat memperburuk efisiensi penyaringan karena menyebabkan perubahannya ukuran pori pada masker kain.

Solusi yang dapat diberikan yaitu alangkah baiknya menggunakan masker bedah yang sudah terbukti efisiensinya untuk dapat menyaring/menahan partikulat maupun virus. Jika masih menggunakan masker kain, alangkah baiknya proses pencucian dilakukan maksimal 2 kali dan masker kain tersebut dapat dibuang dan digantikan dengan yang baru.

Sumber:

  • Neuphane, B. B., Mainali, S., Sharma, A and Basant, G. 2019. Optical microscopic study of surface morphology and filtering efficiency of face masks. PeerJ
  • Davies, A., et al. 2013. Testing the Efficacy of Homamade Mask: Would They Protect In Influenza Pandemic?. Disaster Med Public Health Preparedness, 413-418)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *