Apa yang membuat hidup manusia benar-benar sejahtera? Apakah uang? Kesehatan? Pendidikan? Atau hubungan sosial yang hangat? Pertanyaan-pertanyaan ini sudah lama menjadi bahan renungan para ilmuwan, pemerintah, hingga masyarakat luas. Namun untuk menjawabnya secara akurat, dibutuhkan data yang kuat, luas, dan mewakili kondisi nyata masyarakat global.
Disinilah Global Flourishing Study (GFS) hadir sebagai langkah besar dalam memetakan kesejahteraan manusia secara ilmiah. Gelombang pertama (Wave 1) dari studi ini telah dirilis, membawa misi untuk memahami “kualitas hidup” tidak hanya melalui angka ekonomi, tetapi juga melalui kondisi psikologis, sosial, spiritual, hingga moral setiap individu di berbagai belahan dunia.
Baca juga artikel tentang: Snowball Earth: Tragedi Iklim Terbesar yang Membentuk Kehidupan
Studi Kesejahteraan Terbesar di Dunia
GFS merupakan kolaborasi internasional berskala besar yang melibatkan:
●200.000 partisipan
●dari 22 negara + 1 teritori
●mewakili keragaman budaya dunia
●berlangsung dari April 2022 hingga Desember 2023
Negara-negara yang terlibat mencerminkan keragaman ekonomi, agama, sistem politik, dan lingkungan sosial. Dengan demikian, hasil studi tidak hanya menggambarkan satu kelompok atau wilayah, tapi benar-benar mencerminkan suara penduduk dunia modern.
Studi ini dirancang sebagai panel longitudinal, artinya peserta yang sama akan diikuti dan disurvei setiap tahun selama beberapa tahun ke depan. Ini memberikan kemampuan untuk mempelajari bagaimana kesejahteraan seseorang berubah seiring waktu serta faktor apa yang paling memengaruhi perubahan tersebut.
Apa Saja yang Diukur?
Kesejahteraan manusia bukan hanya hidup tanpa masalah. GFS menyusun survei penuh yang menilai berbagai aspek kehidupan, antara lain:
| Bidang yang Dinilai | Contoh Indikator |
|---|---|
| Kesehatan | status penyakit, akses kesehatan |
| Psikologi | harapan, kecemasan, kebahagiaan |
| Sosial | rasa memiliki, hubungan sosial |
| Ekonomi | pendapatan, pekerjaan, stabilitas |
| Politik & Keamanan | kepercayaan pada institusi |
| Religius & Spiritualitas | keyakinan & praktik keagamaan |
| Moral & Etika | perilaku prososial, kejujuran |
| Demografi | usia, gender, pendidikan |
Pendekatan luas ini membantu menjawab pertanyaan yang sangat relevan:
Apakah kesejahteraan tergantung pada budaya dan kondisi sosial?
Atau ada faktor universal yang berlaku bagi semua umat manusia?
Sains di Balik Pengambilan Sampel
Studi sebesar ini tidak dapat dilakukan sembarangan. Ilmuwan harus memastikan bahwa data benar-benar representatif sehingga tidak berat sebelah terhadap kelompok tertentu.
Karena itu, tim peneliti menggunakan kombinasi:
●Probability sampling setiap orang punya kesempatan nyata untuk terpilih
●Non-probability sampling menambahkan populasi yang sulit dijangkau
●Sampling weight penyesuaian angka untuk mencerminkan populasi sebenarnya
Misalnya, jika suatu negara banyak penduduknya tinggal di desa, tetapi jumlah responden dari desa terlalu sedikit, maka weight akan disesuaikan agar representasi tetap akurat.
Peneliti juga melakukan:
●Pelatihan khusus bagi pewawancara
●Pemantauan kualitas data
●Pencatatan karakteristik non-responden
●Perhitungan design effect untuk memastikan ketepatan statistik
Dengan kata lain, tidak ada jawaban yang sekadar ditumpuk menjadi angka; semuanya melalui pemrosesan ilmiah yang ketat.
Mengapa Wave 1 Ini Penting?
GFS bukan hanya memotret kondisi kesejahteraan dunia saat ini, tetapi menjadi fondasi untuk:
●Analisis perubahan dari waktu ke waktu (trend global well-being)
●Pemahaman dampak peristiwa dunia, pandemi, perang, krisis ekonomi
●Evaluasi kebijakan sosial dan kesehatan pemerintah
●Penelitian faktor penyebab manusia berkembang atau terpuruk
Dengan data longitudinal, ilmuwan bisa menjawab pertanyaan seperti:
- Apakah meningkatnya penggunaan teknologi membuat manusia lebih bahagia atau kesepian?
- Apakah religiusitas berhubungan dengan kesehatan mental?
- Seberapa kuat pendidikan dapat meningkatkan harapan hidup?
- Apakah masyarakat yang lebih inklusif akan lebih sejahtera?
Bukan Sekadar Data, Tapi Arah Baru Dunia
Banyak studi global sebelumnya menilai kualitas hidup berdasarkan angka ekonomi seperti GDP atau pendapatan. Namun, GFS mengusulkan paradigma baru:
“Kemajuan manusia tidak hanya diukur dari uang, tetapi dari kemampuan hidup yang bermakna dan berkembang.”
Studi ini mendorong kita mempertimbangkan:
- Apakah orang merasa hidup mereka memiliki tujuan?
- Apakah mereka merasa dicintai dan diterima?
- Apakah mereka punya masa depan yang mereka harapkan?
Inilah aspek-aspek yang sering terabaikan dalam statistik nasional.
Siapa yang Akan Memanfaatkan Data Ini?
Hasil penelitian dapat digunakan oleh:
Ahli kesehatan masyarakat → meningkatkan layanan kesehatan mental
Pemerintah → merancang kebijakan kesejahteraan lebih manusiawi
Pendidik → memperbaiki kualitas pendidikan karakter
Peneliti → memahami akar ketidaksetaraan global
Organisasi sosial → mengarahkan bantuan yang lebih tepat sasaran
Dan karena dataset ini dapat diakses publik, siapapun, bahkan mahasiswa dapat menggunakannya untuk riset.
Gelombang pertama Global Flourishing Study adalah langkah penting dalam sains kemanusiaan modern. Dengan menggabungkan metodologi statistik yang kuat dan cakupan global yang luas, GFS membantu menjawab pertanyaan terbesar dalam hidup:
Apa yang benar-benar membuat manusia hidup dengan baik?
Data Wave 1 hanyalah awal. Gelombang-gelombang berikutnya akan memberi kita pandangan lebih dalam tentang bagaimana kehidupan manusia berkembang, apakah menuju arah yang lebih baik atau sebaliknya.
Dengan informasi ini, dunia memiliki kesempatan nyata untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera, lebih adil, dan lebih manusiawi bagi semua.
Baca juga artikel tentang: Dari Kabut Metana ke Planet yang Terbakar: Sejarah Api di Bumi
REFERENSI:
Padgett, R Noah dkk. 2025. Survey sampling design in wave 1 of the Global Flourishing Study. European Journal of Epidemiology 40 (4), 391-406.

