NASA Sukses Mengamankan Sampel Batuan Mars, tapi Untuk Apa?

Tabung terisi sampel hasil pengeboran batuan Mars oleh Rover Perseverance

Sejak kedatangannya di permukaan Mars di bulan Februari lalu, Perseverance sudah memberi kita beberapa kejutan. Mulai dari foto resolusi permukaan Mars yang menakjubkan, helikopter Mars yang sukses terbang untuk ketiga belas kalinya, dan terakhir ada percobaan pengambilan sampel batuan Mars.

Pada Rabu kemarin (1/9) rover Perseverance sukses mengebor salah satu batu di Mars untuk mengambil sesuatu di dalam batu tersebut (biasa disebut sebagai core batuan). Perseverance bahkan mengirim foto tabung yang berisi sebingkah batu untuk memastikan bahwa proses pengeboran berjalan sukses.

Pengeboran dilakukan menggunakan bor yang terpasang di robotic arm Perseverance. Setelah pengeboran dilakukan, peneliti harus memastikan ada core batuan yang terambil. Dalam artian sampel berhasil masuk ke tabung kontainer, dan kemudian disegel (sealed) lalu disimpan. Tabung kontainer sangat kecil, hanya berukuran sedikit lebih besar dari pensil.

blank
Ilustrasi Rover Perseverance dengan robotic arm-nya dimana bor pengambilan sampel terpasang (kredit: NASA/JPL)

Ini merupakan percobaan kedua yang dilakukan oleh Perseverance, setelah gagal awal pada Agustus lalu. Ketika itu, upaya pengeboran sudah dilakukan. Namun ketika bor diangkat, peneliti tidak melihat adanya sampel di kontainer sampel. Peneliti berspekulasi bahwa sampel batuan terlalu rapuh, dan kemudian terurai menjadi krikil ketika bor diangkat.

Kamis ini (9/9) NASA mengumumkan bahwa Perseverance sukses mengamankan sampel kedua, masih dari batuan yang sama. Sampel yang sudah dikumpulkan akan disegel di “perut” rover. Sampel akan disimpan dan kemudian akan di-drop di beberapa titik sepanjang rute Perseverance untuk kemudian dikumpulkan oleh rover di misi terpisah. Total ada sekitar 39 core batuan yang harus dikumpulkan Perseverance.

Animasi lengkap bagaimana Perseverance mengebor, mengambil sampel, kemudian mengamankan sampelya dapat dilihat di website NASA di tautan berikut.

blank
Sebuah batu Mars yang diberi nama ‘Rochette’ dengan dua lubang hasil pengeboran sampel (kredit: NASA/JPL)

Apa yang akan NASA lakukan terhadap sampel batuan ini?

Alat-alat laboratorium pada dasarnya terlalu banyak dan berat jika harus dibawa dengan rover. Alhasil rover hanya membawa beberapa instrumen mini untuk mendapatkan data yang pas-pasan. Tapi untuk mendapatkan data yang lebih maksimal dari penelitian sampel, opsi yang paling mungkin adalah membawanya ke bumi dan menggunakan laboratorium di penjuru dunia untuk meneliti, seperti yang kita lakukan terhadap batuan bulan hasil program Apollo.

Sampel yang dikumpulkan Perseverance akan dikirim ke bumi melalui misi terpisah yang direncakan meluncur tahun 2030. Misi tersebut bernama Mars Sample Return, adalah kerjasama antara NASA dengan ESA (lembaga antariksa Eropa). Misi penjemputan sampel akan terdiri atas lander, rover, dan orbiter.

blank
Salah satu skema dari konsep Mars Sample Return (kredit: ESA)

Pertama, Lander ini akan turun ke permukaan Mars bersama dengan rover. Rover akan menjemput satu-satu tabung sampel yang terletak di spot-spot yang ditinggalkan oleh Perseverance. Rover kemudian akan membawanya ke lander. Lander ini unik, karena dilengkapi semacam roket mini. Ketika tabung dimasukan ke kontainer yang melekat di mini roket tersebut, sampel akan dibawa ke orbit Mars.

Di luar angkasa kemudian sampel akan ditangkap oleh orbiter (sejenis satelit). Baru kemudian sang orbiter akan memulai perjalanan ke bumi sampai akhirnya akan mendarat di gurun Utah, Amerika pada tahun 2031. Sekedar informasi, program ini masih bersifat rencana dan statusnya masih ‘diusulkan’, seiring waktu akan banyak pembaruan termasuk jadwal dan kejelasan rencana dari misi ini.

Jika teman-teman tertarik melihat skenario lengkap bagaimana Mars Sample Return ini, animasinya bisa dilihat di website ESA di tautan berikut.

Kenapa batuan Mars sangat seksi bagi peneliti?

Jika sampel batu ini sukses mendarat ke bumi, ini tidak akan menjadi batu Mars pertama yang diteliti peneliti secara langsung. Ada sedikit batuan Mars yang sudah pernah mencapai bumi sebelumnya. Ada beberapa meteor yang pernah mendarat di bumi (meteorit) ternyata berasal dari Mars. Kenapa bisa begitu? Jadi beberapa hantaman meteor di Mars cukup kuat sehingga melontarkan beberapa batuan di sekitarnya ke luar angkasa. Dan dari yang mengorbit Mars dan terlantar di luar angkasa, ada yang mendekat dan terperangkap gravitasi bumi. Hingga akhirnya masuk atmosfer bumi dan menjadi meteorit.

blank
Meteorit NWA 2626, salah satu meteor yang berasal dari Mars (kredit: Michael Farmer via nasa.gov)

Mars adalah tetangga bumi yang sangat misterius. Peneliti bertanya sejak dulu apakah atmosfer Mars purba mendukung kehidupan? Bagaimana geologi Mars membentuk permukaannya yang sekarang? Atau kemana semua air Mars pergi?

Mars sangat menarik untuk diteliti geologi dan biosignature-nya. Melalui sampel batuan, peneliti dapat menemukan petunjuk tentang evolusi iklim dan permukaan Mars. Termasuk menjawab kemana air Mars pergi. Keberadaan makhluk hidup juga termasuk misteri terbesar Mars. Apakah dulu pernah ada? Seberapa mungkin Mars untuk ditempati astronot atau bahkan koloni manusia di masa depan? Semua data yang didapat dari Mars akan sangat berguna untuk mencegah bumi bernasib sama seperti Mars.

Referensi:

  1. https://www.nytimes.com/2020/07/28/science/mars-sample-return-mission.html diakses 9 September 2021
  2. https://www.nytimes.com/2021/09/07/science/nasa-mars-rock-sample.html diakses 9 September 2021
  3. https://www.nytimes.com/2021/09/07/science/nasa-mars-rock-sample.html diakses 9 September 2021
  4. https://www2.jpl.nasa.gov/snc/ diakses 9 September 2021

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *