https://warstek.com/gler-yzle-karlamak-haberleri/

Peran Zink Terhadap Pertumbuhan Anak

Zink adalah salah satu mikromineral esensial yang terpenting setelah besi. Tubuh memerlukan mikromineral ≤ 100 mg setiap harinya. Tubuh manusia diperkirakan mengandung 2-2,5 gram zink yang tersebar di hati, pankreas, ginjal, otot dan tulang. Jaringan yang kaya akan zink adalah bagian-bagian mata, kelenjar prostat, sprematozoa, kulit, rambut dan kuku. Zink memiliki peran penting dalam proses sintesis dan degradasi dari karbohidrat, lipid, protein serta asam nukleat. Selain itu zink juga berperan dalam aktivasi dan sintesis Growth Hormon (GH), menjaga kekebalan tubuh, sebagai antioksidan, fungsi pengecapan dan fungsi reproduksi, serta stabilisasi membran sel.

Penyerapan zink terjadi di usus halus, setelah diserap zink diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Kelebihan zink akan disimpan di hati dalam bentuk metalotionien, sedangkan sisanya akan dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain seperti kulit, rambut, kuku, tulang, retina, dan organ reproduksi lain.

Gambar Makanan yang Mengandung Zink

Baca juga: Plastik Bagi Kehidupan: Masalah dan Solusi Bagi Lingkungan

Sumber zink dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan zink yang tinggi, sedang dan rendah. Adapun  makanan yang mengandung zink tinggi sekitar 25-50 mg/kg adalah daging merah tanpa lemak, sereal gandum, kacang-kacangan dan polongpolongan. Makanan dengan kandungan zink sedang sekitar 10-25 mg/kg seperti ayam, daging dengan kandungan lemak tinggi, untuk makanan dengan kandungan zink yang rendah <10 mg/kg seperti ikan, umbi-umbian, sayursayuran dan buah-buah.

Peningkatan kebutuhan zink harian terjadi terutama pada populasi balita, anakanak, remaja, dan wanita hamil. Anak-anak membutuhkan zink lebih banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan secara normal, melawan infeksi, dan penyembuhan luka. Anak-anak dengan defisiensi zink dapat mengalami pertumbuhan yang tidak optimal, mudah menderita diare, serta penurunan fungsi imunitas.

Adapun beberapa tanda dari kekurangan zink seperti gangguan pertumbuhan, kematangan seksual terganggu, fungsi pencernaan terganggu, gangguan fungsi kekebalan tubuh, gangguan nafsu makan dan penyembuhan luka yang melambat bahkan dapat mengganggu sistem saraf pusat dan fungsi otak dalam keadaan kekurangan zink kronis.

Baca juga: Lavender: Si Ungu Penyembuh Insomnia

Zink terutama dibutuhkan untuk proses percepatan pertumbuhan. Hal ini bukan saja disebabkan karena efek replikasi sel dan metabolisme asam nukleat, tetapi juga sebagai mediator dari aktivitas hormon pertumbuhan. Gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak dengan defisiensi zink disebabkan oleh terhambatnya  efek metabolit GH sehingga sintesis dan sekresi IGF-1  berkurang. IGF-1 memiliki fungsi untuk meningkatkan pertumbuhan sel.

Berkurangnya sekresi IGF-1 dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan anak menjadi pendek atau stunting. Penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dkk tahun 2016 menyimpulkan bahwa balita dengan tingkat kecukupan zink yang tidak adekuat berisiko 7,8 kali lebih besar menjadi stunting dibandingkan dengan balita dengan asupan zink yang adekuat. Penelitian lain yang dilakukan pada anak-anak sekolah dasar di Thailand menyimpulkan bahwa faktor yang disebabkan oleh defisiensi zink dapat menjadi aktor yang membatasi pertumbuhan linier terutama di kalangan anak laki-laki. Pada tahun 2017 penelitian di Mesir juga menunjukkan bahwa kadar zink serum pada anak stunting mengalami penurunan yang signifikan di bandingkan dengan anak normal.

Baca juga: Rem Maxima (Trickstuff MAXIMA Hydraulic Bicycle Disc Brake)

Defisiensi zink dapat megganggu fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terkena infeksi. Penyakit infeksi berkaitan dengan pertumbuhan anak. Penyakit infeksi yang diderita anak menyebabkan absorpsi dan nafsu makan menurun sehingga asupan makanan berkurang serta kurangnya kemampuan anak menerima makanan sementara kebutuhan tubuh semakin meningkat. Hal ini yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dengan ciri-ciri terhambat atau terhentinya pertumbuhan linier.

Defisiensi zink dapat megganggu fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terkena infeksi. Penyakit infeksi berkaitan dengan pertumbuhan anak. Penyakit infeksi yang diderita anak menyebabkan absorpsi dan nafsu makan menurun sehingga asupan makanan berkurang serta kurangnya kemampuan anak menerima makanan sementara kebutuhan tubuh semakin meningkat. Hal ini yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dengan ciri-ciri terhambat atau terhentinya pertumbuhan linier.

Sumber:

Artikel ini direview dari jurnal berjudul “Peran Zink terhadap Pertumbuhan Anak” yang ditulis oleh Maya Nurul Hidayati, Roro Rukmi Windi Perdani, dan Nisa Karima dalam Jurnal Majority Vol. 8 No. 1 Tahun 2019.

Embriologi Dalam Kacamata Islam

Embriologi Dalam Kacamata Islam
Embriologi Dalam Kacamata Islam

Embriologi merupakan bagian dari kajian biologi perkembangan (developmental of biology). Biologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan progresif struktur dan fungsi tubuh dalam hidup makhluk hidup. Sedangkan embriologi adalah studi mengenai embrio dengan penekanan kepada polapola perkembangan embrio. Untuk membedakan pemahaman anda tentang embriologi dengan biologi perkembangan, di bagian berikut ini akan dituliskan beberapa pemikiran dan pendapat ahli embriologi (Haviz, 2014).

Sadler (2012) mengilustrasikan embriologi dengan sebuah contoh adanya perubahan sebuah sel menjadi seorang bayi saat masih dalam kandungan ibu, yaitu suatu proses yang menggambarkan bahwa telah terjadinya suatu fenomena besar dan sangat kompleks. Ilmu yang mengkaji tentang fenomena ini disebut dengan embriologi. Pada proses ini, termasuk juga kajian tentang aspek-aspek molekuler, seluler, dan struktural yang saling berkontribusi untuk membentuk suatu organisme.

Baca Juga : Plastik Membawa Masalah Serius

Al-Qur’an memberikan perhatian yang besar tentang manusia, ini terbukti dengan begitu banyaknya ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang membicarakan hal ikhwal manusia dalam berbagai aspeknya, termasuk proses diciptakannya manusia. Berbeda dengan tahapan atau proses penciptaan Adam dan Hawa, ataupun Isa putra Maryam. Tahapan penciptaan manusia umumnya (bani Adam), tidaklah diciptakan secara langsung oleh Allah, dalam arti sebagaimana Allah ketika menciptakan Adam, Hawa atau Isa as,. Dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa “sari pati tanah” yang pada mulanya digunakan untuk menciptakan Adam manusia pertama, telah dirubah bentuknya menjadi cairan yang disebut dengan sperma (nutfah/air mani) yang tersimpan di dalam organ reproduksi laki-laki, dan ovum atau sel telur yang berada di dalam alat reproduksi wanita.

Tahapan Perkembangan Manusia

Dudek (2011) menguraikan perkembangan manusia diawali dari tahap prefertilisasi, periode mingguan, periode embrionik dan organogenesis. Uraian lengkapnya sebagai berikut:

  1. Prafertilisasi, meliputi perkembangan organ reproduksi seksual, perkembangan organ reproduksi seksual, perkembangan kromosom, meiosis, organogenesis, spermatogenesis.
  2. Perkembangan minggu 1 (hari ke 1-7), meliputi fertilisasi, pembelahan, blastocyst dan implantasi.
  3. Perkembangan minggu ke-2 (hari ke 8-14), meliputi pembentukan embrioblast lanjutan, trophoblast lanjutan dan mesoderm ekstraembrio.
  4. Periode embrionik, meliputi pembentukan embrioblast lanjutan, vasculogenesis dan plasentasi.
  5. Periode bulan 3 sampai lahir, disebut juga organogenesis sampai parturisi, terjadi perkembangan organ dan sistem tubuh dan proses kelahiran.

Sedangkan secara terperinci, Al-Qur’an juga menjelaskan proses penciptaan manusia yang diawali dengan pertemuan antara sel sperma dan sel telur, yang kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, dan terbentuk tulang dan otot serta akan disempurnakan kepadanya organ-organ (proses organogenesis). Salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang proses penciptaan manusia yaitu pada surat Al-Mukminun ayat 12-14.

Al-Qur'an

Artinya:

  1. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
  2. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
  3. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Pada ayat 12-13 surat Al-Mukminun, dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari nutfah atau saripati tanah. Kata sperma atau nutfah sering diterjemahkan dengan istilah air mani atau setetes mani. Secara literal, kata ini berarti tetesan atau bagian kecil fluida cairan kental, konsentrat. Dalam dunia sains kata ini di artikan sebagai konsentrasi fluida yang mengandung sperma. Nutfah juga disebut sebagai air yang hina (mai’n mahin, surah al-Mursalat, ayat 20) atau disebut juga dengan air yang terpancar (mai’n daafiq, surah at-Tooriq, ayat 6). Istilah yang pertama merujuk kepada tempat keluarnya air itu sebagai tempat yang hina, alat genitalia, yakni suatu organ yang juga berpungsi sebagai alat untuk membuang urine. Sedangkan istilah yang kedua menunjukkan proses masuknya nutfah (sperma) kedalam Rahim (Kementrian Agama RI, 2012).

Baca Juga : Nano-Kalsium, Solusi Keluhan Nyeri Tulang di Masa Tua

Pada ayat 14, dijelaskan pembentukan segumpal darah (‘alaqoh). Pembentukan ‘alaqoh terjadi setelah proses peleburan antara sel spermatozoa dengan sel telur kemudian terbentuklah zigot (merupakan cikal bakal manusia). Konsep embriologi di dalam Al-Qur’an ini telah dipelajari dalam embriologi modem yang mengungkap bukti perjalanan zigot yang dalam perkembangan selanjutnya menjadi ernbrio kemudian menuju ke dinding rahim. Zigot akan membelah membentuk embrio dan mengalami beberapa kali pembelahan. Dalam proses pembelahan ini juga diiringi dengan perjalanannya menuju ke rahim sebagai tempat yang kokoh untuk melekatnya embrio. Di dalam rahim inilah embrio berkembang menjadi janin (Kiptiyah, 2007).

A’laqoh dalam bahasa arab berarti lintah (leech), yakni suatu suspensi (suspended thing) atau segumpal darah (a clot of blood). Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah pir, dan hidup dengan menghisap darah. Ternyata sifat dan bentuk lintah ini dapat diterapkan pada a’laqoh. Hal ini senada dengan pengertian dalam kamus bahasa arab, yakni arti kata “’alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah. Jadi a’laqoh adalah suatu stadium embrionik yang berbentuk seperti buah pir ketika sistem cardiovaskular (sistem pembuluh jantung) sudah mulai tampak dan hidupnya tergantung kepada darah ibunya. A’laqoh terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan. Jika jaringan praembrionik ini digugurkan, maka ia akan tampak seperti segumpal darah (Suryanto, 2015).

Baca Juga : Fiber Bragg Grating – Device Sensor Serba Guna

Pada perubahan dari nutfah menjadi a’laqoh berlangsung sekitar 10 hari, dan diakhiri dengan terbentuknya zigot yang menempel pada dinding rahim dengan plasenta primitif yang dinamakan dengan umbilical cord. Selanjutnya perubahan terjadi dari tahapan a’laqoh ketahapan mudghoh hanya dalam waktu 2 hari, yakni hari ke 24 hingga hari ke 26.

Selanjutnya pada tahap kedua dari pertumbuhan embrio yakni dengan ditandai berubahnya bentukan seperti lintah menjadi mudghoh, yaitu sesuatu yang mirip dengan sepotong daging atau permen karet yang telah dikunyah. Embrio berubah bentuk dari tahapan a’laqoh ke permulaan tahapan mudghoh pada hari ke 24 atu 26. Selanjutnya pada hari ke 28, bagian punggung embrio tumbuh beberapa tonjolan dengan lekukan-lekukan (Suryanto, 2015). Kata mudghah dalam surat Al-Mukminun ayat ke-14 berarti janin. Pada tahapan ini janin telah mengalami pertumbuhan clan perkembangan yang sangat cepat dan berlangsung serangkaian proses pembentukan organ untuk menjadi bentuk yang lebih sempuma (Kiptiyah, 2007).

Pembentukan tulang dan daging (dalarn biologi disebut otot). Pada tahap ini rangka manusia mulai dibentuk. Rangka ini terdiri dari tulang–tulang yang kemudian dibungkus dengan daging (otot). Pada tahap ini manusia telah mempunyai bentuk yang sempurna secara fisik. Selanjutnya janin terus berkembang menyerupai bayi hingga ia siap dilahirkan di dunia (Kiptiyah, 2007).

Sumber:

Dudek RW. 2011. Embryology 5th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Haviz, M. 2014. Konsep Dasar Embriologi: Tinjauan Teoritis. Jurnal Sainstek Vol. VI No. 1 Hal. 96-101. STAIN Batusangkar.

Kiptiyah. 2007. Embriologi Dalam Al-Qur’an: Kajian Pada Proses Penciptaan Manusia. Jurnal Ulul Albab Vo. 8 No. 2. Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Malang.

Lajnah Pentasshilan Mushaf Al-Quran Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penciptaan Manusia Dalam Perspektif Al-quran dan Sains. (Kementerian Agama RI. Jakarta. 2012).

Sadler TW. 2012. Langman’s Medical Embryology, 12th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Suryanto. 2015. Pendidikan Pada Proses Reproduksi Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Sains. Jurnal Pendidikan Islam. SSN Online: 2581-0065 Print: 2089-189X.

Rambut Rontok? Simak Cara Perawatannya

Rambut

Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan dan penunjang penampilan. Rambut sehat memiliki ciri-ciri tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut dan tidak rontok menjadi kebutuhan semua orang. Rambut terdapat hampir di seluruh bagian tubuh dan memiliki berbagai fungsi, antara lain fungsi estetika bagi manusia. Rambut sering disebut sebagai mahkota bagi wanita, sedangkan bagi pria, rambut memengaruhi rasa percaya diri.

Rambut terdiri atas akar dan tangkai rambut. Akar rambut dialiri darah melalui syaraf, oleh karenanya rambut sangat sensitif terhadap lingkungan, cuaca atau zat-zat kimia yang digunakan untuk tata rias rambut.Rambut tumbuh di atas kulit dan akarnya tertanam di dalam kulit, perubahan biologis rambut terdapat dalam akar yang menentukan pertumbuhan dan perontokan rambut. Reaksi biokimia yang mempengaruhi pertumbuhan rambut terletak di bagian bawah akar.

Baca Juga : Sembilan Cara Berikut Efektif Dalam Melatih Otak Untuk Menjadi Lebih Pintar

Rambut rontok (hair loss) adalah masalah yang umum dialami banyak orang, sehingga dapat mengurangi fungsi rambut serta perlindungannya terhadap kepala dari lingkungan. Meskipun tidak mengancam, namun permasalahan rambut rontok dapat mempengaruhi kepercayaan diri bahkan dapat menyebabkan stressors psikologis. Rambut tontok (hair loss) adalah suatu kelaianan dimana jumlah rambut lebih sedikit atau terlepas lebih banyak dari normal, dengan atau tanpa penipisan yang tampak. Jumlah folikel rambut kepala normalnya sekitar 100.000, dan disebut sebagai kelainan jika jumlahnya hanya mencapai 50% yang berarti sekitar 50.000 helai. Normalnya rambut kepala terlepas sebanyak 80-120 helai/hari.

Gambar Rambut Rontok

Penyebab kerontokan rambut beraneka ragam, digolongkan menjadi endogen yaitu akibat penyakit sistemik, hormonal, status gizi, intoksikasi maupun kelainangenetik; dan eksogen yaitu berupa stimulus dari lingkungan dan kosmetik rambut sering tidak disadari terhadap kesehatan rambut. Stimulus lingkungan dan juga kosmetik rambut sering tidak disadari dampaknya terhadap kesehatan rambut. Stimulus dari lingkungan berupa paparan panas, sinar matahari, tekanan, radiasi sinar X dan air pada rambut, sedangkan kosmetik rambut merujuk pada perawatan dan penataan rambut seperti shampo, pengeriting, pelurus, pewarna, pemudar warna, serta model tatanan rambut.

Pengobatan kerontokan dan kerusakan rambut tergantung pada jenis kerontokan dan kerusakan yang terjadi. Beberapa keadaan sama sekali tidak dapat diobati, namun beberapa dapat tumbuh kembali jika penyebab dihilangkan. Kerontokan rambut dapat dicegah pengobatan dari luar maupun dari dalam. Pengobatan dari luar dapat dilakukan dengan cara menggunakan salep atau larutan perawatan rambut. Sedangkan perawatan dari dalam dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan dan injeksi untuk menghentikan kerontokan rambut dan mempercepat pertumbuhan rambut. Berbagai jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi kerontokan rambut yaitu dengan kortikosteroid, imunoterapi, fototerapi dengan menggunakan sinar uultraviolet B, minoksidil, dan siklosprin.

Baca Juga : Mekanisme Kerja Asam Benzoat Sebagai Bahan Pengawet Makanan

Selain pengobatan di atas, terdapat bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi kerontokan pada rambut. Diantaranya akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Kemiri (Aleurites moluccana W)

Tanaman ini merupakan jenis tanaman tahunan yang termasuk dalam family Euphorbiaceae atau jarak-jarakan. Kemiri mengandung sejumlah zat kimia yang berkhasiat untuk menyuburkan rambut secara alami dan digunakan sebagai bahan baku sabun atau bahan bakar untuk penerangan, namun jarang digunakan untuk menggoreng. Kemiri dapat menyuburkan rambut disebabkan oleh kandungan asam lemak pada kemiri yang memicu pertumbuah rambut sehingga rambut dapat tumbuh lebih cepat.

  1. Lidah buaya (Aloe vera)

Lidah buaya dapat mengurangi kerontokan rambut dan menguatkan akar rambut. Karena lidah buaya mengandung zat-zat yang bermanfaat untuk mengurangi kerontokan rambut seperti vitamin A, C, asam amino, Cu, Inositol, enzim, mineral dan lain-lain.

  1. Buah Apel

Apel dapat digunakan untuk menumbuhkan rambut karena didalam daging apel mengandung suatu senyawa yang bernama procyanin B-2.Procyanin B-2 memiliki aktivitas yang sama dengan monoksidil yaitu meningkatkan aktivitas pertumbuhan sel folikel rambut dan merangsang perubahan siklus rambut dari fase telogen menjadi fase anagen dengan cara menurunkan level Protein Kinase C (PKC) dalam sitosol dan menghambat translokasi isoenzim ke dalam fraksi sel-sel epitel rambut. Protein kinase C (PKC) merupakan faktor yang dapat menghambat pertumbuhan rambut pada fase anagen.24 Procyanidin B-2 aman digunakan karena tidak memiliki efek samping seperti inflamasi yang umumnya timbul akibat dari penggunaan monoksidil.

  1. Buah Alpukat

Ekstrak buah alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (asam oleat). Asam oleat berfungsi memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. Asam oleat merupakan antioksidan untuk melindungi rambut dari ancaman produk perawatan rambut yang berbahan kimia, polusi dan perlakuan buruk terhadap rambut serta rambut yang rusak karena kurang nutrisi. Kandungan penting dalam buah alpukat adalah asam oleat. Asam oleat dapat memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. Asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang bersifat antioksidan kuat. Kandungan asam lemak tunggal dan protein yang tinggi pada alpukat berkhasiat untuk pertumbuhan rambut, sehingga rambut tumbuh subur dengan berkilau. Selain itu antioksidan dalam alpukat dapat melindungi rambut dari ancaman produk perawatan rambut berbahan kimia, polusi dan rambut yang rusak karena gizi buruk. Buah alpukat dapat dijadikan bahan aktif tonik rambut dengan cara diekstrak, salah satu cara mengekstrak buah alpukat adalah dengan menggunakan ekstraksi pelarut sehingga menghasilkan ekstrak buah alpukat.

  1. Madu

Madu mengandung pinocembrin. Pinocembrin merupakan antioksidan yang penting bagi kesehatan rambut, karena antioksidan mampu meremajakan dan memperbaiki sel-sel rambut yang rusak, menghasilkan jaringan kulit yang kondusif untuk pertumbuhan rambut, dan memperlancar sirkulasi darah yang diperlukan untuk rambut, sehingga rambut menjadi kuat dan tidak kusam.

  1. Campuran Madu dan Alpukat

Ekstrak buah alpukat dan madu merupakan bahan alami yang sering digunakan untuk campuran kosmetik perawatan kulit dan rambut, serta dapat digunakan langsung pada kulit dan rambut. Ekstrak buah alpukat dan madu telah diketahui oleh banyak orang sebagai bahan alami yang sangat berguna untuk merawat serta menyehatkan kulit kepala dan rambut, karena memiliki banyak kandungan nutrisi.

Baca Juga : Sampah Plastik Sahabat Baru Masyarakat?

Nah, itu dia sobat bahan-bahan alami yang dapat menyuburkan rambut dan membuat rambut tampak lebih sehat. Jadi tunggu apa lagi, mari manfaatkan bahan alami di sekitar kita sobat. Thank you.

Sumber:

Jurnal “Perawatan Herbal pada Rambut Rontok” yang ditulis oleh Dani Kartika Sari dan Adityo Wibowo dalam Jurnal Majority Vol. 5 No. 5 Tahun 2016.

Bukan karena DSA, Ternyata ini Pelanggaran Berat Dokter Terawan hingga Dipecat dari IDI

Bukan karena DSA, Ternyata ini Pelanggaran Berat Dokter Terawan hingga Dipecat dari IDI

Nasib malang kini menimpa dokter Dokter Terawan. Sungguh diluar dugaan, jika Dokter Terawan yang ahli dalam pengobatan penyakit stroke ini harus lengser dari jabatannya lantaran kasus pencucian otak pasien.

Tak disangka, metode pengobatan yang dilakukan oleh Dokter Terawan ternyata menjadi bumerang bagi dokter tersebut. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) secara resmi  menjatuhkan sanksi tegas atas pelanggaran etik berat yang telah dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSUPAD), Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto alias Dokter Terawan.

Perihal ini, Ketua MKEK, dr Prijo Sidipratomo, Sp. Rad menegaskan bahwa MKEK tidak mempersalahkan mengenai teknik terapi pengobatan Digital Substraction Angogram (DSA) yang dilakukan oleh Dokter Terawan untuk mengobati stroke, melainkan permasalahan tentang kode etik yang dilanggar.

Sebelumnya dari surat yang beredar tertanggal 23 Maret 2018, MKEK menetapkan dokter Terawan melakukan pelanggaran etik serius dari kode etik kedokteran. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua MKEK Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prijo Sidipratomo.

Surat keputusan MKEK PB IDI terkait dokter Terawan.

“Kami tidak mempersoalkan DSA, tapi sumpah dokter dan kode etik yang dilanggar,” ujar dr Prijo Sidipratomo, Sp. Rad saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (04/04/2018).

Ketua MKEK menyebut ada pasal Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) yang dilanggar. Dari 21 pasal yang yang tercantum dalam Kodeki, Terawan dianggap mengabaikan dua pasal yakni pasal empat dan enam.

Pada pasal empat tertulis bahwa “Seorang dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri”. Terawan tidak menaati itu, dan kata Prijo, Terawan mengiklankan diri. Padahal, ini adalah aktivitas yang bertolak belakang dengan pasal empat serta mencederai sumpah dokter.

Sementara itu, kesalahan lain dari Terawan adalah berperilaku yang bertentangan dengan pasal enam. Bunyinya: “Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat”.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi memberikan sanksi kepada dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama kurun waktu 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019.

Menanggapi hal itu, Dokter Terawan pun akhirnya angkat bicara. Ia mengungkapkan kekecewaan hatinya dan sangat menyayangkan tindakan dari IDI yang memecat dirinya dengan semena-mena. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Dokter Terawan kepada media.

“Aku hanya anggota (Ikatan Dokter Indonesia), aku kan kelas rendah di IDI, jadi aku kalau diinjek-injek, ya wes (ya sudah). Tenyata tentara lebih civilian. Begitu tega dan kejamnya,” kata Terawan usai memberikan keterangan kepada media di Rumah Sakit Pusat Gatot Subroto sebagaimana dilansir dari nasional.tempo.co (05/04/2018).

Padahal terapi cuci otak Dokter Terawan dalam mengobati penyakit stroke adalah menggunakan obat heparin yang sangat berkhasiat menghancurkan plak dalam pembuluh darah. Plak merupakan penyebab penyumbatan pembuluh darah pada penderita stroke. Caranya, obat heparin dimasukkan lewat kateter yang dipasang di pangkal paha menuju sumber kerusakan pembuluh darah penyebab stroke di otak.

Beberapa pasiennya pun angkat bicara. Termasuk pejabat dan tokoh penting ikut buka suara atas pemecatan Dokter Terawan dari IDI. Diantaranya adalah sebagai berikut.

“Ramai diberitakan kabar Kepala RSPAD Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto, diberhentikan oleh IDI dengan alasan etik. Metode cuci otak nya dipermasalahkan, padahal dengan itu dia telah menolong baik mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke”, ujar Aburizal Bakrie sebagaimana dilansir medan.tribunnews.com (04/04/2018).

“Saya bukan dokter. Mungkin saja pemecatan dokter Terawan oleh IDI benar. Tetapi saya dan isteri pernah berobat kepada dr. Terawan dan hasilnya terasa baik. Mudah-mudahan semua berakhir baik,” cuit Mahfud MD dalam twitter.com (03/04/2018).

“dr Terawan tanya ke saya, saya bilang ‘lakukan sesuai prosedur’. Dan perdana menteri sahabat saya itu sembuh. Kalau MKEK mempersoalkan dr Terawan karena metodologi-nya belum masuk dalam treatment secara umum, menurut saya, itu tidak lantas bisa dianggap melanggar kode etik. IDI di sisi lain, juga tidak boleh asal mengambil keputusan, dr Terawan adalah salah satu champion.” ujar SBY melalui video (5/4/2018).

Bagaimana pendapat sahabat Warstek tentang keputusan dari MKEK? Apakah memang pantas Dokter Terawan dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), padahal beliau telah menangani lebih dari 40.000 pasien?

Referensi:

  • Shela Kusumaningtyas. https://sains.kompas.com/read/2018/04/04/193700723/2-pasal-yang-sebabkan-dokter-terawan-dipecat-sementara-dari-idi (diakses pada 07 April 2018)
  • Randy P.F Hutagaol. http://medan.tribunnews.com/2018/04/04/mahfud-md-dan-aburizal-bakrie-beber-pengakuan-setelah-dokter-terawan-dipecat-idi (diakses pada 07 April 2018)
  • Hendra Gunawan. http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/04/sudah-tangani-40000-pasien-dokter-terawan-dipecat-karena-metode-cuci-otak?page=all  (diakses pada 10 April 2018)

Melawan Kanker dengan Imunoterapi

Melawan Kanker dengan Imunoterapi

Apa jenis pengobatan yang pertama kali terlintas dipikiran anda ketika anda mendengar tentang kanker? Kemungkinan kebanyakan dari anda akan menjawab kemoterapi. Ya, kemoterapi adalah pengobatan yang sering dilakukan untuk penderita kanker, tujuannya untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, dengan cara memberikan obat-obatan khusus yang mampu menyerang sel tersebut secara langsung. Namun, melalui pengobatan ini sel normal yang memiliki pertumbuhan tinggi juga akan terkena dampaknya, contoh yang terjadi pada sel rambut, kemoterapi akan mengakibatkan rambut rontok. Penelitian pun dilakukan tanpa henti untuk mencari perawatan yang lebih baik lagi dalam mengobati kanker. Kini, perhatian utama dalam mengobati kanker adalah dengan imunoterapi. Imunoterapi merupakan metode pengobatan terhadap kanker dengan menggunakan kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker .

Awal dari Sel Kanker

Sel normal pada umumnya akan mengalami pertumbuhan, kemudian membelah untuk membentuk sel-sel baru, sedangkan sel-sel yang rusak dan tua tidak lagi diperlukan oleh tubuh, sehingga akan mati dan fungsi sel ini akan digantikan oleh sel yang baru. Namun, akibat adanya kelainan genetik, sel yang seharusnya mati, tetap hidup dan terus membelah sehingga terjadi abnormalitas (ketidaknormalan) pada pertumbuhan sel, pada akhirnya terbentuklah tumor. Tumor selanjutnya dapat menginvasi (menyerang) dan menyebar ke jaringan lain (metastasis), inilah yang disebut sebagai kanker, dikenal juga sebagai tumor ganas atau tumor maligna.

Saat terjadi perubahan genetik yang menyebabkan abnormalitas, secara bersamaan terbentuklah antigen asing (neo-antigen), antigen ini seharusnya membuat sel neoplastik (sel yang membelah secara abnormal) terdeteksi oleh sistem imun dan menargetkan mereka untuk dihancurkan. Namun, sel kanker mampu mengembangkan mekanisme resistensi (kekebalan) sehingga sel akan terus tumbuh dan membelah tanpa henti.

Tujuan Imunoterapi

Tujuan dari terapi ini yaitu meningkatkan atau mengembalikan kemampuan sistem imun (sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit) dalam mendeteksi sel kanker sehingga dapat mengatasi kemampuan yang dimiliki sel tersebut untuk menekan dan menghindari respon imun. Respon imun ini bersifat spesifik dan memiliki ingatan jangka panjang, sehingga mampu menghasilkan respon yang tahan lama.

Sel T menyerang Sel Kanker

Perlawanan dengan Imunoterapi

Terdapat beberapa jenis imunoterapi yang dilakukan untuk meningkatkan sistem imun melawan sel kanker yaitu:

Terapi Sitokin. Sitokin merupakan molekul protein yang dikeluarkan oleh sel atas respon terhadap antigen dan berfungsi sebagai pembawa pesan. Pada imunoterapi, sitokin digunakan untuk  meningkatkan respon imun antitumor. Contohnya, interleukin (IL-2) dan interferon (IFN-α) yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivasi sel T dan sel NK (natural killer), yaitu jenis sel yang mampu mengeliminasi sel kanker secara alami.

Vaksin Kanker. Jenis terapi ini bertujuan untuk meningkatkan penyajian antigen terkait tumor (Tumor-Associated Antigen atau TAA) ke sistem imun dan meningkatkan aktivitas sel T spesifik tumor dan sel B, yaitu sel yang mampu mengeliminasi tumor (sel kanker) dan memproduksi antibodi. Vaksin berfungsi baik sebagai pencegahan maupun pengobatan kanker secara langsung, dan dapat dikategorikan menjadi vaksin berbasis sel (vaksin sel tumor dan dendritik), vaksin protein/peptida, dan vaksin genetik.

Terapi Sel T Adopsi (Adoptive T-Cell Therapy). Jenis terapi ini memanfaatkan kemampuan antitumor sel T untuk menghancurkan sel tumor primer dan kanker. Metode pertama, limfosit diisolasi dari darah penderita atau jaringan tumor (jaringan kanker), diperbanyak diluar tubuh, kemudian dimasukkan kembali ke tubuh penderita. Metode tersebut akan menghasilkan banyak sel T dengan afinitas tinggi. Metode kedua, limfosit pasien diisolasi kemudian direkayasa dengan menambahkan reseptor yang memiliki target spesifik di sel kanker pasien untuk berikatan, contohnya CAR (Chimerin Antigen Receptor) dan TCR (T-Cell Receptor), sehingga dapat menstimulasi respon imun terhadap sel kanker.

Terapi OV (Oncolytic Virus). Pada terapi ini menggunakan virus asli atau yang direkayasa secara selektif dapat bereplikasi dan membunuh sel kanker. Terapi OV membuat virus dapat  menginfeksi sel kanker, mereplikasi diri, dan melisiskan sel kanker, selanjutnya antigen terkait tumor dilepas di sekitar tumor (sel kanker) dan akan menginisiasi respon antitumor tubuh yang berujung pada kematian sel tersebut.

Immune Checkpoint Blockade. Sebelumnya telah diketahui bahwa sel kanker memiliki kemampuan untuk menghambat dan meredam fungsi sel T sehingga melemahkan respon imun terhadap sel kanker. Melalui terapi ini maka kemampuan sel kanker untuk menghambat aktivasi respon imun akan dihambat sehingga sel T (sistem imun) dapat menjalankan fungsinya untuk menghancurkan sel kanker.

Perkembangan Imunoterapi di Indonesia

Imunoterapi di Indonesia masih dapat dikatakan sebagai pengobatan yang baru. Bersumber dari  Kompas.com, imunoterapi telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Terapi dapat dilakukan sejak Juni 2017 sebagai pengobatan lini kedua. Artinya, penderita baru bisa mendapatkan perawatan apabila dikatakan gagal dengan pengobatan lini pertama yaitu pembedahan dan kemoterapi. Pengobatan tersebut juga masih diperuntukkan bagi penderita kanker paru-paru.

Kini imunoterapi menjadi pengobatan yang menjanjikan untuk mengatasi kanker. Pengobatan ini, sebenarmya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Namun, terobosan dari pengobatan yang menunjukkan hasil memuaskan secara klinis masih dapat dibilang baru.  Setiap jenis terapi memiliki kelemahan dan keunggulan, sehingga penelitian untuk menemukan metode imunoterapi yang tepat bagi penderita masih terus dilakukan. Selagi penyempurnaan terapi masih dalam proses, alangkah baiknya jika kita juga melakukan pencegahan  terhadap kanker sedini mungkin dengan CERDIK.

“Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.”

Pencegahan Kanker dengan CERDIK

Sumber:

  1. Chemotherapy.com. What is Chemotherapy?
  2. National Cancer Institute. What is Cancer?
  3. Disis, M.L. Mechanism of action immunotherapy. 2014. Seminars in Oncology. 41(5): S3-S13 (Supp. 5).doi: http://dx.doi.org/10.1053/j.seminoncol.2014.09.004
  4. Farkona, S. E.P. Diamandis & I.M. Blasutig. Cancer immunotherapy: the beginning of the end of cancer?. 2016. BMC Medicine 14(73): 18 pp. DOI: 10.1186/s12916-016-0623-5
  5. Tsai and Hsu. Cancer immunotherapy by targeting immune checkpoints: mechanism of T cell dysfunction in cancer immunity and new therapeutic targets. Journal of Biomedical Science 24(35): 8 pp. DOI: 10.1186/s12929-017-0341-0
  6. Kompas.com. Imunoterapi untuk Kanker Paru-Paru tersedia di Indonesia.
  7. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia.