Teori Relativitas Masa Depan dan Masa Lalu

Berawal dari teori gravitasi Newton yang menyatakan bahwa gravitasi adalah gaya tarik-menarik antara dua benda. Hal ini ada hubungannya dengan hukum II beliau yang bercerita mengenai kelembaman. Hukum yang bercerita bahwa benda yang memiliki massa lebih besar lebih sukar untuk bergerak dibanding dengan massa yang lebih ringan.

Hukum ini dapat menjelaskan mengapa bumi ditarik oleh matahari dan agar tidak jatuh maka ia harus berputar. Namun, ia tidak dapat menjelaskan keanehan yang terjadi pada orbit merkurius yang berbentuk elips dan berpindah pindah. Perbedaan umum yang paling kentara yaitu teori Newton mengatakan bahwa waktu adalah fungsi ruang (terikat dengan ruang), waktu bersifat mutlak, benda dapat bergerak sampai tak terhingga bahkan bisa melebihi kecepatan cahaya. Sehingga, semua reaksi di alam dapat berlangsung seketika.

Sementara, relativitas Einstein mengatakan bahwa ruang dan waktu adalah besaran yang saling terpisah, waktu bersifat relatif, kecepatan maksimum benda adalah kecepatan cahaya. Maka semua reaksi di alam memerlukan waktu dan tidak dapat berlangsung seketika.

Albert Einstein mengemukakan teori relativitas khususnya pada tahun 1905. Waktu bersifat relatif tersebut memunculkan istilah “dilatasi waktu” atau “pemuluran waktu”. Dimana waktu akan berbeda untuk setiap pengamat. Hal ini dikarenakan waktu berjalan secara berbeda untuk pengamat yang diam dan bergerak. Mereka bergantung pada kerangka acuan. Contohnya seperti ini, waktu akan terasa berjalan lebih cepat pada saat bergerak naik pesawat dibanding mereka yang duduk diam mengamati pesawat tersebut. Secara matematis hubungan tersebut dinyatakan pada gambar dibawah ini.

blank
Gambar 1. Persamaan Matematis Dilatasi Waktu

Simbol ∆t adalah selang waktu relatif pengamat diam (diukur oleh pengamat yang bergerak). ∆t’ adalah selang waktu relatif pengamat bergerak (diukur oleh pengamat diam). Simbol v adalah kecepatan relatif pengamat yang bergerak terhadap pengamat yang diam dan c adalah kecepatan cahaya dalam ruang hampa.

blank
Gambar 2. Ilustrasi Gravitasi Einstein

Go To The Future

Paradoks Kembar adalah sebuah eksperimen pikiran yang selalu digunakan sebagai contoh untuk relativitas khusus. Dijelaskan oleh Paul Langevin, dalam paradoksnya salah satu dari saudara kembar melakukan perjalanan dengan roket yang mendekati kecepatan cahaya menuju luar angkasa dan kemudian kembali lagi ke bumi. Ketika ia kembali, ia mendapati dirinya berumur lebih muda daripada saudara kembarnya.

Mengapa itu terjadi?
Hal ini terjadi karena dilatasi waktu. Waktu akan menjadi lebih lambat apabila kita bergerak cepat mendekati kecepatan cahaya. Pada saat kita bergerak dengan kecepatan cahaya maka kita akan mengalami perubahan percepatan. Kemudian perubahan percepatan itu akan mempengaruhi massa yang berubah menjadi tak terhingga. Massa yang tak terhingga akan menyebabkan gravitasi menjadi tak terhingga. Dalam relativitas umum, gravitasi bukanlah gaya. Dalam dimensi ruang-waktu, gravitasi adalah konsekuensi dari melengkungnya ruang-waktu sehingga waktu menjadi lebih panjang dan lambat daripada kembarannya yang diam di bumi dan mengalami waktu normal.

Go To The Past

Perjalanan masa lalu akan lebih rumit dibanding ke masa depan, bahkan mendekati mustahil. Contoh yang sering dipakai untuk penjelasan ini adalah Paradoks Kakek. Kamu melakukan perjalanan ke masa lalu dan membunuh kakekmu. Yang akan terjadi adalah kakekmu tidak akan pernah bertemu dengan nenekmu dan orang tuamu juga tidak akan lahir . Lalu kenapa kamu bisa ada? Sehingga perjalanan ke masa lalu dapat dikatakan melanggar kausalitas (aturan sebab-akibat). Kecuali jika kamu lebih menyukai hipotesa alam semesta paralel, yang mengatakan bahwa kita memiliki banyak garis waktu dan tidak saling bersinggungan (probablilitas kejadian). Saat kamu melakukan suatu hal di masa lalu, kamu hanya mengubah satu garis waktu.

Kembali ke pembahasan perjalanan menuju masa lalu. Hal ini juga dikatakan mendekati mustahil karena alam semesta kita adalah sistem tertutup dan sesuai dengan hukum termodinamika 2 perjalanan kita menuju ke arah entropi yang lebih tinggi. Sederhananya seperti ini, kamu tidak sengaja menyenggol gelas dan kamu melihat gelas itu spontan pecah, lalu gelas yang sudah pecah itu tidak bisa spontan kembali utuh bukan?

Perjalan menyebrangi ruang-waktu bukanlah perkara yang mudah. Adapun sebenarnya jika kita ingin melihat masa lalu, cobalah pergi ke tempat yang gelap dengan langit malam yang cerah. Lalu tataplah bintang-bintang di langit, yang mana sebenarnya kita sendiri sedang melihat cahaya dari masa lalu. Cahaya jutaan tahun lalu, yang lebih dahulu ada sebelum aku, kamu dan bahkan umat manusia dilahirkan.

Mengutip dari buku Carl Sagan yang berjudul “Kosmos”

Memahami dimana kita tinggal adalah syarat penting untuk memperbaiki lingkungan. Mengetahui seperti apa lingkungan lainnya juga baik sekali. Jika kita ingin planet ini berarti, kita bisa berbuat sesuatu untuk mewujudkannya. Kita menjadikan planet kita berarti dengan keberanian pertanyaan kita dan dengan kedalaman jawaban kita.
Kita mulai perjalanan kosmik kita dengan pertanyaan pertama kali disusun pada masa kanak-kanak spesies kita dan di tiap generasi dipertanyakan lagi dengan ketakjuban yang tak berkurang.
Apakah bintang itu? menjelajah adalah sifat kita. Kita memulai sebagai pengembara dan sekarangpun masih pengembara. Kita telah lama hidup di tepian laut kosmik. Akhirnya kita siap memulai pelayaran menuju bintang-bintang.

Der Unterschied zwichen Vergangenheit, Gegenwart und Zukunft ist nur eine Illusion, wenn auch eine hartnäckige.
Perbedaan masa lalu, masa kini dan masa depan hanyalah sebuah ilusi, yang bersifat kokoh.
-Albert Einstein-

Sumber :

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Ririn Pratiwi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *