Tips Memilih Warna Dalam Memvisualisasikan Data

blank

“Beberapa warna menghubungkan satu sama lain. dan lainnya menjadi bentrok.”

—Edvard Munch

Jika Anda punya waktu dalam memvisualkan data. Maka saya sarankan Anda fokus pada hal penting, yakni warna. Kenapa? karena sebagian besar tools visualisasi data tidak dapat memahami penggunaan warna yang baik. Apalagi jika Anda ingin menampikan konteks penting dari data. Tools visualisasi data tidak tahu bagaimana Anda ingin mengelompokkan variabel mana warna yang primer dan mana warna yang sekunder. Tools visualisasi data juga tidak tahu bagaimana warna bisa saling melengkapi atau bahkan kontras. Secanggih apapun tools visualisasi data, Anda tetap perlu memberikan warna yang tepat.

Jika kita hanya menggunakan template warna pada tools visualisasi data. Tanpa kita tahu mana konteks yang akan dimunculkan. Maka itu akan menjadi hal yang tidak baik. Karena kemampuan mata kita untuk membedakan dan mengingat warna yang jumlahnya banyak itu terbatas.

blank

Anda tidak perlu menjadi desainer profesional, yang harus detail menguasai konsep warna. Berikut saya berikan panduan praktis, yang saya kutip dari buku Good Charts Workbook, karya Scott Berinato. Oke pasti Anda sudah tidak sabar ya, berikut tips warna dalam visualisasi data.

1- Gunakan Lebih Sedikit Warna

blank
source: oreilly

Pertahankan jumlah warna minimum yang diperlukan untuk menyampaikan ide Anda. Misalnya, kita mendapatkan template dengan delapan warna. Maka kita cukup memakainya empat saja, atau bahkan hanya dua. Cari cara untuk mengelompokkan item dengan warna yang sama.

2- Gunakan Warna Gray atau Abu-abu

blank
source: oreilly

Disini yang saya maksud warna abu-abu ya, bukan Abu Janda. hehe maaf. ok kembali lagi ke konteks. Warna Abu-abu, adalah teman kita. Gunakan warna abu-abu, karena warna abu-abu akan kurang kontras dengan latar belakang misal putih. Dengan begitu kita menjadi tahu bahwa variabel yang diberi warna abu-abu bukanlah hal penting dalam grafik. Dan secara psikologis, warna abu menjadikan variabel dalam data menjadi tidak menarik perhatian. Dibanyak grafik, Anda dapat menggunakan warna abu-abu untuk tanda bahwa variabel yang ditampilkan tidak penting

3- Gunakan Warna Yang mirip atau Warna Kontras

blank
source: oreilly

Jika variabel saling berhubungan dan serupa, gunakan warna yang mirip atau saling melengkapi. Sedangkan jika variabel berseberangan, gunakan warna kontras. Audiens akan secara alami membuat hubungan sederhana: warna yang hampir serupa memiliki hubungan yang sama; sedangkan warna yang kontras memiliki hubungan yang berlawanan. Kedengarannya hampir terlalu jelas, tetapi ingat bahwa perangkat lunak tidak

4- Jadikan Variabel Data sebagai Acuan

blank
source: oreilly

Teks, label, dan tanda lain yang bukan merupakan bagian dari tanda yang menyampaikan informasi data sebaiknya dibiarkan hitam atau abu-abu (atau putih dengan latar belakang hitam), dengan beberapa pengecualian. Terkadang, menghubungkan label ke baris dengan mencocokkan warna akan membantu, tetapi berhati-hatilah. Secara umum, penggunaan warna untuk dekorasi teks dapat mengganggu.

5- Pikirkan Bagaimana, Bukan yang Mana

blank
source: oreilly

Memahami background, informasi primer, variabel pelengkap dan kontras, dan cara memvariasikan derajat saturasi warna akan menghasilkan keputusan yang lebih baik daripada hanya memilih warna yang Anda suka atau tidak. Jadi penting dipahami bagaimana menggunakan warna sesuai tips diatas, bukan sekedar memlih warna.

Baik, itu tadi pembahasan tentang tips warna dalam visualisasi data. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan Anda tentang warna dalam visualisasi data.

Semoga Bermanfaat. Salam Amazing.

AB

Reference

Adhi Bagus Pribadi
Latest posts by Adhi Bagus Pribadi (see all)
Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar