Skripsi = Ilmu Kuliah + Nilai Kehidupan

Ditulis oleh Indah Rahayu Putri – Universitas Andalas

Saya adalah  salah satu (mantan) mahasiswa di Universitas Andalas. Saya mulai kuliah dipertengahan  tahun 2012. Masa perkuliahan saya isi seperti mahasiswa pada umumnya, seperti mengikuti perkuliahan, membuat tugas, praktikum di labor dan di kebun, sesekali juga di lapangan, kemudian saya juga bergabung di organisasi yang ada di lingkungan kampus.

Kuliah saya jalani selama 8 semester, diakhir semester 7 saya mulai menulis proposal penelitian. Hal ini saya lakukan karena mulai malu ketika melihat teman-teman terdekat yang sudah seminar proposal. Saya mulai memberikan outline penelitian saya kepada pembimbing saya yang dahulunya beliau juga dosen penasehat akademik disemester 1 sampai 6. Ada ketakutan saat memberikan topik ini kepada beliau, sekedar informasi penelitian yang ingin saya lakukan adalah tentang tingkat motivasi petani dalam menerapkan sistem pertanian organik. Saat saya memberikan outline, pembimbing saya mengatakan bahwa outline yang saya tulis belum mewakili apa yang beliau inginkan, namun beliau sangat  mendukung topik yang ingin saya kaji. Beliau kemudian memberikan tambahan dan perbaikan terhadap outline yang telah saya buat. Pada saat itu saya sangat pusing karena tidak paham, akhirnya saya pun berdiskusi dengan teman-teman. Beruntung saya memiliki banyak teman yang mendukung dalam penulisan proposal ini. Mereka tidak hanya memberikan sumbangan ide saja, namun juga bersedia membantu mencarikan jurnal dan buku yang berkaitan dengan topik yang saya kaji. Kami saling membantu dan menguatkan teman dalam penyelesaian skripsi. Pada jadwal bimbingan yang kedua pembimbing saya menyetujui outline yang saya buat untuk dilanjutkan sebagai proposal penelitian. Bimbingan penulisan proposal ini saya lakukan selama sebulan penuh dari akhir Desember 2015 sampai Januari 2016. Hingga saya pun seminar proposal di bulan Februari-nya.

Pada bulan Maret saya pun memulai penelitian pada sebuah kelompok tani dengan usaha tani berupa padi. Namun, lain yang terjadi,sangat diluar harapan saya. Saat saya menghubungi ketua kelompok tani beliau mengatakan bahwa mereka sedang tertimpa musibah, banjir bandang melanda lahan mereka, sawah yang telah mereka tanami hancur, para petani mengalami kerugian sangat besar sehingga tidak memungkinkan bagi saya untuk melakukan penelitian. Saya pun terdiam, disatu sisi saya sangat iba dengan kondisi petani namun disisi lain  saya teringat dengan nasib skripsi saya, apakah bisa dilanjutkan atau terhenti ? Pada masa itu sanya sangat bingung apa yang harus saya lakukan. Apakah saya mesti berganti topik penelitian ? Apakah mesti mencari kelompok tani yang lain ? Wah dunia secara terhenti pada saat itu, jujur saya kalut. Saya pun curhat dengan teman mengeluarkan segala keluh kesah “kenapa ya saya menghadapi masalah seperti ini dalam menyusun skripsi ? Kenapa teman-teman yang lain lancar-lancar saja dalam menulis skripsinya ? Saya pun dinasehati oleh teman – teman, “Allah  tidak akan menguji suatu kaum melebihi kemampuannya, kita tidak pernah tahu masalah apa yang dihadapi oleh teman teman yang lain. Mungkin banyak dari mereka yang mengalami masalah yang lebih berat ketimbang kamu, lebih baik kamu temui saja beliau (pembimbing) sekarang, siapa tau beliau ada solusi yang tepat”. Saya hanya terdiam, dalam hati membenarkan pekataan  teman ini. Bukankan Allah  telah berfirman “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Bahkan Allah mengulangi ayat ini sebanyak 2 kali. Tetapi saya masih takut, saya takut kalau nanti pembimbing saya menyuruh mengganti topik dan mengulang seminar proposal lagi. Hingga teman menyakinkan kalau saya mesti menemui pembimbing untuk memecahkan permasalahan ini. Syukur sekali pada saat itu beliau memberikan solusi yang sangat membantu sehingga saya tidak  perlu mengulang menulis proposal lagi, tetapi cukup mengubah beberapa pertanyaan dikuisioner  penelitian saja. Hingga saya pun mulai melakukan penelitian dan mengolah data. Alhamdulillah selama pengolahan data tidak terjadi masalah yang cukup serius sehingga saya mampu menyelesaikan pengolahan data untuk membuat bab hasil dari penelitian saya ini.

Bulan Juni saya melaksanakan seminar hasil dan sebulan kemudian saya menjalani ujian komprehensif. Alhamdulillah saya lulus dengan nilai A. Pada saat ujian ini saya sangat ingat dengan pesan pembimbing. Beliau berkata “ jadilah sarjana yang bermanfaat. Seorang sarjana yang mendapatkan perkerjaaan yang baik dengan gaji besar belum tentu lebih bermanfaat ketimbang rekannya yang hanya bekerja di perusahaan biasa saja atau yang berwirausaha, namun yang membedakan sarjana itu adalah kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan terhadap masyarakat yang membutuhkan”.

Skripsi bagi saya bukan hanya sebuah karya tulis hasil belajar selama 8 semester di bangku perkuliahan. Dibalik penulisan skripsi ini ada banyak nilai nilai kehidupan yang terkandung didalamnya. Kegigihan, ketabahan, kesabaran, keuletan, keteguhan hati, tolong menolong dan selalu menjaga hubungan baik dengan relasi kita. Dimasa inilah saya mengerti bahwa kita membutuhkan teman untuk membantu, memberi dukungan dan tempat berbagi keluh kesah yang dihadapi. Andai saja saya tidak mau terbuka dan mendengarkan nasihat yang teman- teman saya berikan, mungkin saat ini skripsi saya belum rampung. Skripsi tidak akan dapat selesai dengan hanya mengandalkan ilmu perkuliahan saja, namun skripsi adalah hasil  implementasi ilmu perkuliahan dan refleksi dari nilai-nilai kehidupan. Nikmati setiap prosesnya, karena Allah telah berfirman “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Percayalah bahwa akan  ada banyak nikmat yang  didapatkan selepas dari sini.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *