Varian Covid 19 yang Pernah Ada di Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Halo, sahabat warstek bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut dengan COVID-19. Penderita Covid 19 dapat terjadi gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang cukup berat, hingga berujung pada kematian. 

Sebagaimana yang tahu bahwa Covid 19 yang muncul pertama kali semenjak akhir tahun 2019 hingga saat ini. Nah di Indonesia sendiri Covid 19 muncul pada tanggal 2 Maret 2020 yang lalu di Kota Depok. Sampai tanggal 28 Maret 2022 jumlah korban yang terpapar di Indonesia sebanyak 6.001.751 jiwa sebagaimana yang dikutip oleh website resmi covid19. Sebagaimana yang ada pada gambar dibawah.

blank
Jumlah korban yang terkonfirmasi positif Covid 19. Covid19.go.id

Di Indonesia sendiri bahwa Covid 19 saat ini sudah memiliki banyak sekali varian mulai dari Alpha, Beta, Delta hingga Omicron. Adapun kemunculan beragam varian Covid-19 itu di sebabkan oleh adanya mutasi. Hal ini dapat terjadi karena respons virus terhadap perubahan lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai varian baru. Kemunculannya pun di pantau oleh para ahli dan WHO. 

Macam-Macam Varian Utama Covid 19

Di dunia sendiri sudah banyak varian Covid 19 dan di Indonesia sendiri sudah ada 4 varian yang sudah masuk. Nah, apa sajakah perbedaan di antara keempat varian itu?

Varian Covid 19 Awal Terdeteksi Masuk Ke Indonesia Gejala AwalTingkat Penularan
Alpha
B.1.1.7
Inggris
September 2020
Mei 2021
di Sumatera
Demam, batuk, sesak
nafas, pusing, mual, dan nyeri otot
43% – 90% dari sebelumnya
Beta
B.1.351
Afrika Selatan
Mei 2020
Mei 2021
di Bali
Demam, sakit kepala,
sakit tenggorokan, hilangnya
indra penciuman
Belum diketahui
pasti
Delta
B.1.617.2
India
Oktober 2020
Mei 2021
di Jakarta dan Kudus
Demam, sakit kepala, selera
makan hilang, flu parah
30% – 100% dari
sebelumnya
Omicron
B.1.1.529
Benua Afrika
November 2021
Desember 2021
di Jakarta
Gejala yang ringan, tidak
sesak nafas
500% dari Delta
Varian Covid 19 di Indonesia

Jika di rincikan kembali maka beginilah varian Covid 19 di Indonesia yaitu :

Alpha ( B.1.1.7 )

Varian B.1.1.7 merupakan varian virus corona yang pertama kali muncul di Inggris pada Desember 2020. Studi awal mengenai varian baru virus corona ini menunjukkan potensi peningkatan penularan dan di perlukan rawat inap. Gejala awal terjangkit virus ini adalah :

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Sulit bernafas
  4. Nyeri otot
  5. Hilangnya indra penciuman
Beta ( B.1.351 )

B.1.351 ditemukan pertama kali di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan pada Oktober 2020 silam. B.1351 juga bisa mempengaruhi netralisasi beberapa antibody, namun ini belum terdeteksi mampu meningkatkan risiko keparahan penyakit. Varian Beta ini dapat mempengaruhi penurunan efikasi vaksin Covid-19 sebagaimana yang di ungkapkan oleh juru bicara vaksinasi Covid 19 kemenkes. Selain itu, beta juga menyebabkan lebih banyak perubahan pada struktur protein spike milik virus corona. Adapun varian ini memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat serta berpotensi tinggi mengakibatkan kematian yang tinggi.

Delta ( B.1.617.2 )

B.1.617.2 memiliki sejumlah karakteristik mutasi yang bermacam-macam. Hal ini membuat varian tersebut sangat berbeda dan lebih berbahaya apabila di bandingkan dengan strain yang asli. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The Lancet, ada beberapa sebab yang membuat varian Delta di nilai lebih berbahaya daripada yang lain. Sebagai contohnya varian ini sangat berhubungan dengan usia pasien. Semakin tua pasien Covid-19 varian ini, maka akan semakin memperburuk kekebalan tubuh pasien tersebut. Diketahui varian ini juga dapat menginfeksi kembali pasien Covid-19 dan semakin memperlemah kekebalan tubuh pasien. Padahal seharusnya apabila sudah terinfeksi Covid-19 itu pasien bakal mendapatkan antibodi secara alami. Sekalipun sudah di vaksinasi sebanyak dua dosis, varian ini bisa menurunkan kekebalan tubuh seseorang dengan usia yang lebih tua.

Varian ini juga disebut dengan istilah “Varian India” di karenakan terdeteksi pertama kali di India. Namun, varian Delta hanyalah satu dari tiga varian garis keturunan B.1.617 bersama B.1.617.1 (varian Kappa) dan B.1.617.3, yang semuanya pertama kali terdeteksi di India.

Omicron ( B.1.1.529 )

WHO menyatakan bahwa varian B.1.1.529 atau Omicron di laporkan pertama kali dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang sudah di laporkan. Yang terakhir itu didominasi varian Delta. Di ketahui Omicron memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya itu cukup mengkhawatirkan. Sekitar 60 mutasi varian Omicron yang di ketahui, cukup banyak di bandingkan dengan varian sebelumnya. WHO menjelaskan bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, jika di bandingkan dengan Variant of Concern (VOC) lainnya.

Covid-19.
Covid 19

Perbedaan varian inilah yang dapat terlihat dari tempat terdeteksinya, gejalanya, dan tingkat penularannya. Gejalanya sendiri hampir sama di antara keempatnya, seperti batuk, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan anosmia (penciuman hilang). Untuk varian yang berisiko terberat adalah Delta dan yang bergejala ringan yaitu Omicron. Adapun dari sisi tingkat penularannya, Omicron tergolong varian yang paling cepat, sekitar 500% dibanding Delta. Sedangkan varian Beta belum diketahui secara pasti tingkat penularannya. Ada juga varian Covid-19 lain yang di ketahui belum masuk ke Indonesia. Seperti contoh varian Gamma yang di temukan pada 2020 di Brazil, Lambda yang ditemukan di Peru pada Desember 2020, dan Kappa yang ditemukan di India pada Oktober 2020 silam. 

Penutup

Walaupun kita sudah ada sedikit penurunan kita perlu mewaspadai kemunculan varian lain dari Covid-19. Cara pencegahan tidak jauh berbeda dari berbagai varian. Seperti menaati protokol kesehatan 6M yaitu Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi tingkat mobilitas, Menjauhi makan bersama, dan Menjauhi kerumunan. Selain itu kita di anjurkan untuk mengikuti vaksinasi yang di selenggarakan pemerintah. Hal ini cukup efektif untuk mengurangi tingkat penyebaran berbagai varian Covid-19. 

Mungkin segitu saja yang dapat penulis sampaikan, selalu jaga kesehatan ya supaya kita tidak terpapar Covid 19. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Sumber :

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.