Anjuran untuk Tidur Siang yang Didasarkan pada Riset Harvard Medical School

tidur

Napping (Tidur Siang) merupakan sebuah kegiatan yang mungkin biasa kita lakukan atau setidaknya pernah kita lakukan untuk mengisi waktu luang dan waktu santai kita.  Kali ini Warstek mencoba untuk berbagi informasi bagaimana manfaat tidur siang bagi tubuh dari beberapa sumber dan bagaimana agama Islam memandang tidur siang.

Secara umum karakteristik mamalia merupakan polyphasic sleepers, dimana sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk tidur (yakni 85% waktu hidupnya untuk tidur). Namun berbeda dengan manusia dimana manusia merupakan minority of monophasic sleepers dimana waktu tidur dan waktu sadar untuk terbagi secara merata (50:50).

Tidur siang merupakan kegiatan tidur ataupun istirahat yang dilakukan pada siang hari (umumnya pukul 13.00-15.00). Tidur siang umumnya dilakukan sebagai kegiatan untuk mengistirahatkan tubuh dari berbagai aktivitas yang padat yang menyebabkan kelelahan bagi tubuh. Tidur siang juga dilakukan jika kita merasa tidak memiliki kualitas ataupun kuantitas waktu tidur di malam hari. Sehingga tidur siang menjadi suatu kegiatan “Pelampiasan” untuk memenuhi kebutuhan tidur kita.

Namun hasil penelitian dari Sleep Medicine and Research Center [2] menunjukkan bahwa tidur siang tidak hanya bermanfaat untuk membuat badan menjadi lebih segar, namun juga memberikan manfaat bagi kesehatan batin, kejiwaan, dan otak. Tidur siang  dapat memberikan stimulus yang positif bagi perkembangan emosi dan mental. Selain itu, seorang Clinical Physicologist dari Boston University’s Center for Psychological Rehabilitation [3] menemukan bahwa orang dengan kualitas tidur siang yang baik memiliki tingkat kepekaan (rasa kasih sayang, rasa empati, dan rasa toleransi) yang lebih baik, dan melakukan kinerja pekerjaan yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak melakukan kegiatan tidur siang. Beberapa tokoh dunia seperti Winston Churchill, John F. Kennedy, Thomas A. Edison, dan Rasulullah Muhammad SAW [3] dilaporkan memiliki kualitas tidur siang yang baik.


Agama Islam sangat menganjurkan kegiatan tidur siang ini, sebagaimana yang telah disampaikan melalui hadist-hadist Shahih berikut:

 “Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1637: shahihul isnad) [3]

“Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 939: shahihul isnad) [3]

23b46eb435c72cd62a29d6f0d1f1a2204d5490ec9b8b7be3ef469cc2c70c6262

Menurut National Sleep Fondation [1],kegiatan tidur siang dapat dibagi menjadi 3 jenis.

  1. Tidur siang yang direncanakan

Jenis tidur siang ini adalah tidur siang yang dilakukan pada saat badan tidak mengalami kelelahan atau tidak mengantuk. Kegiatan tidur siang ini dilakukan untuk menjadi suatu persiapan kegiatan yang berlebih seperti lembur kerja, bergadang, ataupun melakukan kerja berat. Jenis tidur siang ini sering dilakukan oleh orang-orang yang memiliki manajemen waktu yang baik yang bisa memprediksi kelelahan dan aktivitas yang padat pasca tidur siang. Harapannya dengan melakukan kegiatan tidur siang,  mereka mampu melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan secara optimal.

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar