Benda-Benda Langit selain Planet dan Bintang

Pengertian

Ilmu Kebumian dan Antariksa (Earth and Space Science) merupakan ilmu yang mempelajari bumi dalam tata surya dan lapisan-lapisannya dari pusat bumi sampai puncak atmosfer. Nama dari sains astronomi berasal dari kata Yunani yang berarti bintang (star) atau bintang di langit.

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya sendiri dan kumpulan dari bintang disebut galaksi. Bintang yang paling dekat dengan bumi adalah matahari yang termasuk dalam galaksi Bima Sakti. Jarak antara bumi dan matahari disebut satu Satuan Astronomi.

Nama-nama Benda Langit

Pada tata surya selain terdapat planet-planet, terdapat pula benda-benda lain seperti yang akan dijelaskan dalam uraian berikut:

Planetoida atau Asteroida

Pada tahun 1801, Piazzi yang merupakan seorang astronom dari Italia menemukan benda langit yang berdiameter kurang lebih 900 km (bulan yang berdiameter 3000 km) yang beredar mengelilingi matahari. Piazzi mengamati benda langit tersebut dengan menggunakan teleskop. Benda yang terbesar bernama Ceres dengan diameter 750 km. Benda-benda langit itu disebut planetoida atau bukan planet (Jasin, 2011).

Asteroid bernama planetoid, berbentuk menyerupai planet, tetapi sangat kecil dan bergaris tengah 500 mil serta lebih besar dari meteoroid. Jumlahnya labih dari 2.000 buah dan terletak diantara Mars dan Yupiter. Umumnya terdapat di bagian dalam tata surya (lebih dalam dari orbit plante Neptunus).

Pada waktu itu, asteroid disebut sebagai planetoid dan ukurannya sangat kecil yaitu sekitar 3.000 km. Didalamnya tidak ada udara sama sekali. Penemuan asteroid selanjutnya adalah Pallas, Yuno, dan Vesta yang berukuran lebih kecil daripada Ceres.


Penemuan baru atas asteroid rata-rata sebanyak 5.000 buah per bulannya. Pada tanggal 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 diantaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen.

Massa seluruh asteroid di sabuk utama diperkirakan skitar 3.0-3.6×1021kg, atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari semua itu, 1 Ceres bermassa 0,95×1021kg, 32% dari total massa seluruh asteroid. Kemudian, menjadikan perkiraan massa total menjadi 51%. Tiga asteroid lainnya, yaitu nambah 3% dari massa totalnya.

Komet

Komet atau bintang berekor merupakan benda langit yang sangat berbeda dengan asteroid. Garis edar komet tidak seperti orbit planet atau satelit. Ada komet yang mempunyai orbit elips tapi nilai eksentrisitasnya sangat besar sehingga komet hanya dapat terlihat jika berada di sekitar perihelion kemudian menghilang pada waktu komet menjauhi perihelion. Kebanyakan komet mempunyai orbit berbentuk parabola atau hiperbola, sehingga komet hanya tampak sekali kemudian menghilang karena menemouh lintasan yang jauh di ruang angkasa (Tjasyono, 2008).

Komet merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi kabut gas. Diameter komet termasuk selubung gasnya kurang lebih 100.000 km, sedangkan diameter inti berupa bungkah-bungkah batu berisar antara 10 sampai 20 km. Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedangkan lainnya berupa sinar ultraviolet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas yang akan berpendar memancarkan cahaya.

Gas pendar akan terdorong menjauhi matahari dan terbentuknya ekor komet yang disebabkan adanya tekanan dari cahaya matahari. Ekor komet selalu menjauhi matahari karena jika komet mendekati matahari maka ekornya berada di belakang dan di depan ketika menjauhi matahari. Semakin dekat komet dengan matahai, semakin besar tekanan cahaya matahari dan semakin panjang pula ekor komet. Ekor komet biasanya terdiri dari CO, CH2, serta OH. Gas labil ini merupakan hasildisosiasi dari CH4, NH3, dan H2O.

Komet mempunyai orbit berbentuk elips yang bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun.

Ada beberapa komet yang terkenal, diantaranya:

  • Komet Halley, muncul 76 tahun sekali.
  • Komet west
  • Komet Encke, muncul tiga tahun sekali
  • Komet Hyakutake
  • Komet hale-Bopp
  • Komet Lulin

Komet lulin meupakan kolaborasi penemuan antara astronom Taiwan dan Cina. Penemuin Lulin tidak akan terjadi tanpa konstribusi kedua negara yang terpisah oleh selat tersebut. Warna hijau yang memancar indah pada komet lulin datang dari gas yang membentuk atmosfer Yupiter . Letupan yang muncul dari inti komet juga mengandung cyanogen (CN: gas beracun yang ditemukan pada banyak komet) dan karbon diatomik 9c2). Kedua substansi ini akan berwarna hijau saat disinari matahari dalam ruang hampa.

Baca juga:

Satelit

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar dariada dirinya. Satelit mempunyai orbit edar sendiri. Bulan merupakan satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari. Jenis-jenis satelit adalah:

  • Satelit astronomi merupakan satelit yang digunakan untuk mengamati plante, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
  • Satelit komunikasi merupakan satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telkomunikasi, yaitu dengan cara menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostrasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit bumi rendah.
  • Satelit pengamat bumi merupakan satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi dari orbit, tetapi ditujukan untuk penggunaan nonmiliter, seperti pengamatan lingkungan, pembuatan peta, meteorologi, dan sebagainya. Contohnya satelit reconnaissance.
  • Satelit navigasi merupakan satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik di permukaan bumi. Salah satu satelit nvigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat dan Glonass milik Rusia. Apabila pandangan antara satelit dan penerima tidak ada gangguan, dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.
  • Satelit mata-mata meupakan satelit pengamat bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
  • Satelit tenaga surya merupakan satelit yang dibuat di orbit bumi yang tinggi dengan menggunakan transmisi tenaga geombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena yang sangat besar di bumi, yang dapat menggantikan sumber tenaga konvemsional.
  • Satelit cuaca merupakan satelit yang digunkaan untuk mengamati cuaca dan iklim bumi.
    Satelit miniatur merupakan satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini:satelit mini (500-200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), dan satelit nano (di bawah 10 kg).

Stasiun angkasa merupakan struktur stasiun buatan manusia yang dirancang sebagi tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan, dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka menengah diorbit dalam periode mingguan, bulanan, atau tahunan.

Meteor

Meteor merupakan batuan dingin yang terjadi akibat gaya tarik bumi sehingga masuk ke atmosfer menjadi pijar karena bergeskan dengan atmosfer dalam kecepatan tinggi. Gesekan yang cepat itu menimbukan pijaran api dan cahay yang dar kejauhan seperti bintang jatuh. Letak meteor jauh dari bumi sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebgaian besar meteor bergerak mengelilingi matahari.ia bergerak membentuk jalurcahya yang melintasi langit selama beberapa detik laluu lenyap. Pada umunya, meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi, tetapi ada uga yang tersisa dan jatuh ke bumi yang disebut meteoroit.

Meteoroid merupakan benda-benda kecil di tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah molekul. Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX pada 1961 mengakatan bahwa meteoroid merupakan sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Ada beberapa anggapan bahwa meteor berasal dari debu asteorida yang terlepas dari garis edarnya. Ada pula yang mengatakan bahwa meteor berasal dari debu komet yang terlepas.

Beberapa meteor besar pernah sampai di permukaan bumi dan disebut meteoroid. Meteoroid yang massanya kurang lebih 10.000 ton pernah jatuh dipermukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di Arizona dan siberia. Meteoroid mengandung besi dan nikel. Meteoroid digolongkan menjadi tiga jenis yaitu:

  • Meteoroid besi nikel yang mengandung 90% besi dan 8% nikel.
  • Meteoroid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium.
  • Meteoroid tektit mengandung asam kersik 80%.

DAFTAR PUSTAKA

  • Herabudin. 2010. Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Bandung: Penerbit CV. Pustaka Setia Bandung
  • Jasin, Maskoeri. 2011. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
  • Tajsyono, Bayong, dkk. 2003. Geosains. Bandung: penerbit ITB
  • Tjasyono, Bayong. 2006. Ilmu Kebumian dan Antariksa. Bandung: Remaja Rosdakarya

Feby Permata Sari
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar