Di tengah Samudra Pasifik, terbentang sebuah wilayah laut dalam yang hampir belum tersentuh oleh manusia, dikenal sebagai Zona Clarion-Clipperton (CCZ). Letaknya berada di antara Meksiko dan Hawaii, jauh dari daratan dan aktivitas manusia sehari-hari.
Dasar laut di zona ini berada pada kedalaman 3.500 hingga 5.500 meter di bawah permukaan air laut. Untuk membayangkannya, kedalaman itu setara dengan menumpuk sekitar 10 menara Eiffel satu di atas yang lain. Semakin dalam kita menyelam, semakin ekstrem pula kondisi yang ditemui: kegelapan total tanpa cahaya matahari, suhu yang sangat dingin mendekati 1,5 °C, dan tekanan air yang ribuan kali lebih besar dibandingkan tekanan udara yang kita rasakan di permukaan.
Namun, justru di lingkungan ekstrem inilah para ilmuwan menemukan kehidupan yang menakjubkan. Berbagai makhluk unik mampu bertahan hidup berkat adaptasi luar biasa, mulai dari hewan transparan hingga organisme bercahaya. Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan di tempat yang tampaknya mustahil untuk dihuni, alam semesta tetap menemukan cara untuk melestarikan kehidupan.
Salah satu ekspedisi besar yang saat ini menyoroti kawasan laut dalam Clarion-Clipperton adalah SMARTEX (Seabed Mining and Resilience to Experimental Impact). Ekspedisi ini dipimpin oleh tim peneliti dari Inggris dan memiliki dua tujuan penting.
Pertama, mereka ingin menyingkap rahasia kehidupan di laut dalam, sebuah dunia yang hingga kini masih menjadi misteri. Laut dalam adalah rumah bagi ribuan organisme yang belum pernah terlihat sebelumnya, mulai dari hewan kecil berbentuk aneh hingga spesies yang mungkin benar-benar baru bagi sains. Dengan melakukan eksplorasi, para ilmuwan berharap bisa memahami bagaimana kehidupan dapat berkembang di tempat yang begitu ekstrem.
Kedua, ekspedisi ini juga menaruh perhatian pada ancaman dari aktivitas manusia, khususnya rencana penambangan dasar laut. Apa itu penambangan dasar laut? Sederhananya, ini adalah proses mengambil mineral berharga dari dasar laut, seperti kobalt, nikel, atau mangan, yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan perangkat elektronik. Aktivitas ini berpotensi mengubah ekosistem yang rapuh dan belum kita kenal sepenuhnya.
Melalui penelitian SMARTEX, para ilmuwan berusaha memprediksi dampak seperti apa yang mungkin terjadi jika penambangan dilakukan. Apakah makhluk unik di laut dalam mampu bertahan menghadapi gangguan besar? Ataukah mereka justru akan punah sebelum sempat kita mengenalnya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh tim SMARTEX.
‘Barbie Sea Pig’: Si Teripang Merah Muda yang Aneh
Salah satu makhluk paling mencolok yang ditemukan adalah teripang laut merah muda, yang dijuluki “Barbie sea pig”. Tubuhnya bulat, lembut, dengan kaki-kaki tabung kecil yang menonjol keluar—menyerupai kaki boneka Barbie. Warna merah mudanya membuatnya terlihat seperti bintang pop di tengah lanskap gelap pekat laut dalam.

Biasanya, spesies Amperima sea pigs berwarna pucat, sehingga penemuan individu berwarna mencolok ini mengejutkan para peneliti. Ia berjalan di atas sedimen laut, menyapu sisa-sisa organik yang turun dari permukaan, seperti seorang pembersih yang tak pernah lelah.

Baca juga artikel tentang: Kutu Laut Raksasa Berkaki 14, Musuh Tak Terduga bagi Hiu
‘Unicumber’ Transparan dan Spons Purba
Selain barbie pig, tim juga menjumpai makhluk aneh lain yang dijuluki “unicumber”. Teripang ini hampir transparan, sehingga organ dalamnya terlihat jelas. Lebih aneh lagi, ia memiliki “ekor” panjang yang mungkin digunakan untuk berenang, adaptasi langka bagi hewan yang hidup di dasar laut.

Tak kalah menarik, para peneliti juga mendokumentasikan spons kaca berbentuk cawan. Makhluk purba ini membangun kerangka halus dari silika, menyerupai kaca. Diperkirakan, beberapa spesies spons kaca bisa hidup hingga 15.000 tahun, menjadikannya salah satu organisme paling tua di Bumi.

Ekosistem Ekstrem yang Penuh Adaptasi
Meski kondisi di CCZ ekstrem tanpa cahaya, suhu rendah, dan tekanan besar, ekosistem di sana tetap kaya. Mayoritas spesiesnya adalah:
- Pemakan sedimen, seperti teripang laut, yang memperoleh nutrisi dari butiran organik yang menumpuk di dasar laut.
- Penyaring makanan, seperti spons, yang menangkap serpihan organik dari “marine snow”, hujan partikel mikroskopis yang turun dari permukaan laut.
Adaptasi yang luar biasa memungkinkan makhluk-makhluk ini bertahan di tempat yang tampaknya mustahil bagi kehidupan.
Mengapa Penemuan Ini Penting?
- Biodiversitas yang Luar Biasa
Diperkirakan 9 dari 10 spesies yang ditemukan dalam ekspedisi ini belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Ini menunjukkan betapa banyaknya keragaman kehidupan yang masih tersembunyi di lautan terdalam. - Ancaman dari Penambangan Laut Dalam
CCZ menyimpan cadangan nodule polimetalik, bongkahan kaya kobalt, nikel, dan mangan yang sangat diminati dalam industri teknologi hijau (baterai mobil listrik, panel surya, dll.). Namun, eksploitasi mineral ini berisiko merusak ekosistem rapuh yang baru saja mulai kita kenal. - Kontribusi bagi Ilmu Pengetahuan
Penemuan makhluk seperti barbie pig dan unicumber memberi wawasan tentang evolusi, ekologi ekstrem, dan adaptasi biologis. Sementara spons kaca kuno membuka jendela pada sejarah kehidupan panjang di Bumi.
Ekspedisi SMARTEX membuktikan bahwa meski manusia telah memetakan permukaan Bumi hampir seluruhnya, dasar laut dalam masih menyimpan misteri besar. Kehidupan di sana unik, indah, sekaligus rapuh mengajarkan kita bahwa eksplorasi harus sejalan dengan konservasi.
Makhluk seperti barbie pig bukan hanya keanehan biologis, tetapi simbol betapa banyaknya keajaiban alam yang belum kita pahami. Jika kita serakah, kita bisa kehilangan mereka bahkan sebelum sempat mengenalnya.
Baca juga artikel tentang: Dampak Pemanasan Global: Pencairan Lapisan Es Greenland dan Kenaikan Permukaan Laut
REFERENSI:
Church, Samuel H dkk. 2025. Population genomics of a sailing siphonophore reveals genetic structure in the open ocean. Current Biology.
Funnell, Rachael. 2025. Massive Offshore Canyon Expedition Discovers Barbie Lobsters, Sea Pigs, And 40 Potential New Species. IFL Science: https://www.iflscience.com/massive-offshore-canyon-expedition-discovers-barbie-lobsters-sea-pigs-and-40-potential-new-species-80439 diakses pada tanggal 16 Agustus 2025.
Luzenti, Elvio Agustín dkk. 2025. Interaction Between Anchovy and Squat Lobster in Northern Patagonia: Effects on Trophic Relationships and Ecological Implications. Fisheries Oceanography, e12734.
