Mengenal Bola Dyson, Megastruktur Matahari di Masa Depan

blank

Hampir setiap makhluk hidup di bumi pasti merasakan manfaat dari energi matahari. Bola gas raksasa yang terdiri dari hidrogen (73,5%) dan helium (25%) serta gas lain seperti oksigen, karbon, nitrogen, neon, silikon, magnesium, belerang, dan besi benar-benar menjadi sumber kehidupan manusia dan makhluk lain hingga saat ini [1]. Sebenarnya pemanfaatan energi matahari saat ini masih cukup kurang, karena jarak kita memang jauh dari matahari dan kita hanya dapat memanfaatkan sinarnya dari jarak yang jauh pula.

Skala Kardashev

blank
Skala Kardashev

            Mungkin beberapa kita pernah mendengar tentang skala kardashev, jika belum mari kita ulas terlebih dahulu mengenai pengklasifikasian peradaban berdasarkan skala kardashev.[2]

  • Peradaban Tipe I

Dasar atau inti dari peradaban ini adalah ketika kita mampu menguasai sebagian planet bumi seutuhnya, terutama sumber daya alamnya. Untuk kehidupan manusia saat ini memang belum sampai pada tipe I. Menurut Carl Sagan, peradaban manusia saat ini berada tahap 0,7.

  • Peradaban Tipe II

Ciri khas tahap ini adalah kemampuan suatu peradaban mengoptimalkan sumberdaya bintang induknya. Salah satunya menguasai bintang induk dari suatu sistem tata surya kita, yakni Matahari. Dalam menguasai matahari ada istilah yang menarik yaitu Dyson Sphere.[3]

  • Peradaban Tipe III

Peradaban ini jelas sekali lebih maju dari peradaban yang lain. Singkatnya pada tahap ini, suatu peradaban akan mampu menguasai sumberdaya satu galaksi. Peradaban seperti ini biasanya terdapat dalam film-film sci-fi hollywood.

  • Peradaban Tipe IV

Sebenarnya peradaban tipe ini agak cukup konyol, karena terlalu spekulatif. Peradaban tertinggi ini mampu menguasai beberapa galaksi bahkan seluruh alam semesta. Memang terlihat terlalu fiksi namun siapa tau saja memang sudah ada peradaban seperti itu, bisa saja ada peradaban alien yang berada di tahap ini.

Dyson Sphere

Sebelumnya kita sudah memahami konsep skala kardashev. Pada peradaban tipe II, ciri khasnya suatu peradaban sudah mampu menguasai matahari menggunakan megastruktur yang bernama Dyson Sphere atau Bola Dyson.

Dyson Sphere atau Bola Dyson adalah rekayasa megastruktur yang mengelilingi dan mengorbit di matahari. Fisikawan bernama Freeman Dyson, yang mengusulkan konsep megastruktur ini dalam papernya tahun 1960, “Search for Artificial Stellar Sources of Infrared Radiation“. [4] Kontruksi Bola Dyson itu berbentuk bundar dengan mengeliling matahari dengan radius 150 juta kilo meter dengan ketebalan bahan setebal tiga meter.

Jenis Bola Dyson

Secara umum struktur bola dyson adalah kontruksi bangunan yang mengelilingi matahari. namun ada beberapa model seperti cincin, swarm, gelembung dan cangkang dalam konsep kontruksinya.[5] Mari kita lihat di bawah ini.

  • Dyson Ring
blank
WikiPedia (Dyson Ring)

Berbentuk cincin besar yang terdiri dari panel-panel surya mengelilingi matahari. Panel-panel ini akan mengumpulkan energi dari matahari dan menyalurkannya secara nirkabel ke bumi

  • Dyson Swarm
blank
WikiPedia (Dyson Swarm)

Bentuknya hampir mirip dengan cincin namun berlapis lapis dengan jumlah yang tentunya lebih banyak daripada Dyson Ring.

  • Dyson Bubble
blank
WikiPedia (Dyson Bubble)

Sekilas, kontruksi Dyson Bubble memang mirip dengan Dyson Swarm. Hanya saja menggunakan konstruksi yang berbeda seperti gelembung berongga yang berupa satelit.

  • Dyson Shell
blank
WikiPedia (Dyson Shell)

Lalu untuk model yang terakhir yaitu Dyson Shell, kontruksinya berbentuk cangkang yang akan merangkap matahari.

Bisakah Manusia Membangun Bola Dyson?

Terdengar sangat spektakuler untuk membangun kontruksi sebesar itu. Untuk saat ini manusia kemungkinan besar mustahil untuk membangun hal tersebut. Mengapa demikian? Untuk bumi saja manusia belum mampu memaksimalkan potensinya dan ketika ingin memaksimalkan potensi sumber daya bumi tekadang malah terjatuh pada kehancuran bumi dengan merusak alam.

Hal yang terberat tentunya adalah bagaimana cara menggunakan sumber daya alam dengan optimal. Perihal ini saja mungkin masih sulit, apa lagi dengan membangun sebuah megastruktur di angkasa seperti Bola Dyson. Perlu adanya pasokan energi dan logistik yang melimpah untuk persiapan pembangunan Bola Dyson.

Kesimpulannya untuk membangun sebuah Bola Dyson, pertama adalah mempu menggunakan sumber daya bumi terlebih dahulu dengan optimal. Kedua, mampu membangun peradaban di planet luar bumi dan membangun stasiun luar angkasa sebagai gudang logistik bahan-bahan Bola Dyson. Ketiga, mampu menemukan energi lain yang besar atau mengumpukan energi yang ada sekarang untuk persiapan membangun Stasiun Luar Angkasa di Merkurius dan memproduksi ratusan roket atau transportasi lainnya untuk pengiriman logistik ke Stasiun.

Terdengar sangat menakjubkan namun juga mustahil untuk manusia sekarang. Bagaimanapun ini sebuah megastruktur yang mungkin bisa tercapai jika seluruh manusia bersatu tanpa memandang ras, budaya dan kepentingan politik. Kesulitan lain dalam membangun Bola Dyson adalah kepentingan politik setiap negara di bumi. Semoga kedepannya masalah semacam ini bisa teratasi. Demi keberlangsungan sains dan peradaban manusia.


Referensi:

[1] Avivah Yamani, “Matahari, Bintang Terdekat Dari Bumi” diakses dari https://langitselatan.com/2020/04/18/matahari-bintang-terdekat-dari-bumi/, pada tanggal 23 Desember 2020 pukul 10.27

[2] Christopher Lovell, “Classifying Civilisations: An Introduction to the Kardashev Scale” diakses dari https://astrobites.org/2016/03/15/classifying-civilisations-an-introduction-to-the-kardashev-scale/, pada tanggal 23 Desember 11.23

[3] Freemann J. Dyson (1960). “Search for Artificial Stellar Sources of Infra-Red Radiation”. Science.

[4] Adam Hadhazy, “Could We Build a Dyson Sphere?”, diakses dari https://www.popularmechanics.com/space/deep-space/a11098/dyson-sphere/, pada tanggal 20 Desember 2020 pukul 09.45.

[5] Wikipedia, “Dyson Sphere”, diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Dyson_sphere, pada tanggal 21 Desember pukul 17.09

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *