Bumi Kedua? Tanda Awal Atmosfer Ditemukan di Planet Mirip Bumi

Bayangkan jika suatu hari nanti manusia bisa benar-benar menemukan “kembaran Bumi” sebuah planet di luar tata surya yang memiliki atmosfer, […]

Bayangkan jika suatu hari nanti manusia bisa benar-benar menemukan “kembaran Bumi” sebuah planet di luar tata surya yang memiliki atmosfer, air, dan mungkin kehidupan. Kedengarannya seperti kisah fiksi ilmiah, tetapi para ilmuwan kini semakin dekat dengan kenyataan itu. Baru-baru ini, teleskop luar angkasa James Webb (JWST) memberikan petunjuk pertama adanya atmosfer pada sebuah planet mirip Bumi yang mengorbit bintang lain.

Planet tersebut adalah TRAPPIST-1e, salah satu dari tujuh planet yang ditemukan mengitari bintang kecil bernama TRAPPIST-1, sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Jarak itu memang terdengar jauh, tetapi dalam skala kosmik, bisa dibilang cukup dekat.

Apa itu TRAPPIST-1e?

TRAPPIST-1e termasuk dalam kelompok eksoplanet, yaitu planet yang berada di luar tata surya kita. Planet ini berukuran hampir sama dengan Bumi dan berada di zona layak huni bintangnya. Artinya, jaraknya dari bintang memungkinkan suhu yang cukup untuk mempertahankan air dalam bentuk cair di permukaan.

Air cair dianggap kunci penting bagi kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi. Jadi, sejak penemuan sistem TRAPPIST-1 pada tahun 2017, para astronom menaruh perhatian besar pada planet ini, khususnya TRAPPIST-1e.

Baca juga artikel tentang: Menyongsong Ancaman Luar Angkasa: China Persiapkan Tim Pertahanan Hadapi Serangan Asteroid

Apa yang Ditemukan Teleskop James Webb?

Dalam dua penelitian terbaru, JWST mengamati cahaya bintang yang melewati planet saat ia transit, yakni ketika TRAPPIST-1e melintas di depan bintangnya. Dengan cara ini, ilmuwan bisa mencari tanda-tanda gas tertentu yang menyelimuti planet, alias atmosfer.

Hasil awal menunjukkan bahwa ada indikasi atmosfer pada TRAPPIST-1e, meskipun sifat dan komposisinya masih belum jelas. Apakah atmosfer ini mengandung oksigen, karbon dioksida, atau mungkin gas lain, belum bisa dipastikan. Namun, ini adalah langkah besar: untuk pertama kalinya, kita memiliki bukti nyata yang mengarah ke kemungkinan atmosfer di planet mirip Bumi di luar tata surya.

Mengapa Atmosfer Itu Penting?

Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti planet. Di Bumi, atmosfer tidak hanya menyediakan udara untuk bernapas, tetapi juga melindungi kita dari radiasi berbahaya dan membantu menjaga suhu tetap stabil. Tanpa atmosfer, Bumi akan menjadi planet mati yang beku atau terlalu panas.

Jika TRAPPIST-1e benar-benar memiliki atmosfer tebal, peluang adanya air cair di permukaan semakin besar. Dan jika ada air, kemungkinan besar ada potensi kehidupan.

Tantangan dan Batasan

Meski penemuan ini terdengar luar biasa, para ilmuwan tetap berhati-hati. Ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Atmosfer tipis atau berbeda dari Bumi
    Planet ini mungkin memang punya atmosfer, tetapi bukan berarti ramah kehidupan. Bisa saja atmosfernya penuh dengan gas beracun seperti metana atau karbon monoksida.
  2. Pengaruh bintang induk
    TRAPPIST-1 adalah bintang katai merah. Bintang jenis ini sering melepaskan suar radiasi kuat yang bisa mengikis atmosfer planet. Jadi, meskipun ada atmosfer, apakah bisa bertahan lama? Itu masih jadi pertanyaan besar.
  3. Keterbatasan data
    Deteksi atmosfer ini masih berupa indikasi awal. Diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya yang ditemukan JWST.

Mengapa Penemuan Ini Revolusioner?

Sejak lama, umat manusia bertanya-tanya: apakah kita sendirian di alam semesta? Penemuan atmosfer pada planet mirip Bumi di luar tata surya membawa kita selangkah lebih dekat untuk menjawabnya.

Jika penelitian lanjutan bisa mengonfirmasi adanya atmosfer stabil, ini akan menjadi tonggak besar dalam astronomi, bahkan bisa menyaingi penemuan planet pertama di luar tata surya pada tahun 1990-an.

Perbandingan spektrum yang dikumpulkan selama transit dan model dengan atmosfer kaya nitrogen (biru) dan tanpa atmosfer (oranye).

Lebih jauh lagi, teknologi pengamatan seperti JWST membuka jalan untuk mencari tanda-tanda kehidupan, misalnya keberadaan oksigen, ozon, atau gas lain yang biasanya dihasilkan oleh organisme.

Apa Artinya bagi Masa Depan Manusia?

Walaupun jarak 40 tahun cahaya terlalu jauh untuk dijangkau dengan teknologi kita saat ini, penemuan ini tetap punya dampak besar. Mengetahui bahwa ada planet mirip Bumi dengan atmosfer di luar sana memberi harapan bahwa kehidupan bukanlah sesuatu yang unik hanya ada di Bumi.

Bagi para ilmuwan, ini juga memberi motivasi untuk terus mengembangkan teleskop generasi berikutnya, seperti Habitable Worlds Observatory yang direncanakan NASA. Siapa tahu, dalam beberapa dekade ke depan, kita bisa benar-benar menemukan planet dengan biosfer aktif, planet yang bukan hanya mirip Bumi, tetapi juga dihuni makhluk hidup.

Penemuan indikasi atmosfer di TRAPPIST-1e adalah salah satu momen paling menarik dalam eksplorasi ruang angkasa modern. Meskipun masih terlalu dini untuk menyebutnya “Bumi 2.0”, hasil ini menunjukkan bahwa harapan untuk menemukan dunia yang benar-benar mirip Bumi mungkin bukan sekadar mimpi.

Dengan teknologi pengamatan yang semakin canggih, kita berada di era emas penemuan kosmik. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ada planet seperti Bumi di luar sana, tetapi berapa banyak dari mereka yang menunggu untuk ditemukan.

Baca juga artikel tentang: Mengungkap Misteri: Mengapa Luar Angkasa Tetap Gelap di Tengah Banyaknya Cahaya?

REFERENSI:

Allart, Romain dkk. 2025. NIRPS detection of delayed atmospheric escape from the warm and misaligned Saturn-mass exoplanet WASP-69 b. Astronomy & Astrophysics 700, A7.

Luntz, Stephen. 2025. Earth 2.0? Hints Of First Atmospheric Detection Around An Earth-Like Planet Orbiting Another Star. IFLScience: https://www.iflscience.com/earth-20-hints-of-first-atmospheric-detection-around-an-earth-like-planet-orbiting-another-star-80728 diakses pada tanggal 9 September 2025.

Sun, L dkk. 2025. A temperate 10-Earth-mass exoplanet around the Sun-like star Kepler-725. Nature Astronomy, 1-11.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top