Lompat ke konten

Dunia Mulai Beralih ke Energi Terbarukan, Bagaimana Nasib Industri Fosil?

blank
Print Friendly, PDF & Email

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus yang tersedia di alam. Energi sendiri adalah kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia selain sandang, pangan, dan papan. Dengan energi, manusia bisa memasak, berkendara, dan menerangi rumah.

Energi merupakan ujung tombak berbagai sektor kehidupan manusia seperti untuk pertanian, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan ekonomi. Dari sisi pemanfaatan energi, dunia masih sangat tergantung terhadap energi tak terbarukan alias energi fosil.

Masifnya penggunaan energi fosik membuat bumi diracuni polusi, lingkungan rusak akibat limbah yang dihasilkan, dan emisi gas rumah kaca meningkat. Oleh karena itu, pengembangan energi terbarukan sangat penting untuk ditingkatkan dan terus diagungkan akhir-akhir ini.

Contoh Energi Terbarukan

1. Energi Surya

blank

Salah satu seumber energi terbarukan adalah energi surya. Energi surya berasal dari pancaran sinar matahari. Matahari sendiri adalah komponen utama penggerak kehidupan di bumi. Bukan sekadar menerangi bumi, semua siklus kehidupan di bumi memerlukan matahari seperti adanya angin, fotosintesis, maupun radiasi yang dipancarkan ke bumi.

Energi surya juga merupakan salah satu energi terbarukan dengan sumber yang sangat besar dan melimpah.Energi surya dapat diubah menjadi energi listrik. Salah satu teknologi yang bisa mengubah pancaran sinar matahari menjadi listrik adalah panel surya fotovoltaik. Panel surya ini menyerap sinar matahari dan elektron di dalamnya mengubahnya menjadi energi listrik.

2. Energi Air

blank

Energi air juga merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah di dunia. Sungai-sungai yang ada bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Proses konversi dari energi kinetik aliran air menjadi energi listrik tersusun dalam sistem pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Dalam sistem PLTA, air yang mengalir dimanfaatkan untuk memutar turbin atau kincir. Kincir yang berputar menggerakkan generator sehingga bisa menghasilkan listrik. Teknologi dalam PLTA bisa digunakan untuk skala kecil atau skala besar tergantung potensi ketersediaan energi air.

3. Energi Angin

blank

Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya. Energi angin sangat melimpah di muka bumi dan menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang potensial.

Zaman dahulu, energi angin sudah dimanfaatkan untuk pengairan. Angin memutar kincir yang kemudian menggerakkan pompa untuk menyedot air lantas disalurkan ke titik yang dibutuhkan.

Energi angin bisa diubah menjadi energi listrik melalui sistem pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Dalam PLTB, energi angin memutar turbin atau kincir angin yang mana kincir angin atau turbin ini memutar generator hingga akhirnya menghasilkan listrik.

4. Energi Panas Bumi

blank

Panas bumi merupakan energi panas yang tersimpan dan berasal dari dalam bumi. Energi panas bumi biasanya terletak di kawasan-kawasan yang dilewati cincin api pasifik sebagai contoh Kanada, Italia, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Selandia Baru, dan Indonesia. Pemanfaatan energi panas bumi telah dibunakan sejak zaman dulu untuk penghangat ruangan atau memasak.

Pemanfaatan energi panas bumi sebagai penghasil energi listrik terdapat dalam sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Prinsip kerja PLTP hampir sama dengan prinsip kerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di mana ada uap panas yang digunakan untuk memutar turbin lalu menggerakkan generator. Hanya saja, uap panas yang digunakan pada PLTP adalah uap panas bumi yang telah dipisahkan dari air, yang berasal langsung dari perut bumi.

5. Bio Energi

blank

Bio energi adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari material organik yang mempunyai simpanan energi dari matahari dalam bentuk energi kimia. Di zaman lampau, bio energi sudah sangat familiar. Bio energi yang digunakan sejak masa lampau, yang mungkin juga masih digunakan sebagian hingga kini, adalah kayu bakar.

Kini, sumber bio energi semakin beragam. Ada hasil panen, rumput, kotoran hewan, sampah rumah tangga, hingga limbah pertanian. Selain itu, bio energi juga diubah menjadi bahan bakar cair seperti biodiesel, bioavtur, dan lain-lain.

6. Pasang Surut Air Laut

Foto udara pembangkit listrik energi pasang surut air laut Rance Tidal Power Station di Perancis. Tidal adalah salah satu sumber energi terbarukan.

Energi pasang surut air laut, juga disebut sebagai energi tidal, adalah bentuk dari energi pasang surut air laut yang diubah menjadi energi listrik atau bentuk energi lain yang berguna untuk kehidupan manusia. Sesuai namanya, energi ini memanfaatkan energi pasang surut air laut yang kemudian diubah menjadi bentuk energi lain.

Energi pasang surut air laut rupanya telah dimanfaatkan di Eropa dan pantai timur Amerika Utara. Dalam sistem tersebut, energi pasang surut air lait dikonversikan menjadi energi mekanik dan digunakan untuk menggiling gandum. Baru pada abad ke-19, energi pasang surut air laut mulai digunakan untuk membangkitkan energi listrik.

7. Energi Ombak Laut

blank

Merupakan energi terbarukan yang bersumber dari ombak laut yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Energi listrik dihasilkan dengan memanfaatkan gerakan naik-turun dari ombak laut. Untuk membangkitkan energi listrik, platform yang biasa digunakan untuk mengubah energi ombak menjadi energi listrik adalah turbin atau pelampung yang naik dan turun. Turbin atau pelampung yang naik turun ini digerakkan langsung oleh ombak laut, lantas memutar generator sehingga menghasilkan listrik.

8. Energi Arus Laut

blank

Energi arus laut merupakan energi yang berupa gerakan horizontal massa air laut. Adanya arus laut disebabkan oleh efek pasang surut dan perbedaan suhu dan salinitas air laut. Arus laut ini bisa dimanfaatkan menjadi pembangkit energi listrik. Mekanismenya adalah memanfaatkan energi kinetik dari arus laut untuk memutar turbin.Turbin yang diputar oleh arus laut kemudan memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Potensi arus laut yang besar biasanya terletak di perairan selat.

9. Energi Panas Laut

blank

Pembangkit listrik dari energi panas laut pembangkitan listrik yang memanfaatkan perbedaan suhu antara permukaan laut dengan bawah laut.Nama lain dari sumber energi terbarukan ini adalah ocean thermal energy conversion (OTEC). Pada dekade pertama abad ke-21, teknologi tersebut masih dianggap eksperimental. Bahkan hingga saat ini, belum ada pembangkit listrk dari OTEC komersial yang dibangun. Konsep OTEC pertama kali dikemukakan pada awal 1880-an oleh insinyur asal Perancis, Jacques-Arsene d’Arsonval.

Dalam idenya tersebut, suhu permukaan air laut yang biasanya lebih panas digunakan untuk mendidihkan fluida kerja yang memilik titik didih di bawah titik didih air. Jika sudah mendidih, fluida kerja berubah menjadi fluida gas atau uap dan diteruskan untuk memutar turbin.Turbin inilah yang kemudian memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Setelah uap dari fluida kerja tersebut memutar turbin, maka uap tersebut akan dteruskan ke bawah laut.

Fluida kerja ini lantas menjadi dingin dan bentuknya berubah menjadi cair. Fluida kerja beberbtuk cair lalu dialirkan lagi ke permukaan air laut yang hangat untuk kemudian berubah menjadi fluida gas kemudian memutar turbin kembali.

Bagaimana Nasib Industri Fosil?

Dunia tengah bergerak ke masa transisi energi, semua energi terbarukan yang ramah lingkungan mulai digunakan. Perusahaan minyak dan gas sebagai penghasil energi fosil yang tidak ramah lingkungan pun jadi gelisah.

Mereka pun mencari cara untuk tetap hidup. Memutar arah menjadi industri petrokimia produsen plastik jadi solusinya. Produksi plastik bakal jadi pertumbuhan bisnis utama mereka berikutnya.

“Plastik adalah plan B (rencana kedua) untuk industri bahan bakar fosil,” kata Judith Enck, Pendiri dan Presiden kelompok advokasi nirlaba Beyond Plastics, dilansir dari CNBC, Senin (31/1/2022).

Plastik, yang terbuat dari bahan bakar fosil, akan menggantikan hampir setengah dari pertumbuhan permintaan minyak pada pertengahan abad ini. Ramesh Ramachandran, CEO No Plastic Waste mengatakan saat ini semua perusahaan produsen plastik pasti akan melakukan ekspansi beberapa waktu ke depan. “Setiap perusahaan yang saat ini bergerak di bidang produksi plastik, jika melihat anggaran modal mereka untuk dua hingga tiga tahun ke depan pasti mereka semua berbicara tentang rencana ekspansi,” kata Ramachandran.

Banyak negara maju sudah dibanjiri plastik. Jadi perusahaan bahan bakar fosil dan petrokimia kemungkinan akan mengandalkan negara berkembang di Asia dan Afrika untuk mendorong pertumbuhannya.

Alan Gelder dari Wood Mackenzie memperkirakan bahwa setiap tahun hingga tahun 2050, akan ada 10 juta metrik ton pertumbuhan di pasar petrokimia, yang digunakan untuk membuat plastik dan produk lainnya. Dia mengatakan banyak dari itu akan dikirim ke luar Amerika Serikat. “Tidak ada pertumbuhan permintaan di AS. Tetapi negara ini bisa menjadi tempat di mana fasilitas (pabrik) dibangun untuk memenuhi pertumbuhan permintaan global,” kata Alan Gelder.

Raksasa minyak Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi dan UEA serta Amerika Serikat adalah produsen dan pengekspor bahan baku plastik dan polimer terkemuka. Negara Asia pada umumnya, dan China secara khusus, adalah importir terbesar dari blok bangunan plastik ini.

Masalahnya adalah sebagian besar plastik berakhir mendekam di tempat pembuangan sampah, atau sebagai sampah di darat atau laut. Hanya 9% dari semua plastik yang pernah dibuat telah didaur ulang.

China dulunya mendaur ulang sebagian besar plastik dunia secara menguntungkan, tetapi berhenti menerima impor limbah plastik pada tahun 2018, karena sebagian besar terlalu terkontaminasi untuk digunakan kembali. Jadi sekarang, limbah itu dialihkan ke negara-negara miskin yang tidak memiliki infrastruktur untuk memproses atau mendaur ulangnya.

Afrika mengalami peningkatan empat kali lipat dalam impor sampah plastik pada 2019, setahun setelah China menutup pintunya.

Plastik juga membanjiri India, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam, yang sejak itu menerapkan pembatasan impor mereka sendiri. Tapi AS masih mengirimkan limbahnya ke sana.

REFERENSI

  • ASTM G 173-03, “Standard Tables for Reference Solar Spectral Irradiances: Direct Normal and Hemispherical on 37° Tilted Surface,” ASTM International, 2003.
  • Boyle, G. (ed.),Renewable Energy: Power untuk Masa Depan yang Berkelanjutan. Open University, Inggris, 1996.
  • Demirbas, A. . (2009). “Political, economic and environmental impacts of biofuels: A review”.Applied Energy 86: S108–S117
  • Solar Spectral Irradiance: Air Mass 1.5. National Renewable Energy Laboratory. Diakses tanggal 01 Februari 2022

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Maratus Sholikah
Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *