Gag Reflex : Mekanisme Perlindungan Diri Yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

Gag reflex
blank

Gag reflex atau disebut juga refleks faringeal, merupakan respon tubuh yang berfungsi untuk mencegah menelan melalui kontraksi faring. Pada beberapa kasus, refleks ini mungkin dapat terjadi sangat keras sehingga dapat menimbulkan mual dan muntah. Gag sendiri dapat berarti “mencekik, menahan” ataupun “menutup mulut seseorang dengan sesuatu”.

Gag reflex dipercayai merupakan refleks evolusioner yang terbentuk sebagai suatu metode untuk mencegah aspirasi benda asing, saat ini gag reflex digunakan sebagai salah satu metode penting untuk mengevaluasi batang otak dan dalam mengetahui kematian otak.[1]

Figure, Gag Reflex. Contributed by Shruthi Sivakumar, MBBS] - StatPearls - NCBI Bookshelf

Mekanisme Gag Reflex

Gag reflex dikendalikan oleh jaras nervus glossopharyngeal (IX) dan nervus vagus (X), yang berfungsi untuk menerima dan mengirim rangsang dari mulut menuju ke otak, stimulus yang diberikan pada dinding faring, tonsil, ataupun uvula selanjutnya akan dibawa menuju otak oleh nervus glossopharyngeus menuju nucleus solitarius dan nucleus spinal trigeminal lalu kemudian akan disalurkan kembali menjadi kontraksi otot otot faring oleh nervus vagus dari nucleus ambiguus.[2]

blank

Selain stimulus secara fisik, stimulus juga dapat diberkan secara psikologik. Misalnya, ketika kita memikirkan sesuatu yang menjijikkan, cemas, ataupun hal hal yang membuat kita tidak nyaman, respon ini juga bisa terpicu sehingga kamu akan merasa seperti ingin muntah.[3]

Pengaruh Gag Reflex pada Kehidupan

Respon ini berubah selama kita hidup, pada beberapa bulan pertama kehidupan, otak menganggap semua benda padat itu terlalu keras untuk dicerna sehingga makanan padat apapun akan menyebabkan muntah, pada bayi usia 6 hingga 7 bulan refleks ini mulai berkurang sehingga makanan yang padat dapat dicerna oleh tubuh, pada anak – anak dan orang dewasa reflex ini hanya menganggap benda yang ukurannya terlalu besar untuk dicerna untuk dimuntahkan.[4]

Can a Banana a Day Keep the Doctor Away? The Benefits of Potassium – Vista Knoll Specialized Care

Gag Reflex yang Berlebihan

Pada 10-15% manusia memiliki gag reflex yang terlalu sensitif, hal ini dapat membuat makanan tertentu seperti pisang, kentang tumbuk, ataupun makanan lain membuatnya merasa ingin muntah, dalam kasus parah hal ini dapat mengarah ke malnutrisi. Secara neurologis masih belum dipahami mengapa respon ini bisa terjadi, beberapa ahli berpendapat bahwa orang yang memiliki gag reflex yang terlalu sensitif pada masa kecilnya tidak dikenalkan kepada makanan padat hingga usia 7 bulan, sehingga disarankan untuk memulai proses ini lebih cepat antara bulan ke-5 hingga bulan ke-6 untuk membuat gag reflex berkembang sempurna.[5][6]

Meskipun begitu, paling tidak satu dari tiga orang memiliki refleks gag yang tidak terlalu sensitif, hal ini dapat dipengaruhi oleh kebiasaan, ataupun memiliki ambang batas stimulus yang tinggi sehingga gag reflex sulit untuk dipicu.[7]

Referensi :

1. Park MJ, Byun JS, Jung JK, Choi JK. The correlation of gagging threshold with intra-oral tactile and psychometric profiles in healthy subjects: A pilot study. J Oral Rehabil. 2020 May;47(5):591-598.

2. Bensard, D. D., Beauchamp, K. M., Hurt, R. T., Mcclave, S. A., Mills, A. M., Chen, E. H., . . Beigi, R. H. (2012). Gag Reflex. Encyclopedia of Intensive Care Medicine, 961-963. doi:10.1007/978-3-642-00418-6_416

3. Bailey, E. (2018, August 20). Anxiety-Induced Gagging – Anxiety. Retrieved October 12, 2020, from https://www.healthcentral.com/article/anxietyinduced-gagging-why-it-happens-how-to-stop-it

4. Costa, S. P., Remijn, L., Weenen, H., Vereijken, C., & Schans, C. V. (2017). Exposure to texture of foods for 8-month-old infants: Does the size of the pieces matter? Journal of Texture Studies, 48(6), 534-540. doi:10.1111/jtxs.12271

5. Hajira, N., Khandelwal, P., Sachdeva, H., & Khare, S. (2020). Combating the Hypersensitive Gag Reflex in Patients Undergoing Dental Treatment – A Review. International Journal of Contemporary Medical Research [IJCMR], 7(6). doi:10.21276/ijcmr.2020.7.6.24

Baca juga:

6. Wolchover, N. (2012, August 01). Why Do Bananas Make Some People Gag? Retrieved October 12, 2020, from https://www.livescience.com/34109-soft-food-gag-reflex.html

Artikel Lainnya:

7. Lim, K. S., Hew, Y. C., Lau, H. K., Lim, T. S., & Tan, C. T. (2009). Bulbar Signs in Normal Population. Canadian Journal of Neurological Sciences / Journal Canadien Des Sciences Neurologiques, 36(1), 60-64. doi:10.1017/s0317167100006326

Muhammad Rifqi Haikal
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar