Lubang hitam selama ini sering digambarkan sebagai monster kosmik yang melahap segala sesuatu. Namun bagi para fisikawan, lubang hitam adalah pintu menuju pemahaman terdalam tentang alam semesta. Di balik misterinya, terdapat satu pertanyaan yang belum terjawab selama lebih dari satu abad: apakah teori relativitas umum Einstein benar sepenuhnya dalam kondisi ekstrem, ataukah ada hukum alam tambahan yang belum kita temukan
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di arXiv tahun 2025 oleh Javokhir Sharipov dan rekan-rekannya mencoba menjawab pertanyaan ini melalui pendekatan yang tidak biasa. Mereka meneliti kemungkinan adanya lubang hitam yang tidak mengikuti aturan gravitasi Einstein seutuhnya, melainkan dipengaruhi oleh hukum fisika baru bernama nonlinear electrodynamics atau NED.
Gagasan ini membawa kita pada eksplorasi menarik tentang bagaimana lubang hitam bekerja, apa yang bisa kita lihat darinya, dan bagaimana penelitian ini bisa mengubah pemahaman manusia tentang struktur dasar alam semesta.
Baca juga artikel tentang: Snowball Earth: Tragedi Iklim Terbesar yang Membentuk Kehidupan
Masalah Besar pada Lubang Hitam Versi Sejak Dulu
Menurut teori Einstein, gravitasi merupakan hasil kelengkungan ruang-waktu. Lubang hitam terbentuk ketika sebuah benda sangat masif runtuh ke titik yang sangat kecil, menciptakan wilayah dengan gravitasi yang begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa keluar darinya, termasuk cahaya.
Tetapi ada satu persoalan filosofis sekaligus matematis yang mengganggu para ilmuwan sejak teori itu muncul. Di pusat lubang hitam, persamaan Einstein memprediksi adanya singularitas. Singularitas adalah titik tanpa ukuran dan massa yang terkonsentrasi pada titik tak hingga. Di sana semua hukum fisika yang kita pahami berhenti bekerja.
Bagi ilmuwan, singularitas adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah atau masih belum lengkap dalam teori gravitasi kita. Alam semesta tidak dikenal menciptakan sesuatu yang tak terdefinisi seperti itu.
Inilah celah pertama yang coba diisi oleh fisika alternatif.
Lubang Hitam yang Tidak Mengandung Singularitas
Nonlinear electrodynamics atau NED adalah teori yang memodifikasi perilaku medan elektromagnetik dalam kondisi ekstrem. Teori ini awalnya dikembangkan untuk menyelesaikan masalah tak hingga dalam fisika partikel bermuatan.
Menariknya, ketika prinsip NED diterapkan ke medan gravitasi, muncul kemungkinan konstruksi lubang hitam yang disebut regular black holes. Ini adalah lubang hitam versi baru yang tidak memiliki singularitas. Pusatnya tetap ekstrem, tetapi tetap patuh pada aturan fisika yang dapat dihitung. Tidak ada nilai tak hingga.
Artinya, NED memberikan jalan bagi model lubang hitam yang lebih sehat secara matematis dan mungkin lebih realistis secara fisika.
Bagaimana Mengetahuinya dari Bumi
Masalah besar lainnya adalah bagaimana memeriksa apakah lubang hitam di alam semesta benar-benar sesuai dengan model NED tersebut. Kita tidak mungkin mengirim pesawat ulang-alik mendekati M87 atau Sagitarius A untuk mengukur pusatnya.
Solusinya adalah bayangan lubang hitam atau black hole shadow. Pada 2019, Event Horizon Telescope (EHT) menghasilkan gambar pertama bayangan lubang hitam, yang menjadi salah satu momen bersejarah dalam astrofisika.
Bayangan ini terbentuk ketika cahaya melengkung di sekitar lubang hitam. Bentuk dan ukurannya sangat sensitif terhadap struktur gravitasi di sekitarnya. Lubang hitam dengan hukum fisika nonlinier akan menghasilkan pola bayangan yang sedikit berbeda dari prediksi Einstein.
Sharipov dan tim menganalisis data bayangan dua lubang hitam terkenal
- M87*, lubang hitam supermasif di galaksi M87
- Sagitarius A*, lubang hitam di pusat Bima Sakti
Dari data itu, mereka mencoba mengukur seberapa besar pengaruh NED dalam membentuk struktur lubang hitam tersebut.

Tanda Tanda Fisika Baru Mungkin Sudah Muncul
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peluang kecil tetapi signifikan bahwa medan magnet nonlinier memengaruhi lubang hitam tersebut. Mereka menemukan nilai parameter magnetik yang tidak sepenuhnya cocok dengan model Schwarzschild klasik (model Einstein paling sederhana).
Apa artinya
Kemungkinan pertama, relativitas umum tetap benar, dan pengaruh NED hanya variasi kecil dalam kondisi tertentu.
Kemungkinan kedua, lubang hitam mungkin membawa tanda tanda fisika baru yang belum sepenuhnya kita pahami.
Data bayangan yang ada saat ini belum cukup akurat untuk memastikan salah satunya. Namun, ketidaksesuaian kecil dalam data sering kali menjadi bibit penemuan revolusioner.
Mengapa Plasma Penting
Penelitian juga memperhitungkan faktor plasma, yaitu gas terionisasi yang mengelilingi lubang hitam. Plasma memodifikasi cara cahaya melengkung di dekat lubang hitam. Dengan memahami interaksi ini, para ilmuwan dapat lebih akurat menebak apakah efek aneh yang terlihat berasal dari struktur gravitasi atau hanya dari lingkungan gas di sekitarnya.
Seperti memandangi bayangan seseorang di bawah lampu taman, kita harus tahu apakah bentuk bayangan itu karena tubuhnya atau karena lampunya yang berkedip.
Masa Depan Pengujian Teori Gravitasi
Untungnya, teknologi observasi astronomi berkembang semakin cepat. Penelitian ini menyoroti bahwa berbagai misi masa depan dapat memberi jawaban yang lebih jelas, misalnya
• Event Horizon Telescope generasi berikutnya
• Teleskop sinar X beresolusi super tinggi
• Misi LISA (Laser Interferometer Space Antenna)
Dengan alat ini, kita akan dapat melihat detail struktur lubang hitam yang belum pernah terjangkau sebelumnya.
Jika hasilnya nanti mendukung model NED, maka kita akan menyaksikan perubahan paradigma besar dalam fisika, setara dengan revolusi yang dimulai Einstein.
Pertarungan Dua Raksasa Sains
Relativitas umum adalah salah satu teori paling sukses dalam sejarah sains. Namun, teori ini tidak sepenuhnya cocok dengan teori lain yang juga sangat sukses, yaitu mekanika kuantum. Dua teori besar ini masih belum bisa digabungkan secara mulus.
Lubang hitam adalah arena untuk menilai siapa yang benar atau apakah keduanya perlu direvisi.
Penelitian NED adalah salah satu usaha untuk menjembatani jurang tersebut. Jika terbukti benar, maka fisika akan menemukan cara baru untuk memahami alam semesta, dari skala terkecil hingga yang terbesar.
Lubang hitam selama ini dianggap sebagai batas pemahaman manusia. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa batas itu mulai terkikis. Dengan menggabungkan teori alternatif seperti nonlinear electrodynamics dan bukti observasional dari teleskop canggih, para ilmuwan membuka peluang baru untuk memahami apa yang terjadi di inti terdalam lubang hitam.
Mungkin suatu hari kita dapat menyatakan bahwa singularitas hanyalah kesalahan dalam persamaan lama. Alam semesta tidak penuh dengan titik tak terdefinisi, tetapi sepenuhnya dapat dipahami jika kita melihatnya dengan hukum fisika yang benar.
Perjalanan manusia untuk mengungkap misteri gravitasi baru saja dimulai.
Baca juga artikel tentang: Dari Kabut Metana ke Planet yang Terbakar: Sejarah Api di Bumi
REFERENSI:
Sharipov, Javokhir dkk. 2025. Nonlinear electrodynamic black holes and their role in testing modified theories of gravity. arXiv preprint arXiv:2504.01651.

