Pengembangan Biopresipitasi dengan Mikroba Dirgantara

Indonesia memiliki potensi dirgantara yang luar biasa. Potensi wilayah Indonesia yang diapit oleh dua benua besar -Asia dan Australia- adalah […]

blank

Indonesia memiliki potensi dirgantara yang luar biasa. Potensi wilayah Indonesia yang diapit oleh dua benua besar -Asia dan Australia- adalah hal yang strategis. Indonesia menjadi penghubung antara kedua wilayah tersebut. Bukan tidak mungkin, Indonesia mendapatkan keuntungan dalam segi transportasi maupun bidang lainnya. Keuntungan dalam segi iklim, Indonesia tidak mengalami kondisi yang terlalu ekstrem karena berada dalam daerah tropis. Tentu Indonesia sebagai wilayah yang menjadi perbatasan antara benua Asia dan Australia memiliki biodiversitas yang luar biasa. Dalam kajian ekologi, Indonesia bisa dikatakan sebagai wilayah ekoton yang mana suatu wilayah yang memiliki biodiversitas yang tinggi karena menjadi wilayah perbatasan, entah itu dalam segi tinjauan antara dua benua ataupun dalam tinjauan garis khatulistiwa. Berbagai flora dan fauna unik yang berada di Indonesia menjadi ekspresi atas daerah Indonesia yang strategis.

Oleh karena itu wilayah perbatasan yang menjadi penyebab adanya biodiversitas yang tinggi, bukan tidak mungkin kalau potensi udara di Indonesia memiliki beragam mikroba bermanfaat. Mikroba udara yang bermanfat dalam berbagai kajian bidang ilmu. Gampangannya seperti ini, coba perhatikan titik-titik air yang jatuh dari langit. Tanah yang dulunya kering berdebu, maka apabila terkena sekali hujan saja akan tumbuh berbagai rumput liar. Apakah gerangan yang terjadi? Bagaimana jika dalam kasus yang sama, tanah kering berdebu diberikan air biasa, maka hasilnya tidak seperti yang terkena air hujan. Aneh bukan?

Ada apa dengan air hujan? Mengapa memiliki perbedaan pengaruh daripada air biasa? Dalam kajian Islam, air hujan mengandung nilai-nilai keberkahan. Hujan merupakan salah satu kenikmatan yang sebaiknya disyukuri. Pasti terdapat beberapa hikmah yang bisa dijadikan pelajaran tentang kandungan tersembunyi dalam air hujan. Setiap tetes air hujan merupakan rahmat. Apabila air hujan tidak mampu dikelola dengan baik, maka akibatnya adalah munculnya bencana banjir atau tanah longsor.

Di dalam setetes air hujan yang turun turut mengandung berbagai protein-protein yang dihasilkan oleh kumpulan mikroba nukleasi es. Mikroba nukleasi es adalah mikroba yang memiliki kemampuan khusus mampu membentuk inti es. Inti es inilah yang menyebabkan meningkatkan kejenuhan uap air di awan sehingga memperbesar potensi turunnya hujan. Potensi mikroba nukleasi es dalam keperluan praktis meliputi: pembuatan salju, pembekuan makanan, perubahan cuaca, dan hujan buatan. Belum lagi potensi yang belum ditemukan.

blank
Ilustrasi Mikroba
Sumber: Wikipedia

Sebenarnya belum banyak tentang kajian kandungan dalam satu tetes air hujan. Apakah terdapat molekul-molekul yang lainnya? Sementara ini belum tahu, belum tahu hingga kemudian ditemukan temuan tentang kandungan sebenarnya. Pastinya potensi ini harus dimanfaatkan sedemikian rupa.

Hal yang belum begitu terpikirkan adalah bagaimana cara untuk mengisolasi mikroba nukelasi es yang berada di dalam awan. Melihat berbagai potensi-potensi yang ada. Sekali lagi, Indonesia sebagai kawasan strategis dan secara ekologis disebut ekoton, maka sudah menjadi kewajiban untuk mulai memperhatikan potensi dirgantara Indonesia dalam hal biodiversitas mikroba nukleasi es.

Referensi:

Octavia, B., Yuwono, T., & Taftazani, A. (2018). Isolasi dan Identifikasi Molekular Bakteri Toleran Uranium yang Berpotensi dalam Biopresipitasi Uranium. GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir21(1), 45-53.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *