Peranan Penting Gizi Dalam Menjaga Kesehatan Pada Masa Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 merupakan siatusi yang tak pernah terpikirkan akan terjadi oleh kita sebelumnya, namun sejak merebaknya kasus pneumonia di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok yang disebabkan oleh coronavirus baru pada bulan desember 2019 timbullah penyakit baru berupa infeksi COVID-19. Penyebaran virus ini sangatlah pesat kurang dari satu bulan penyebaran COVID-19 sudah sampai keluar negeri yaitu Korea Selatan, Thailand dan Jepang. Di Indonesia sendiri kasus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 2 Maret 2020. Penambahan kasus COVID-19 masih berlangsung sampai saat ini. Pada bulan Oktober 2020 terkonfirmasi sebanyak 404.038 kasus positif per 29 Oktober 2020.

Berbagai cara untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi COVID-19 oleh berdasarkan anjuran oleh Kemenkes dengan cara lebih sering mencuci tangan memakai sabun dan hand sanitizer, melakukan aktivitas fisik, menutupi mulut dengan lengan saat batuk, mengurangi aktivitas diluar rumah serta memakai masker apabila keluar rumah dan yang terakhir penuhi asupan zat gizi seimbang serta konsumsi multivitamin.

Pencegahan infeksi dari segi gizi perlu di upayakan. Gizi adalah komponen zat-zat yang terdapat didalam makanan. pengertian dari zat gizi itu sendiri adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya seperti menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan. Perlunya menerapkan pola konsumsi gizi seimbang penting untuk menjaga kesehatan apalagi saat masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, agar tidak terjadi gizi kurang yang dapat meningkatkan resiko kejadian peyakit infeksi ataupun gizi lebih yang dapat berisiko menyebabkan penyakit degeneratif.

Sudahkah kamu mengenal gizi seimbang atau masih berpatokan kepada slogan 4 Sehat 5 Sempurna ? Hello kalau iya kamu masih menerapkan pola konsumsi 4 sehat 5 sempurna ini sudah kuno dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu dan permasalahan gizi dewasa ini sehingga perlu diperbarui dengan slogan dan visual yang sesuai dengan kondisi saat ini yaitu dengan slogan gizi seimbang. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Pedoman Gizi Seimbang

Gizi seimbang perlu dijadikan sebagai pedoman dalam mengonsumsi makanan juga dengan memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) terbaru tahun 2019 untuk menentukan jumlah konsumsi energi, lemak, protein dan karbohidrat harian kita sesuai dengan umur dan memperhatikan berat badan. Pada slogan gizi seimbang ini lebih ditekankan juga untuk mengonsumsi buah dan sayur dibandingkan dengan slogan 4 sehat 5 sempurna.

Selain itu perlunya konsumsi multivitamin yang memiliki kandungan berupa antioksidan berdasarkan berbagai penelitian dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia apalagi pada masa pandemi COVID-19 kita sangat membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat agar dapat terhidar dari infeksi coronavirus. Selain menerapkan pedoman gizi seimbang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang kompleks didapatkan melalui mengonsumsi sumber vitamin A, C, D E, B6, B12, zink, zat besi dan selenium.

vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada manusia dan hewan. Retinol memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B selain status vitamin A sering dihubungkan dengan resiko penyakit infeksi pernapasan. Sumber vitamin A terdapat pada sayuran berwarna hijau tua serta sayuran dan buah-buahan yang bewarna jingga-kekuningan seperti daun singkong, daun kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, wortel, tomat, jagung kuning, pepaya, nangka masak, mangga dan jeruk.

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan terhadap infeksi, kemungkinan ini disebabkan karena pemeliharaan terhadap membran mukosa atau pengaruh terhadap fungsi kekebalan. Vitamin C memiliki aktivitas antioksidan dan dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan. sumber vitamin terdapat pada pangan nabati yaitu sayur dan buah-buahan terutama yang memiliki rasa asam seperti jeruk, nenas, rambutan, pepaya, gandaria dan tomat. didalam sayuran daun-duan dan jenis kol seperti daun singkong, daun katuk, daun pepaya dan daun melinjo.

Vitamin D selain berperan penting pada pembentukan tulang dengan bantuan sinar matahari ia juga dapat meningkatkan imunitas seluler, sebagian dengan mengurangi badai sitokin yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh bawaan. sumber vitamin D yaitu makanan hewani dalam bentuk kolekalsiferol yaitu kuning telur, hati dan minyak hati-ikan.

vitamin E memiliki fungsi utama sebagai antioksidan yang larut dalam lemak serta memiliki fungsi merangsang kekebalan. sumber vitamin E adalah minyak tumbuh-tumbuhan, terutama minyak kecambah gandum dan biji-bijian. Minyak kelapa dan zaitun, sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin E yang baik.

zat gizi mineral seperti Zink, Selenium dan Zat besi, berperan dalam fungsi kekebalan yaitu dalam fungsi sel T dan pembentukan antibodi oleh sel B, selenium dengan vitamin E berperan serta dalam sistem enzim sebagai antioksidan dan melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif. Sumber zat besi yaitu makanan hewani seperti daging, ayam, telur, serelia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau dan beberapa jenis buah, sumber zink terdapat pada daging, hati, kerang dan telur selanjutnya sumber selenium yang utama yaitu makanan laut, hati dan ginjal, kandungan selenium juga serelia, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Daftar pustaka/rujukan :

  • Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical Features of Patients Infected with 2019 Novel Coronavirus In Wuhan, China. The Lancet. 2020;395(10223):497-506.
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Situasi virus COVID-19 di Indonesia 2020 [Available from: https://covid19.go.id/]
  • file:///C:/Users/ASUS/AppData/Local/Temp/82548564-Pedoman%20Umum%20Gizi%20Seimbang.pdf
  • Almatsier, Yunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Putaka Utama
  • Indriyanti, Anita, Yuke Andrianne. COVID-19 dan Alternatif Penggunaan Vitamin dan Herbal. Pusat Penerbitan Unisba (P2U) LPPM UNISBA; 2020.

Warung Sains Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *