Teh herbal semakin menarik perhatian masyarakat yang ingin hidup lebih sehat tanpa bergantung pada minuman berkafein tinggi atau gula berlebih. Salah satu inovasi yang berkembang pesat datang dari perpaduan daun pluchea, bunga telang, dan teh hijau. Penelitian terbaru pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kombinasi ketiganya mampu menghasilkan minuman herbal dengan aktivitas antioksidan tinggi sekaligus rasa dan warna yang lebih disukai konsumen.
Daun pluchea telah lama digunakan sebagai bahan teh herbal tradisional di beberapa wilayah Asia. Tanaman ini dikenal memiliki manfaat kesehatan, terutama sebagai antioksidan alami. Namun, teh pluchea murni sering kali memiliki warna yang kurang menarik dan aktivitas antioksidan yang relatif rendah. Hal ini menjadi tantangan bagi pengembang produk herbal yang ingin menjangkau konsumen lebih luas.
Baca juga artikel tentang: Menyelamatkan Phewa, Menyelamatkan Sumber Kehidupan di Nepal
Bunga telang kemudian hadir sebagai solusi alami untuk masalah warna. Kelopak bunga telang mengandung antosianin, pigmen alami yang memberikan warna biru cerah dan dikenal memiliki sifat antioksidan. Ketika bunga telang ditambahkan ke teh pluchea, warna minuman menjadi lebih menarik dan nilai fungsionalnya meningkat. Meski demikian, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan bunga telang saja belum cukup untuk meningkatkan aktivitas antioksidan secara signifikan.
Di sinilah peran teh hijau menjadi penting. Teh hijau terkenal sebagai salah satu sumber antioksidan terbaik, terutama karena kandungan katekin dan flavonoidnya yang tinggi. Senyawa ini berperan dalam menangkal radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh dan berkontribusi terhadap penuaan dini serta berbagai penyakit kronis. Para peneliti kemudian mengajukan pertanyaan sederhana namun penting. Apakah teh hijau mampu meningkatkan kualitas teh herbal pluchea dan bunga telang secara menyeluruh.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti merancang eksperimen dengan mencampurkan bubuk teh hijau, bubuk daun pluchea, dan bubuk bunga telang dalam berbagai perbandingan. Rasio yang diuji cukup beragam, mulai dari campuran tanpa teh hijau hingga campuran dengan dominasi teh hijau. Semua formulasi kemudian diuji aktivitas antioksidannya, kandungan senyawa bioaktif, serta sifat sensorinya seperti warna, aroma, dan rasa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan teh hijau memberikan dampak yang sangat nyata. Campuran dengan rasio sekitar delapan puluh persen teh hijau dan dua puluh persen daun pluchea menghasilkan peningkatan aktivitas antioksidan tertinggi. Nilai antioksidan yang diukur menggunakan metode DPPH menunjukkan kemampuan yang jauh lebih baik dalam menangkal radikal bebas dibandingkan teh pluchea dan bunga telang saja.
Selain itu, kandungan fenolik dan flavonoid total dalam campuran ini juga meningkat secara signifikan. Fenolik dan flavonoid merupakan kelompok senyawa alami yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan, melindungi sel dari stres oksidatif, dan mendukung fungsi sistem imun. Dengan kata lain, penambahan teh hijau tidak hanya mempercantik minuman, tetapi juga meningkatkan manfaat kesehatannya secara nyata.
Menariknya, peningkatan kualitas tidak hanya terjadi pada aspek kimiawi, tetapi juga pada aspek sensorik. Panelis yang mencicipi berbagai formulasi teh herbal memberikan penilaian lebih tinggi pada warna minuman dengan tambahan teh hijau. Warna biru dari bunga telang berpadu dengan karakter teh hijau sehingga menghasilkan warna yang lebih seimbang dan menarik secara visual. Warna menjadi faktor penting karena sering kali menjadi kesan pertama sebelum seseorang mencicipi minuman.
Dari segi aroma dan rasa, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan teh hijau tidak menurunkan tingkat kesukaan konsumen. Bahkan, pada beberapa formulasi, aroma terasa lebih segar dan rasa lebih ringan dibandingkan teh pluchea murni. Hal ini penting karena minuman herbal sering kali menghadapi tantangan berupa rasa pahit atau aroma yang terlalu kuat. Teh hijau membantu menyeimbangkan karakter rasa tanpa menghilangkan identitas herbalnya.
Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana formulasi yang tepat dapat meningkatkan nilai produk herbal. Bukan sekadar mencampur bahan secara acak, tetapi memilih proporsi yang mampu memaksimalkan manfaat kesehatan dan penerimaan konsumen. Rasio tertentu terbukti lebih efektif dibandingkan rasio lain, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi panduan praktis bagi industri minuman fungsional.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, temuan ini cukup menjanjikan. Minuman herbal dengan aktivitas antioksidan tinggi berpotensi membantu masyarakat dalam mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan stres oksidatif, seperti penyakit jantung dan gangguan metabolik. Meski demikian, peneliti tetap menekankan bahwa teh herbal bukanlah obat, melainkan bagian dari pola hidup sehat yang seimbang.
Selain manfaat kesehatan, inovasi ini juga memiliki nilai ekonomi. Bunga telang dan daun pluchea relatif mudah dibudidayakan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Dengan menambahkan teh hijau sebagai bahan pendukung, produsen lokal dapat menciptakan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar minuman sehat. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan usaha berbasis tanaman lokal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah dapat membantu memaksimalkan potensi bahan alami. Perpaduan teh hijau, daun pluchea, dan bunga telang bukan hanya soal warna yang cantik, tetapi juga tentang bagaimana sains merancang minuman yang lebih bermanfaat dan disukai. Ke depan, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji manfaatnya dalam jangka panjang pada manusia. Namun, hasil awal ini sudah memberikan gambaran jelas bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kesehatan dan industri pangan fungsional.
Baca juga artikel tentang: Dari Jagung Jadi Plastik: Revolusi Material Ramah Lingkungan
REFERENSI:
Widyawati, Paini S dkk. 2025. The Potency of Green Tea Powder in Enhancing the Antioxidant Activity and Sensory Properties of Pluchea-Butterfly Pea Flower Herbal Tea. Tropical Journal of Natural Product Research 9 (11).

