Meningkatkan Efektivitas Belajar dan Membangun Second Brain dengan RemNote

Print Friendly, PDF & Email

Halo sobat warstek! Sering merasa sudah baca banyak buku tapi tidak ada yang dapat diingat? Sepertinya sudah belajar banyak, tapi hanya ingat sedikit? Mengapa sudah lupa materi semester 2 padahal sekarang masih semester 3? Merasa punya banyak ide-ide bagus tapi seringnya malah lupa dan tidak bisa mewujudkannya? Punya banyak materi yang harus dihapal tapi bingung bagaimana cara mengingat banyak hal secara efektif?

Nah, artikel ini akan memberi tips ampuh untuk sobat warstek.

Udah tahu belum istilah “Second Brain”? Apa itu? Mengapa harus RemNote? Bukan remote ya, tapi RemNote. Yuk, langsung baca untuk info detailnya!

Kita tahu bahwa kita sedang berada di era banjir informasi. Kamu mendapatkan berbagai informasi baru melalui email, pesan teks, aplikasi, artikel, buku, podcast, webinar, dan banyak sumber informasi lain yang mengisi kepala kamu dengan gelombang informasi yang besar setiap hari. Terminologi efektif zaman sekarang lebih merujuk kepada pengembangan sebuah sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan kamu. Second brain adalah jawaban untuk hal ini.

Membangun second brain adalah metodologi untuk menyimpan dan mengingat ide, inspirasi, wawasan, dan koneksi antara semua hal yang telah kamu dapat dari pengalaman hidup secara sistematis. Sederhananya, adalah membangun sistem untuk manajemen segala pengetahuan yang kamu miliki di luar kepala kamu, dengan menggunakan teknologi sebagai alat.

Metodologi ini tidak hanya untuk melestarikan atau menyimpan ide-ide saja, namun tujuan utamanya adalah untuk mengubahnya menjadi kenyataan, sehingga ide-ide yang kamu punya dapat terwujud dan tidak hanya menjadi ide-ide yang terlupakan. Manajemen pengetahuan yang baik akan dapat membuat otak berpikir lebih mudah, sehingga informasi-informasi tersebut pada akhirnya akan dapat ditindaklanjuti dengan baik. Second brain adalah penyimpanan digital eksternal, yang berisi hal-hal yang kamu pelajari dan berisi referensi atau sumber asal informasi tersebut. Dengan melepaskan atau menuliskan informasi yang kamu punya secara sistematis ke dalam second brain, kamu membebaskan otak biologis kamu untuk berimajinasi dan menciptakan sesuatu tanpa harus bingung mengingat seluruh informasi secara detail.

Second brain berfungsi sebagai perpanjangan dari pikiranmu, tidak hanya melindungimu dari masalah utama otak yaitu “lupa”, namun juga memperkuat upayamu supaya dapat menjadi lebih kreatif.

Lalu, bagaimana cara membangun second brain?

Ada tiga tahap dalam membuat second brain, yaitu:

  1. Mengingat

Dalam tahap ini, kamu harus menyaring informasi penting dan menarik yang akan kamu simpan di second brain.

2. Menghubungkan

Selanjutnya, di tahap ini, kamu harus menyaring dan meringkas catatan tentang semua pengetahuan atau ide-ide yang kamu miliki dan hubungkan dengan apa tujuanmu di masa depan saat melihat catatan ini, sehingga dapat ditemukan dan dicerna dengan mudah di kemudian hari.

3. Menciptakan

Tujuan akhir dari second brain adalah mengubah pengetahuan menjadi suatu tindakan yang efektif, sehingga tujuan utamamu dapat tercapai. Dengan mengumpulkan seluruh informasi yang telah kamu dapat secara sistematis, informasi ini nantinya akan mampu menginspirasi, mendukung, dan dapat menjadi panduan yang berguna di kemudian hari.

Nah, lalu bagaimana cara menjalankan konsep belajar efektif dan membangun second brain dalam waktu yang bersamaan?

RemNote adalah salah satu jawaban yang tepat yang dapat menjawab dua masalahmu di saat yang bersamaan, yaitu membangun second brain dan meningkatkan efektivitas dalam belajar. RemNote adalah aplikasi yang berguna sebagai alat untuk mencatat yang dilengkapi dengan fitur spaced-repetition, sehingga pengetahuanmu dapat kamu baca ulang sesuai yang kamu inginkan dalam jeda waktu tertentu. Selain itu, RemNote juga dapat digunakan untuk mengkategorisasikan pengetahuan dengan baik, karena kamu dapat meletakkan referensi, backlink, dan memecah setiap idemu menjadi lebih detail.

Menurut psikolog Jerman, Hermann Ebbinghaus, dalam percobaannya tentang memori dan kemampuan mengingat, membuktikan bahwa teknik spaced-repetition adalah metode yang ampuh untuk mengingat. Secara sederhana, ini adalah metode untuk mengulang materi pelajaran, kuliah, atau pengetahuan apapun dengan jeda waktu tertentu, saat kita sudah mulai lupa. Akibatnya, kurva lupa kita akan semakin mendatar, sehingga pengetahuan yang sudah kamu dapat tidak akan pernah kamu lupakan.

blank
Forgetting Curve oleh Hermann Ebbinghaus (diakses dari elearningindustry.com)

Kamu dapat menerapkan metode spaced-repetition dengan cara membuat flashcard di RemNote sambil membuat catatan dalam waktu yang bersamaan. Bahkan, kamu juga bisa mengkoneksikan antar catatan, sehingga kamu bisa membangun sebuah sistem pengetahuan yang terstruktur, pengetahuanmu akan menjadi lebih komprehensif karena terhubung satu sama lain. Kombinasi fitur utama yaitu spaced-repetition dan active recall akan mampu mempercepat proses belajar dan peluang untuk lupa terhadap pengetahuan tersebut menjadi lebih sedikit.

blank
Tampilan Remnote Penulis
blank
Tampilan Halaman Utama Website Remnote

Tampilan RemNote juga sangat sederhana. Oleh karena itu, kamu bisa mempelajari fitur dan cara menggunakannya dengan cepat. Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam meningkatkan efektivitas belajar sekaligus dapat menjadi pilihan sebagai second brain. Selamat mencoba!

Referensi:

  1. https://fortelabs.co/blog/basboverview/ diakses 1 Maret 2021
  2. https://collegeinfogeek.com/spaced-repetition-memory-technique/ diakses 1 Maret 2021
  3. https://www.lifehack.org/851026/spaced-repetition diakses 1 Maret 2021
  4. https://www.remnote.io/about diakses 1 Maret 2021
  5. https://elearningindustry.com/forgetting-curve-combat diakses 1 Maret 2021

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *