Ada Apa Sebelum Big Bang? Ini Jawaban Peraih Nobel Fisika, Roger Penrose

Alam semesta bermula 13,8 miliar tahun yang lalu dalam sebuah ledakan yang disebut Big Bang. Lantas apa yang terjadi sebelum Big Bang? Jawaban atas pertanyaan ini masih menjadi topik spekulasi. Berangkat dari teorema singularitas yang dilontarkan oleh peraih Nobel fisika 2020, Roger Penrose, sebagian fisikawan meyakini bahwa tidak ada yang terjadi sebelum Big Bang sebab Big Bang adalah awal mula adanya waktu sehingga tidak ada istilah “sebelum” Big Bang. Namun, empat puluh tahun kemudian, Penrose mengatakan bahwa mungkin ada sesuatu yang terjadi sebelum Big Bang. Apakah itu? Apa yang terjadi sebelum Big Bang? Simak uraian berikut.

Alam semesta sebelum alam semesta

Tahun 2005, Roger Penrose, melalui teorinya yang disebut dengan Confomal Cyclic Cosmology (CCC) menyatakan bahwa alam semesta kita abadi, tidak memiliki awal dan akhir. Big Bang bukan awal mula segalanya. Big Bang memang peristiwa besar tetapi bukan sebuah permulaan. Ada sesuatu yang mendahuluinya. Sesuatu itu, menurut teori CCC adalah alam semesta lain yang telah mati.

Alam semesta lain ini sama seperti alam semesta kita. Ada planet, bintang, galaksi, lubang hitam, bahkan mungkin juga kehidupan. Ia juga mengalami pengembangan, semakin bertambah besar seiring berjalannya waktu. Pengembangan ini mengalami percepatan sampai akhirnya galaksi-galaksi terpisah jauh satu sama lain. Bintang-bintang pada akhirnya padam dan alam semesta menjadi gelap dan dingin. Yang tersisa hanyalah lubang hitam. Lubang hitam ini pada akhirnya juga akan menguap dan lenyap. Menyisakan partikel-partikel tak bermassa.

Menurut teori relativitas, partikel tak bermassa seperti foton, tidak mengalami jalannya waktu. Dari sudut pandang partikel tak bermassa ini, waktu dan ukuran panjang maupun lebar tidaklah bermakna. Tidak ada istilah “besar” dan “kecil”. Hal ini memungkinkan kita untuk menyambungkan awal alam semesta kita (Big Bang) dengan akhir alam semesta sebelumnya. Begitu pula dengan akhir alam semesta kita. Akhir alam semesta kita bisa disambung dengan awal alam semesta setelahnya. Begitu seterusnya sehingga terbentuklah siklus kelahiran dan kematian alam semesta secara terus menerus tanpa awal maupun akhir. Inilah asal usul istilah cyclic dalam teori CCC.

blank
Gambar 1. Teori Conformal Cyclic Cosmology (physicsworld.com)

Saingan bagi teori inflasi kosmik

Sesaat setelah kelahirannya, alam semesta mengalami periode pengembangan yang sangat cepat yang dikenal dengan istilah inflasi kosmik. Alam semesta yang semula sangat kecil tiba-tiba menjadi sangat besar, seratus juta miliar miliar kali lebih besar hanya dalam waktu sepermiliar miliar miliar miliar detik. Inilah yang saat ini diyakini oleh para fisikawan, kecuali Roger Penrose dan segelintir fisikawan lainnya. Nyatanya, teori alam semesta siklis yang dicetuskan olehnya itu merupakan saingan teori inflasi.

Menurut Penrose, teori inflasi kosmik memiliki satu kelemahan penting yang membuat dirinya tidak bisa menerima teori tersebut. Satu kelemahan ini berkaitan dengan hukum kedua termodinamika, yakni tentang entropi atau derajat ketidakteraturan alam suatu sistem. Menurut hukum kedua termodinamika, entropi alam semesta selalu bertambah. Ini artinya entropi pada saat terjadinya Big Bang adalah yang paling minimum. Apa maknanya? Maknanya adalah bahwa Big Bang hanya bisa terjadi jika kondisi awal alam semesta disetting sedemikian tepatnya. Teori inflasi tidak bisa menjelaskan mengapa kondisi awal alam semesta harus seperti itu.

Dalam teori CCC, jawaban atas pertanyaan ini terdapat di lubang hitam. Jauh di masa depan, alam semesta kita akan didominasi oleh lubang hitam. Dengan demikian entropi alam semesta dapat dihitung dengan cara menghitung entropi lubang hitam. Masalahnya, lubang hitam pada akhirnya akan menguap melepaskan radiasi yang bernama Radiasi Hawking. Pada proses penguapan itu informasi yang sebelumnya ditelan oleh lubang hitam akan menghilang. Hilangnya informasi ini membuat kita tidak bisa menghitung entropi alam semesta sehingga bisa kita katakan bahwa entropi alam semesta pada saat kematiannya adalah nol. Karena kematian alam semesta disusul oleh kelahiran alam semesta yang baru, Big Bang yang baru, maka entropi pada saat terjadinya Big Bang adalah nol. Masalah terpecahkan.

Apa buktinya?

Apa buktinya bahwa alam semesta ini siklis? Adakah jejak yang ditinggalkan oleh alam semesta sebelum kita? Dalam teori CCC, tidak ada singularitas di Big Bang. Artinya waktu terus bersambung dari masa lalu sampai masa depan. Hal ini memungkinkan beberapa peristiwa sebelum Big Bang yang efeknya dapat kita amati saat ini. Salah satu peristiwa tersebut adalah penguapan lubang hitam. Foton-foton yang dipancarkan oleh lubang hitam akan meninggalkan jejak pada peta radiasi latar gelombang kosmik. Jejak ini berupa lingkaran-lingkaran dengan temperatur yang lebih tinggi daripada sekitarnya. Lingkaran-lingkaran ini diberi nama Hawking point. Setelah dilakukan analisa komputer pada data WMAP dan satelit Planck, hasilnya mengejutkan. Kabar gembira bagi Roger Penrose, lingkaran-lingkaran yang dicarinya ditemukan.

Mungkinkah alam semesta kita benar-benar abadi dalam suatu siklus yang terus berulang? Kita belum tahu pasti jawaban dari pertanyaan ini. Saat ini, teori CCC masih kalah populer dari teori inflasi. Masih banyak kritikan dari para fisikawan yang belum berhasil diatasi oleh teori ini. Namun siapa yang tahu? Dulu sewaktu Roger Penrose menyatakan bahwa lubang hitam merupakan prediksi kuat dari teori relativitas umum, tidak banyak fisikawan yang mempercayainya. Namun kini kita tahu bahwa lubang hitam benar-benar ada di dunia nyata dan tidak hanya seni matematika di atas kertas.

REFERENSI:

  • Penrose, Roger. 2012. The Basic Ideas of Conformal Cyclic Cosmology. AIP Conf. Proc. 1446, 233 (2012);
  • Barbour, Julian. 2010. Inside Penrose’s universe. https://physicsworld.com/a/inside-penroses-universe/ diakses 11 November 2020
  • Copernicus Center for Interdisciplinary Studies. Sir Roger Penrose, Aeons before the Big Bang (Copernicus Center Lecture 2010). https://www.youtube.com/watch?v=4YYWUIxGdl4 diakses pada 11 November 2020
  • Norrudin, Wahyu. 2020. Cosmic Origin; 7000 Tahun Pencarian Asal-Usul Alam Semesta. Yogyakarta: Megalitera
  • Penrose, Roger et al. 2020. Apparent Evidence for Hawking Points in the CMB Sky. arXiv:1808.01740 [astro-ph.CO]

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 1

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Artikel Berhubungan:

2 tanggapan pada “Ada Apa Sebelum Big Bang? Ini Jawaban Peraih Nobel Fisika, Roger Penrose”

  1. Saya habis baca Brief History of Time-nya Stephen Hawking. Terus pusing sendiri, terutama waktu masuk bab awal mula semesta. Bagi saya, teori inflasi kosmik jauh lebih mudah dipahami daripada CCC. 1. penguapan lubang hitam bukan menjadi bukti CCC, apa hubungannya coba? 2. Bagaimana bisa semesta yang telah ekspansi dan mati, jadi black hole, menguap, kemudian membentuk singularitas baru? kemudian big bang lagi? apakah semua partikel hasil penguapan black hole, yang tidak bermassa akan menyatu kembali? tertarik oleh gaya apakah?? Bingung.

    Terima kasih

  2. SUBHANALLAH, PENCIPTAAN ALAM SEMESTA TEORI AL QURAN, PENGGULUNGAN LEMBARAN KERTAS VERSUS TEORI BIG BANG!

    AL QURAN MEMBERI INFORMASI ILMIAH TENTANG PENCIPTAAN ALAM SEMESTA, LANGIT DAN (PLANET) BUMI SERTA ISI BENDA-BENDA LANGITNYA!

    TERNYATA DUNIA SAINS MEMBENARKAN HAKIKAT KEBERADAAN BENDA-BENDA LANGIT YANG POKOK TERDIRI DARI BINTANG, PLANET DAN SATELITNYA!

    Penciptaan Alam Semesta: Teori Penggulungan Lembaran Kertas

    “….. (Malaikat berkata): “Inilah (HARI KIAMAT)-mu yang telah dijanjikan kepadamu”.

    (Yaitu) pada hari Kami GULUNG LANGIT sebagai MENGGULUNG LEMBARAN-LEMBARAN KERTAS. Sebagaimana Kami (dulu) telah MEMULAI PENCIPTAAN PERTAMA (ALAM SEMESTA) begitu pula-lah Kami akan mengulanginya (pada HARI KIAMAT). Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya. [SQS. Al-Anbiya, 21:103-104]

    Planet BUMI ciptaan-Nya yang pertama:

    قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَندَادًا ۚ ذَٰلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    Katakanlah (Hai Muhammad): “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan (planet) BUMI dalam dua masa dan (lalu) kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. (SQS. Fussilat, 41:9-10)

    Penciptaan dan penyempurnaan LANGIT menjadi 7 (tujuh) langit adalah kedua yang semula masih berupa DUKHAN (asap) barulah dihiasi lagi dengan gugusan-gugusan (galaksi-galaksi) bintang berikutnya pula planet-planet dan benda-benda langit lainnya (QS. 41:11-12):

    Simak dalil lainnya:

    (Baru) kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan dukhan (asap), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (SQS. Fussilat, 41:10)

    Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan LANGIT dan BUMI dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. (Lalu) Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat (dan tepat dengan silih berganti), dan (diciptakan-Nya pula bintang) matahari, (satelit alam) bulan dan (gugusan bintang-bintang atau galaksi-galaksi yang masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, segala penciptaan dan urusan ketentuan (hukum alamnya) hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. [SQS. Al-A’raf, 7:54]

    Peran Pemungkas Rasul Allah, Muhammad SAW selaku Penutup para Nabi (QS. 33:40)

    Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Hai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [SQS. Al-Anbiya, 21:107]

    Menyampaikan mukjizat informasi ilmiah abadi, Al Quran

    Dan sesungguhnya (Al Quran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan (untuk) semesta alam (informasi yang hak), [SQS. Ash-Shu’ara, 26:192]

    Ketika para ilmuwan tidak merasa adanya ‘sang’ pencipta alam semesta maka muncullah berbagai dugaan TEORI-TEORI tentang penciptaan alam semesta itu sendiri. Salah satu teori penciptaan alam semesta yang dianggap hebat sehingga banyak diyakini oleh umat manusia akan kebenarannya adalah teori BIG BANG!

    Apa yang terjadi sebelum Big Bang? Teori Big Bang tidak mampu menjawabnya tetapi teori ilmiah Al Quran yang menjawabnya, salah satunya keberadaan DUKHAN dan proses penyempurnaan alam semesta pasca penciptaan pertama planet BUMI.

    Simak kegagalan teori Big Bang ini:

    Berangkat dari teorema singularitas yang dilontarkan oleh peraih Nobel fisika 2020, Roger Penrose, sebagian fisikawan meyakini bahwa tidak ada yang terjadi sebelum Big Bang sebab Big Bang adalah awal mula adanya waktu sehingga tidak ada istilah “sebelum” Big Bang. Namun, empat puluh tahun kemudian, Penrose mengatakan bahwa mungkin ada sesuatu yang terjadi sebelum Big Bang. Apakah itu? Apa yang terjadi sebelum Big Bang? *)

    Dugaan adanya peran Alien dan keberadaanya dalam penciptaan Alam Semesta ternyata NOL alias tidak ada, simak kekeliruannya:

    Bagi banyak pihak, keberadaan alien memang dianggap ada. Namun, kedatangannya ke Bumi tempat kita tinggal masih belum terjadi. Hal ini dikarenakan kehidupan di luar Bumi tersebut harus memiliki peradaban super canggih untuk mencapai sini.

    Namun menurut Avi Loeb, Ketua Departemen Astronomi Harvard, kemungkinan besar itu adalah ‘sampah’ peradaban alien. Dan dia yakin bahwa dirinya sudah menemukan sebagian dari sampah itu.

    Dalam bukunya yang akan rilis pada 26 Januari 2021, “Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth”, profesor itu memaparkan kasus menarik mengapa sebuah objek yang baru-baru ini mengembara ke tata surya Bumi bukan sekadar batu, tapi sebenarnya adalah bagian dari teknologi alien.

    Objek itu bergerak menuju tata surya Bumi dari arah Vega, bintang terdekat yang berjarak 25 tahun cahaya, dan mencegat bidang orbit tata surya Bumi pada 6 September 2017. Demikian sebagaimana dilansir New York Post via Tekno Liputan6.com.

    Pada 9 September 2017, lintasannya mendekat ke matahari. Lalu pada akhir September 2017, ia melesat dengan kecepatan sekitar 58.900 mil per jam melewati jarak orbit Venus.

    “Dan kemudian pada 7 Oktober, alien tersebut melesat melewati Bumi sebelum bergerak cepat menuju konstelasi Pegasus dan kegelapan di sekitarnya,” tulis Loeb di dalam bukunya.

    https://www.merdeka.com/teknologi/ilmuwan-ini-sebut-sampah-peradaban-alien-pernah-lintasi-bumi.html

    *) https://warstek.com/sebelum-big-bang/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *