pertanian

NANOTEKNOLOGI PERTANIAN : Dari Pupuk Nano Hingga Sensor Nano

Salah satu teknologi yang sangat berkembang saat ini adalah nanoteknologi. Teknologi dalam skala nano (ukurannya berkisar sepersemiliar meter) memungkinkan manusia menyusun atom demi atom untuk membentuk suatu material.  Kisaran ukuran material dalam skala nano yakni 1-100 nm. Sebagai perbandingannya, jika ukuran sebuah bola kasti berkisar 65 milimeter dan nanometer merupakan sepersejuta dari satu milimeter, maka untuk memperoleh bola tenis berukuran nano setara dengan membagi bola tenis tersebut ke dalam sepersejuta… Selengkapnya »NANOTEKNOLOGI PERTANIAN : Dari Pupuk Nano Hingga Sensor Nano

blank

Pupuk nano untuk masa depan

Miliaran orang di dunia mengkonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Di sebagian besar negara di Asia, terutama di Indonesia, nasi menjadi makanan pokok. Di masyarakat kita, dikenal sebuah guyonan, jika belum mengkonsumsi nasi artinya belum dapat asupan makan yang layak, terlebih belum mengenyangkan. Penyediaan kebutuhan nasi (beras) berhubungan pula dengan kecukupan pemenuhan pupuk untuk menjamin keberhasilan panen. Kebutuhan akan pupuk oleh petani meningkat setiap tahunnya, termasuk untuk… Selengkapnya »Pupuk nano untuk masa depan

blank

Memanfaatkan Magnet untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Masa Depan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan vital yang menunjang kehidupan manusia. Salah satu sumber penghasil pangan adalah sektor pertanian. Hasil dari sektor pertanian inilah yang mayoritas menyumbang untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun, global warming menimbulkan suatu permasalahan dalam sektor pertanian salah satunya adalah turunannya produktifitas hasil pertanian. penurunan produktifitas pertanian ini tentunya menimbulkan dampak terhadap ketersediaan pangan mengingat semakin bertambahnya penduduk tentu kebutuhan pangan juga meningkat. Sehingga diperlukan suatu inovasi atau terobosan… Selengkapnya »Memanfaatkan Magnet untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Masa Depan

Model Bisnis Pertanian di Era Disruptive

Sistem pertanian di Indonesia masih dikategorikan sebagai sistem pertanian tradisional. Petani membeli dan memakai bibit, pestisida, dan pupuk dari toko yang mudah dijangkau walaupun dengan persediaan yang terbatas, modal yang digunakan untuk membangun bisnis pertanian berasal dari dana pribadi atau dana pinjaman bank, dan pengetahuan petani dalam bercocok tanam didasarkan pada pengalaman karena banyak petani yang hanya mengantongi ijazah SMP. Terkadang pengetahuan bercocoktanam didapatkan melalui penyuluhan Dinas Pertanian. Hasil panen… Selengkapnya »Model Bisnis Pertanian di Era Disruptive