Mengapa Tanaman yang Diberi Micin Terlihat Tumbuh Subur?

Ditulis oleh Azka Algina

Teman-teman pernah lihat tips seperti ini di internet?

blank
Gambar 1. Cuplikan Tips Menanam dengan MSG di Media Internet. (Sumber Tertera)

Saya pribadi sering sekali melihat tips tersebut. Bahkan, saya juga mendengarnya dari nenek saya, saudara, hingga ibu-ibu di dekat rumah. “Biar tanamannya subur dan bagus, siram pakai air micin”, begitu kata mereka. Rasanya sudah sering sekali saya mendengarnya, tapi tidak sekali pun pernah saya coba karena ah dari mana pula sumbernya, omongan ibu-ibu komplek paling bersumber dari pesan berantai whatsapp saja, tidak dari sumber kredibel. Itulah yang ada di pikiran saya. Di luar ada tidaknya sumber, nyatanya tanaman yang diberi micin tumbuh dengan subur.

Oleh karena itu, makin sering didengar nyatanya makin meningkatkan rasa penasaran saya tentang kevalidan info tersebut. Mulailah saya membuka laptop dan mencari info tentang msg/micin sebagai bahan penyubur tanaman di google scholar. Woah! Ternyata ada. Begini penelitiannya.

Pengaruh asupan MSG/Micin terhadap pertumbuhan tanaman telah dikaji oleh banyak peneliti salah satunya adalah Kamarulzaman & Mohamad (2019) dalam artikel jurnalnya yang berjudul “The Effects of Monosodium Glutamate as an Alternative Fertilizer Towards the Growth of Zea mays. Penelitian tersebut mengkaji respon pertumbuhan tanaman jagung terhadap perlakuan MSG (dalam penelitian ini menggunakan merek ajinomoto) sebagai bahan penyubur dengan parameter ukur tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah daun dan panjang daun (mm). Hasil menunjukkan tanaman jagung yang diberi perlakuan MSG 10% memberikan hasil tanaman jagung yang paling baik atau paling subur berdasarkan empat parameter yang sudah disebutkan sebelumnya.

Teman-teman mungkin sedang memikirkan hal yang sama dengan saya yaitu kenapa sih MSG atau micin yang biasa dipake buat seblak ini bisa bikin tanaman jadi subur? Mari kita jawab!  Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, MSG mengandung nitrogen yang tinggi yang mana nitrogen merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan unsur tersebut mencerminkan kualitas sebagian besar pupuk organik organik. Selain itu, peningkatan kadar nitrogen berbanding lurus dengan peningkatan jumlah molekul klorofil. Nitrogen secara langsung berpartisipasi dalam struktur klorofil itu sendiri dan merangsang pembelahan sel untuk pertumbuhan tanaman. Nitrogen juga berpengaruh positif terhadap penyerapan nutrisi dan mendorong peningkatan pertumbuhan tunas.

Studi lain tentang baiknya MSG bagi kesuburan tanaman telah dikaji oleh Yashinta et al., (2017) dalam artikel jurnalnya yang berjudul “Respon Pemberian Pupuk NPK dan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap Pembungaan Tanaman Rombusa Mini (Tabernaemontana corymbosa)”. Studi tersebut mengkaji tentang bagaimana respon tanaman rombusa mini yang diberi perlakuan pupuk NPK dan MSG dengan parameter ukur tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai/tanaman), luas daun (cm2/tanaman), jumlah cabang (cabang) dan jumlah kuncup bunga (kuncup/tanaman). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan MSG sebagai bahan penyubur tanaman ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai/tanaman), luas daun (cm2/tanaman) dan jumlah cabang (cabang) tanaman rombusa mini. Maksudnya apa? Artinya tanaman rombusa mini yang diberi MSG maupun yang tidak diberi MSG akan sama saja kondisinya berdasarkan empat parameter yang disebutkan sebelumnya. Namun, kabar baik datang dari hasil pengamatan terhadap jumlah kuncup bunga per tanaman. Tanaman yang diberi perlakuan MSG 6000 ppm memiliki jumlah kuncup bunga per tanaman yang lebih tinggi yakni 56 kuncup/tanaman dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi MSG yakni 36 kuncup/tanaman pada 42 HST (hari setelah tanaman). Hal tersebut menunjukkan bahwa tanaman rombusa mini dengan pemberian MSG akan memiliki jumlah kuncup bunga lebih tinggi 34% dibandingkan dengan tanpa MSG (Gambar 2).

blank
Gambar 2. Jumlah Kuncup Bunga Tanaman Rombusa Mini.(Yashinta et al., 2017)

Keterangan: (a) Perlakuan Tanpa MSG dan NPK, (b) Perlakuan MSG 6000 ppm

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut Yashinta et al., (2017), hal ini diduga sebab adanya kandungan asam glutamat yang merupakan asam amino esensial pada MSG yang dapat mempercepat pembungaan pada tanaman. Monosodium glutamat dianggap memiliki peran yang sama dengan hormon tumbuh bunga seperti giberelin. Hormon perangsang tumbuh bunga memiliki prinsip kerja mengalihkan sel untuk pertumbuhan tunas daun menjadi sel untuk perkembangan tunas bunga. Selain tanaman rombusa mini, perlakuan MSG terhadap tanaman kacang tanah juga berpengaruh dalam mempercepat usia tanaman mulai berbunga (Gresinta, 2015).

Daftar Pustaka

Gresinta, E. (2015). Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamat (MSG) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogea l.). Faktor Exacta, 8(3), 208–219.

Kamarulzaman, A. F. S., & Mohamad, A. M. (2019). THE EFFECTS OF MONOSODIUM GLUTAMATE AS AN ALTERNATIVE FERTILIZER TOWARDS THE GROWTH OF Zea mays. GADING Journal for Science and Technology, 2(2), 1–7.

Yashinta, D. M., Wicaksono, K. P., & Sitawati. (2017). Respon pemberian pupuk NPK dan monosodium glutamat (msg) terhadap pembungaan tanaman rombusa mini (Tabernaemontana corymbosa). Jurnal Produksi Tanaman, 5(8), 1301–1307. http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/507

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 333

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

19 tanggapan pada “Mengapa Tanaman yang Diberi Micin Terlihat Tumbuh Subur?”

  1. masyaallah..sy juga pernah disarankan untuk menyiram tanaman dg micin..sy sih gak tau apa fungsinya dan blm sy coba juga.tapi setelah baca artikel ini jadi pengen nyoba

  2. Barakallah kak Azka atas ilmunya.Ternyata tidak hanya manusia yang suka micin tapi juga tanaman.Tapi ada beberapa orang yang menilai micin tidak baik untuk otak manusia.Apakah benar?berapa takaran micin yang sehat untuk manusia atau tumbuhan?maaf jadi bertanya.semangat terus menebar ilmu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *