Benarkah Meluruskan Kaki Setelah Olahraga Bertujuan Untuk Mencegah Varises?

Ditulis oleh Muhammad Zainullah

Olahraga merupakan sebuah aktivitas yang mempunyai segudang manfaat. Pengertian olahraga menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 1 ayat 4 berbunyi “Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial”. Olahraga sendiri ada banyak jenis, salah satunya adalah olahraga atletik. Menurut Munasifah (2008: 9), olahraga atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Jenis olahraga atletik yang digemari oleh orang Indonesia adalah jogging, lari, jalan santai, dan jalan cepat.

blank
Gambar 1. Orang Berlari. Sumber: femina.co.id

Setelah berolahraga khususnya jogging dan lari, orang Indonesia pada umumnya langsung duduk sambil meluruskan kakinya. Selama ini telah beredar mitos di masyarakat bahwa meluruskan kaki setelah berolahraga bertujuan untuk mencegah varises. Namun benarkah demikian?

Varises atau vena varikosa adalah kelainan pembuluh darah vena yang berliku-liku yang hanya terlihat di permukaan kulit. Biasanya terjadi di kaki bagian bawah, tetapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Varises juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana katup vena tidak berfungsi dengan baik akibat peregangan berlebihan akibat tekanan vena dalam jangka waktu lama, ditandai dengan banyaknya vena yang menonjol di bawah kulit tungkai bawah.

Katup vena yang melemah atau rusak menyebabkan darah menumpuk di vena. Fungsi vena adalah untuk mengangkut darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam vena terdapat katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah, sehingga darah yang melewatinya tidak dapat kembali lagi. Katup vena yang lemah atau rusak dapat menyebabkan aliran balik darah dan akumulasi darah di vena. Akumulasi ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan menyebabkan varises.

blank
Gambar 2. Varises. Sumber: halodoc.com

Kebiasaan orang Indonesia meluruskan kaki setelah olahraga untuk mencegah varises ternyata tidaklah benar. Faktanya meluruskan kaki setelah berolahraga memang dianjurkan, namun bukan untuk mencegah varises. Kegiatan meluruskan kaki setelah olahraga ini justru bertujuan untuk membuat otot-otot yang ada pada kaki relaks, tidak terasa kram, dan kaku.

Fakta tersebut juga dibenarkan oleh dr. Iman Widya Aminata, Sp.OT dari RS Pondok Indah. Posisi meluruskan kaki setelah berolahraga lebih ditujukan untuk merelaksasi otot yang tegang (stretching) saat olahraga. “Meluruskan kaki atau menyelonjorkan kaki itu hanya untuk stretching agar tidak kram sebagai bentuk relaksasi. Ini tidak berhubungan dengan varises.” Kata Dr. Iman dilansir dari suara.com pada temu media ‘Cedera Bahu dan Kaki Akibat Olahraga’ di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Dilansir dari halodoc.com dr. Rizal Fadli juga mengatakan hal serupa. “Sebenarnya mengapa kaki perlu diluruskan atau diselonjorkan pasca olahraga bukan karena bisa menyebabkan varises. Saran atau posisi tersebut merupakan fase pendinginan agar nyeri atau kram tidak terjadi setelah berolahraga. Singkatnya, meluruskan kaki setelah berolahraga tidak memiliki hubungan langsung dengan perkembangan varises kaki. Meski begitu, hubungan antara varises dan olahraga tidak bisa diabaikan begitu saja. Pasalnya, olahraga yang berlebihan dan berlebihan dapat menyebabkan varises, termasuk varises pada kaki.” Tegas beliau.

Dilihat dari pernyataan kedua dokter tersebut, sudah jelaslah bahwa meluruskan kaki setelah berolahraga bukan untuk mencegah varises, melainkan lebih ke bentuk relaksasi otot. Varises sendiri sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti duduk terlalu lama, kebiasaan pangku saat duduk, berdiri terlalu lama, penggunaan high heels, memakai celana dalam yang ketat, dan trauma kaki. Hal tersebut juga akan semakin diperparah dengan kehamilan, diabetes, obesitas, merokok, serta dengan bertambahnya usia.

Varises sendiri bisa dicegah dengan beberapa cara. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

1.Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan melancarkan peredaran darah.
2.Mencoba menghindari penggunaan pakaian sempit atau ketat di sekitar pinggang, paha dan betis.
3.Mengurangi jumlah garam untuk menghindari pembengkakan.
4.Mengurangi makanan pedas yang merangsang vasodilatasi.
5.Berhenti merokok, karena Dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.
6.Hindari memakai sepatu hak tinggi dalam waktu lama.
7.Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama untuk melancarkan aliran darah.

Mempercayai mitos seperti yang telah dipaparkan di atas sebenarnya tidaklah salah. Akan tetapi alangkah baiknya untuk dicari dulu kebenarannya dengan mencari informasi melalui sumber resmi seperti berita dan jurnal penelitian atau bertanya kepada yang lebih ahli seperti dokter dan tenaga kesehatan. Seperti yang kita tahu ada peribahasa yang berbunyi “Malu bertanya, sesat di jalan”. Jika hal tersebut dilakukan, maka miskonsepsi mengenai mitos-mitos yang selama ini beredar di masyarakat tidak akan terjadi.

Daftar Pustaka

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. DPR (online), (https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/45.pdf), diakses 24 Juni 2021.

Coki Siadari. 2018. Pengertian Atletik Menurut Para Ahli, (online), (https://www.kumpulanpengertian.com/2018/02/pengertian-atletik-menurut-para-ahli.html), diakses 24 Juni 2021.

dr. Fadhli Rizal Makarim. 2021. Varises, (online), (https://www.halodoc.com/kesehatan/varises), diakses 24 Juni 2021.

Dr. Verury Verona Handayani. 2020. Menekuk Kaki setelah Olahraga Bisa Kena Varises, (online), (https://www.halodoc.com/kesehatan/varises), diakses 24 Juni 2021.

Bretha Arih Kitami S. Maha, S.H.R. Ticoalu, & Djon Wongkar. 2013. PENGARUH PENGGUNAAN SEPATU HAK TINGGI TERHADAP RISIKO TIMBULNYA VARISES PADA TUNGKAI BAWAH. Jurnal e-Biomedik (eBM), 1(3), 1114-1119. DOI: https://doi.org/10.35790/ebm.v1i3.3270

Irawan Sapto Adhi. 2020. 10 Penyebab Varises, Tak Hanya Duduk Terlalu Lama, (online), (https://health.kompas.com/read/2020/07/11/150100168/10-penyebab-varises-tak-hanya-duduk-terlalu-lama?page=all), diakses 24 Juni 2021.

Munasifah. 2008. Bab II Kajian Teori: Pembelajaran Atletik, (online), (http://eprints.uny.ac.id/9299/3/BAB%202%20-%2010604227091.pdf), diakses 24 Juni 2021.

Ririn Indriani & Firsta Nodia. 2018. Meluruskan Kaki Usai Olahraga Ternyata Bukan untuk Cegah Varises, (online), (https://www.suara.com/health/2018/05/21/195500/meluruskan-kaki-usai-olahraga-ternyata-bukan-untuk-cegah-varises?page=all), diakses 24 Juni 2021.

Tamara Anastasia. 2020. Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Setelah Berolahraga, (online), (https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3642936/kupas-tuntas-mitos-dan-fakta-setelah-berolahraga), diakses 24 Juni 2021.

Dian Probowati. 2017. 4 Hal Tentang Persiapan Lomba Lari Jarak Jauh, (online), (https://www.femina.co.id/health-diet/4-hal-tentang-persiapan-lomba-lari-jarak-jauh), diakses 24 Juni 2021.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 4.9 / 5. Banyaknya vote: 49

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *