Mengapa Wanita Seringkali Memiliki Intuisi yang Kuat

Intuisi telah lama dianggap sebagai kekuatan khsusus yang dimiliki oleh wanita. Wanita seringkali dianggap memiliki 'naluri' yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk merasakan, memahami, dan memberikan respons yang tepat dalam situasi tertentu.

blank

Intuisi telah lama dianggap sebagai kekuatan khusus yang dimiliki oleh wanita. Wanita seringkali dianggap memiliki ‘naluri’ yang kuat, yang memungkinkan mereka untuk merasakan, memahami, dan memberikan respons yang tepat dalam situasi tertentu. Namun, kekuatan intuisi wanita tidak terbatas pada stereotip yang populer, tetapi didukung oleh keunikan biologis dan perbedaan pengalaman sosial.

Penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa itu intuisi sebelum memahami kekuatan yang dimilikinya oleh wanita. Intuisi merupakan kemampuan memahami atau mengetahui sesuatu secara langsung, lebih berdasarkan pada perasaan daripada pemikiran rasional. Hal ini melibatkan menyentuh aspek bawah sadar kita dan menciptakan kesadaran akan informasi yang tidak dapat dijelaskan secara logis.

Penelitian neurobiologi menunjukkan adanya perbedaan struktur otak antara wanita dan pria, khususnya dalam kaitannya dengan komunikasi antara lobus frontal, otak tengah, dan amygdala. Amygdala, yang terlibat dalam pengolahan emosi dan respons insting terhadap suasana hati orang lain, tampaknya lebih terhubung secara fungsional pada wanita. Ini kemungkinan besar berkontribusi pada intuisi yang lebih kuat pada wanita.

Hormon memainkan peran penting dalam pengembangan intuisi wanita. Estrogen, hormon utama pada wanita, dapat mempengaruhi cara perempuan memproses informasi sensitif emosi dan interaksi sosial. Estrogen diyakini meningkatkan ketajaman indra dan stimulasi amigdala, yang berhubungan dengan awas sosial dan persepsi bahaya. Dorongan hormonal ini dapat memberikan dasar biologis untuk kepekaan dan kekuatan naluri yang dimiliki oleh wanita.

Pengalaman hidup juga memengaruhi perkembangan intuisi wanita. Wanita sering kali mengalami sosialisasi yang lebih mendalam dalam hal hubungan interpersonal dan emosi. Mereka secara historis diberi tugas merawat dan menjaga anak dan keluarga, yang membutuhkan pemahaman yang kuat tentang emosi dan kebutuhan orang lain. Ini juga memberikan kebiasaan refleksi diri yang tebal, yang memperkuat kepekaan mereka terhadap pesan non-verbal dan rasa keinginan orang lain.

Riset Molecular Psychiatry 2018 menguji kemampuan pria dan wanita dalam menebak perasaan orang lain. Uji skala besar ‘Reading the Mind in the Eyes‘ pada sebanyak 89.553 partisipan bertujuan memprediksi perasaan orang sekilas berdasarkan ekspresi mata.

Pertama, wanita memiliki kemampuan intuitif jauh lebih baik ketimbang pria. Riset menunjukkan 90% partisipan wanita memprediksi dengan tepat perasaan orang lain hanya berdasarkan tatapan matanya. Kedua, kemampuan ini berpotensi diturunkan dan sifatnya muncul menguat pada keturunan wanita. Riset mengidentifikasi DNA di kromosom 3 bernama LRRN1 yang terkait dengan empati kognitif lebih kuat pada wanita: kemampuan memahami orang lain.

Ketiga, wanita memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi non verbal jauh baik dibanding pria. Riset ini mengkonfirmasi bahwa partisipan pria kesulitan dalam mengidentifikasi perasaan orang yang berada didepannya. Itulah sebabnya jangan meminta pria untuk menebak perasaan kamu wahai kaum wanita. Intuisi biasanya dikaitkan dengan kepekaan, perhatian terhadap detil kecil, dan kemampuan untuk membaca ekspresi dan bahasa tubuh. Wanita cenderung memiliki ketajaman sensory yang diwarisi, dalam hal pengamatan visual, pendengaran, dan kemampuan merasakan nuansa psikologis. Kemampuan ini mendukung naluri mereka dan membantu mereka membaca konteks sosial dengan lebih baik.

Baca juga: Perubahan Struktur Otak pada Wanita Hamil

Keempat, hasil MRI terhadap aktivitas otak pria dan wanita menunjukkan perbedaan struktur dan cara berpikir. Frontiers in Human Neuroscience 2020 menunjukkan koneksi saraf wanita yang lebih menguntungkan dalam menafsirkan lingkungan sosial, sementara pria lebih efisien dalam tindakan berbasis logika. Lalu apakah pria bisa seintuitif wanita?

Menurut Nature Reviews Psychology 2022, baik pria dan wanita bisa melatih intuisi: tingkatkan kepedulian dan empati. Ini merupakan bagian epigenetik kita. Sebetulnya pria dan wanita itu adalah tim yang saling melengkapi.

REFERENSI:

  1. Fellhofer, K. 2022. Measuring and Enhancing Intution. Nature Review Psychology. 1(9): p. 492-492
  2. Warrier, V, dkk. 2018. Genome-wide Meta-Analysis of Cognitive Empathy: Heritability, and Correlates with Sex, Neuropsychiatric Conditions and Cognition. Molecular Psychiatry. 23(6): p. 1402-1409.
  3. Zhang, X, dkk. 2020. Gender Differences Are Encoded Differently in the Structure and Function of the Human Brain Revealed by Multimodal MRI. Frontiers in Human Neuroscience. 14.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *