Berkenalan dengan SentrAI : Kacamata “Tunanetra” Ala Anak Kalimantan

blank

Tunanetra adalah sebuah sebutan untuk orang yang tidak dapat melihat. Ketika berjalan, tunanetra biasanya membutuhkan bantuan berupa kode braile ataupun tongkat untuk mengenali keadaan sekitar. Namun, tidak selamanya kedua bantuan tersebut berjalan dengan lancar. Ada kalanya tunanetra menemui keadaan tak terduga yang membuat mereka jatuh dan terluka.

Pernahkah anda mendengar tentang kacamata untuk tunanetra? Yup, di luar negeri telah banyak ilmuwan yang mengembangkan teknologi ini dengan bantuan AI dan Internet of Things (IoT). Namun siapa sangka, inovasi semacam ini tidak hanya orang luar yang bisa membuat, tapi orang Indonesia juga berhasil membuatnya. Terlebih lagi, kacamata ini dibuat oleh Mahasiswa asal Kalimantan. Wah hebat ya, penasaran bagaimana ceritanya? Silahkan baca artikel ini.

blank
Tim Asal Kalimantan pembuat SentrAI, Sumber : Pratama,2020

Dibuat oleh Mahasiswa Informatika Institut Teknologi Kalimantan, kacamata ini dikenal sebagai SentrAI. Kacamata tersebut berhasil menyabet juara 3 kategori Health pada kompetisi DILo Hackaton Festival 2020 di Kalimantan Timur, dan tim ini akan segera mengikuti lomba Gemastik 2020 yang diadakan oleh pihak Telkom[3].

blank
blank
Kacamata SentrAI (60%), Sumber : Pratama, 2020.

Berdasarkan Informasi dari Nabil, salah satu mahasiswa pembuat kacamata ini, cara kerja alat ini adalah pertama, dinyalakan terlebih dahulu perangkat kacamata. Perangkat kacamata ini terdiri atas kamera Raspberry Pi dan powerbank. Adapun cara menyalakannya cukup sederhana, yaitu dengan menyalakan powerbank agar kamera bekerja. Kemudian, program deteksi objek akan berjalan. Modul Pi Camera akan memulai proses pengambilan gambar pada saat program deteksi objek tersebut berjalan. Saat proses pengambilan gambar, program akan mencocokkan data yang didapat oleh Pi Camera dengan kumpulan dataset gambar yang sudah dibuat sebelumnya. Perangkat ini memanfaatkan Intel Neural Compute Stick untuk proses pencocokkan data. Lalu apabila berhasil terdeteksi objek pada modul Pi Camera (misalnya terdeteksi ada sebuah mobil), dan apabila pengguna menekan tombol yang tersedia, maka program akan menampilkan hasil output suara berupa nama objek yang dideteksi dan kemudian akan disalurkan ke dalam headset yang dapat didengar oleh pengguna perangkat[2]. Agar lebih mudah dipahami, anda dapat melihatnya pada video.

Cara Kerja Kacamata SentrAI, Sumber : youtube

Hingga saat ini, tim Nabil telah berhasil mengembangkan alat ini hingga 60%, dan perangkat ini sudah dapat mendeteksi 12 objek, diantaranya Orang (Manusia), Kucing, Anjing, Sepeda, Motor, Mobil, Bis, Meja, Botol, Kursi, dan TV[2].

Adapun kedepannya, tim ini akan mengembangkan perangkat ini dengan menambahkan perangkap Giroskop dan GPS pada alat mereka. Beberapa perangkat ini nantinya akan membantu pengguna perangkat untuk menghubungi kontak darurat seperti keluarga, teman, atau polisi setempat apabila pengguna mengalami kecelakaan atau tersesat[2]. Selain itu, dilansir dari nomorsatukaltim.com, perangkat ini kedepannya juga akan dikembangkan dengan menambahkan teknologi-teknologi lain yang memungkinkan. Tim tersebut juga akan menyempurnakan desain model alat ini agar kedepannya dapat menjadi lebih sederhana untuk dipakai[1]. Nabil, dalam wawancara Online berbasis Whatsapp, berharap agar kedepannya mahasiswa Kalimantan dapat ikut aktif dalam mengikuti kompetisi dan mengembangkan iklim sains dan teknologi di Kalimantan[3].

Sumber :

Baca juga:

[1] Bayong. 2020. ITK Ciptakan Kacamata Tuna Netra, dapat Peringkat 3 Kompetisi Nasional. Diakses tanggal 19 Oktober 2020 di : https://nomorsatukaltim.com/2020/10/08/itk-temukan-kacamata-tuna-netra/

[2] Pratama, M. N. A., dan Tjiang, R.C. 2020. Sistem Warning Alert Sound pada Kacamata untuk Tuna Netra dengan Object Detection berbasis Raspberry Pi. Proposal untuk Lomba DILo Hackaton Festival 2020.

[3] Pratama, M. N. A. 2020. “Inovasi Anak Kalimantan”. Hasil Wawancara Pribadi: 17 Oktober 2020, Online.

Putera Rakhmat
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar