Larutan Elektrolit dan Nonlektrolit

(Lengkap dengan Contoh Praktikum)


Gambar 1. Peta konsep materi larutan elektrolit dan nonelektroli

Halo sahabat warstek, pernahkah kalian mendengar istilah minuman elektrolit? cairan elektrolit? Istilah ini merujuk pada pembahasan yang ingin penulis bagikan. Cukup familiar, beberapa produk minuman elektrolit terkenal yang menggunakan kata “Ion” dalam nama dagang mereka. Bagi kamu yang pernah berkecimpung di dunia otomotif, mungkin pernahkah mendengar nama cairan penyuplai listrik yaitu Aki (accu) ? 

Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit merupakan larutan yang di dalamnya terdapat ion-ion. Zat yang terlarut dalam pelarut mengalami ionisasi. Keberadaan ion-ion tersebut dapat dibuktikan dengan uji daya hantar listrik [1].  Terdapat ion yang mendekat kepada anode, disebut ion negatif (anion). Terdapat juga ion yang mendekat kepada katode, disebut ion positif (kation). Pergerakan ion terhadap elektrode ini yang kemudian menjadi dasar penamaan ion tersebut [2][3]. Untuk menjelaskan fenomena ionisasi, perhatikan persamaan berikut ini!

H2SO4 (l) —> 2 H+ (aq) + SO42- (aq)

Kation pada reaksi di atas adalah H+, sedangkan anionnya adalah SO42-. Simbol (aq) artinya zat tersebut terlarut dalam pelarut air. Untuk jenis pelarut yang bukan air, penulisannya dengan dicantumkan “(nama pelarut)” disebelah kanan dari zat terlarut, misalkan, larutan gula yang dilarutkan etanol (EtOH) yakni  C12H22O11 (EtOH) [3].

Larutan elektrolit menurut kekuatannya dibagi menjadi 2 yaitu Larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Pada uji daya hantar listrik menggunakan sumber arus, elektrode dan lampu, elektrolit kuat akan menghasilkan gelembung yang banyak dan lampu menyala terang. Hal itu disebabkan karena molekulnya terionisasi sempurna. Di samping itu, elektrolit lemah akan menghasilkan lampu yang lebih redup sebab molekulnya tidak terdisosiasi secara sempurna. Perhatikan reaksi berikut ini!

H2SO4 (l) —> 2 H+ (aq) + SO42- (aq)

blank

Pada reaksi ionisasi H2SO4 (l) hanya dituliskan sau panah, sedangkan ionisasi CH3COOH (aq) dituliskan panah dua arah (reaksi bolak balik). Pada ionisasi elektrolit kuat H2SO4 ion-ionnya (H+ dan SO42-) tidak memiliki kecenderungan untuk membentuk kembali menjadi molekul H2SO4. Di samping itu, pada elektrolit lemah, ion-ionnya akan cenderung membentuk molekul kembali atau sebaliknya kembali menjadi ion (bolak-balik)[4].

Larutan Nonelektrolit

Jika larutan elektrolit merupakan larutan yang terdapat ion, maka sebaliknya, larutan nonelektrolit tidak menghasilkan ion-ion [2]. Ikatan pada molekul tidak mengalami perubahan, contohnya gula yang dilarutkan air. Kristal gula hanya mengalami interaksi gaya antar molekul dengan molekul air [5]. Artinya, tidak adanya pemutusan ikatan dalam molekul gula. Jika keberadaan ion tidak ada, maka tidak adanya penghantar listrik dalam larutan tersebut. Molekul gula itu tidak menghantarkan listrik, begitu juga dengan air murni (pelarutnya). Pada uji daya hantar listrik, larutan ini tidak dapat membuat lampu menyala. Untuk memahaminya, perhatikan persamaan berikut!

C12H22O11 (s) —> C12H22O11 (aq)

blank

Gambar 2. (a) Senyawa ionik yang terdisosiasi oleh air, (b) Senyawa gula yang berinteraksi gaya london dengan air (Sumber: Jespersen, N. D., Brady, J. E., & Hyslop, A. (2012))

Tabel 1. Contoh larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit (Sumber: Effendy(2016))

blank

Uji Daya Hantar Listrik Larutan

blank

Gambar 3. Rancangan uji daya hantar listrik larutan (Sumber: Effendy(2016))

Pada gambar 3, hasil yang terjadi pada larutan elektrolit adalah nyala lampu yang terang. Pada larutan elektrolit lemah, nyala lampu terlihat redup, sedangkan pada larutan nonelektrolit tidak nyala sama sekali [6]. Menurut Effendy (2016), pengujian ini berfokus pada nyala lampu bukan munculnya gelembung pada elektrode. Munculnya gelembung atau tidaknya tergantung arus yang digunakan, apakah searah atau bolak-balik. Apabila arus searah, elektrode akan muncul gelembung gas, sedangkan pada arus bolak-balik tidak menghasilkan gelembung.

Referensi

[1][2] Effendy. (2016). Ilmu Kimia, Untuk siswa SMA dan MA KelasX Jilid 1 B. Indonesian Academic Publishing

[3][4] Raymond, C. (2010). Chemistry. 10th.McGraw-Hill Education

[6] Silberberg, M. (2012). Principles of general chemistry. McGraw-Hill Education

[5] Jespersen, N. D., Brady, J. E., & Hyslop, A. (2012). Chemistry: The molecular nature of matter. Wiley Global Education.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Budiman Prastyo
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *