Manumea: Kerabat Terdekat Dodo yang Kembali Muncul di Pulau Upolu

Manumea, burung yang dikenal sebagai kerabat terdekat dari Dodo yang legendaris, kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Setelah bertahun-tahun dianggap hampir […]

Manumea, burung yang dikenal sebagai kerabat terdekat dari Dodo yang legendaris, kembali menjadi sorotan dunia ilmiah. Setelah bertahun-tahun dianggap hampir punah, burung yang memiliki nama ilmiah Didunculus strigirostris ini ditemukan lagi di Pulau Upolu, Samoa. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi para peneliti dan konservasionis yang berusaha melindungi spesies langka ini, sekaligus membuka peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang hubungan evolusi antara Manumea dan Dodo.

Penemuan Langka di Pulau Upolu

Menurut laporan dari Samoa Conservation Society (SCS), lima penampakan Manumea berhasil dikonfirmasi selama survei lapangan yang berlangsung dari Oktober hingga November 2025. Penemuan ini terjadi di hutan hujan pesisir Uafato, sebuah area terpencil di Pulau Upolu. Ini adalah pertama kalinya Manumea terlihat sejak tahun 2020, dan terakhir kali spesies ini difoto di alam liar adalah pada tahun 2013.

Manumea bukan sekadar burung biasa. Spesies ini memiliki status sebagai burung endemik di Samoa dan dianggap sebagai “harta karun” oleh para ilmuwan. Namun, keberadaannya semakin terancam akibat perburuan, kerusakan habitat, dan invasi spesies asing seperti kucing liar. Pada awal 1990-an, populasi Manumea diperkirakan mencapai 7.000 ekor. Namun, pada tahun 2024, jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya sekitar 50 hingga 150 ekor saja.

Moeumu Uili, seorang koordinator proyek yang berfokus pada konservasi Manumea di SCS, mengungkapkan kekhawatiran timnya sebelum survei dimulai. “Kami khawatir jika kami tidak dapat menemukan burung ini. Apakah itu berarti Manumea benar-benar telah punah?” ujarnya. Untungnya, meski sulit ditemukan dan sulit difoto karena sifatnya yang sangat pemalu, keberadaan Manumea berhasil dikonfirmasi selama survei tersebut.

Hubungan Evolusi dengan Dodo

Manumea dianggap sebagai kerabat terdekat dari Dodo (Raphus cucullatus), burung ikonik yang telah punah sejak abad ke-17. Keduanya termasuk dalam kelompok burung darat pulau yang memiliki karakteristik unik. Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan Dodo, seperti perburuan berlebihan dan invasi spesies asing, juga menjadi ancaman utama bagi Manumea.

Manumea adalah satu-satunya spesies yang masih hidup dari genus Didunculus, menjadikannya subjek penelitian yang sangat penting untuk memahami evolusi burung pulau. Penemuan baru-baru ini juga menarik perhatian Colossal Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang memiliki misi ambisius untuk “menghidupkan kembali” spesies yang telah punah, termasuk Dodo.

Upaya Konservasi dan Teknologi Genetik

Colossal Biosciences bekerja sama dengan Samoa Conservation Society dan Zoological Society of London untuk mendukung upaya konservasi Manumea di Samoa. Salah satu tujuan utama dari kolaborasi ini adalah melindungi habitat alami Manumea dan mengendalikan ancaman dari spesies invasif. Selain itu, mereka juga berencana mengumpulkan sampel biologis Manumea untuk disimpan dalam biobank. Sampel ini akan digunakan untuk mempelajari lebih jauh tentang genetika spesies tersebut.

Teknologi pengeditan gen juga menjadi bagian penting dari strategi konservasi ini. Dengan menggunakan metode serupa yang telah berhasil diterapkan pada serigala abu-abu untuk merekonstruksi serigala purba (dire wolves), para peneliti berharap dapat mengaplikasikan teknik ini pada Manumea. Jika berhasil, teknologi ini tidak hanya dapat membantu menyelamatkan Manumea dari ambang kepunahan, tetapi juga membuka jalan untuk menghidupkan kembali Dodo melalui rekayasa genetika.

Salah satu inovasi menarik lainnya adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Colossal Biosciences untuk mendeteksi panggilan suara Manumea di alam liar. Aplikasi ini dirancang untuk membedakan suara Manumea dari suara burung lain, sehingga memudahkan para peneliti dalam melacak keberadaan spesies ini di hutan-hutan terpencil Samoa.

Harapan untuk Masa Depan

Meskipun penemuan Manumea memberikan harapan baru, tantangan besar masih menghadang. Hutan Uafato hanyalah salah satu dari tujuh lokasi potensial di Samoa yang diyakini menjadi habitat Manumea. SCS kini sedang berupaya mendapatkan pendanaan tambahan untuk memperluas program manajemen spesies invasif ke kawasan hutan lainnya, seperti Malololelei Recreation Reserve yang sudah memiliki program serupa.

Keberhasilan upaya konservasi ini tidak hanya penting bagi kelangsungan hidup Manumea, tetapi juga bagi ekosistem hutan hujan Samoa secara keseluruhan. Sebagai bagian dari rantai makanan dan ekosistem lokal, keberadaan Manumea memiliki dampak signifikan terhadap keseimbangan lingkungan.

Kesimpulan

Kembalinya Manumea ke radar ilmuwan adalah momen penting dalam dunia konservasi dan bioteknologi. Sebagai kerabat terdekat Dodo yang masih hidup, Manumea tidak hanya menjadi simbol harapan bagi konservasi spesies langka, tetapi juga membuka peluang baru dalam penelitian genetika dan teknologi pengeditan gen.

Namun, keberhasilan upaya ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah lokal hingga komunitas internasional. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita mungkin tidak hanya dapat menyelamatkan Manumea dari kepunahan, tetapi juga mewujudkan impian besar untuk melihat Dodo kembali berjalan di muka bumi.

Manumea adalah pengingat betapa berharganya keanekaragaman hayati kita dan betapa pentingnya melindungi warisan alam untuk generasi mendatang. Semoga upaya-upaya ini dapat membawa hasil positif bagi masa depan makhluk luar biasa ini.

Referensi

Samoa Conservation Society (SCS). (2025). Rediscovery of the Manumea (Didunculus strigirostris) in Upolu Island forests. Diakses 6 Januari 2026.

Uili, M., et al. (2025). Field surveys and conservation status of the tooth-billed pigeon in Samoa. Bird Conservation International.

Zoological Society of London (ZSL). Manumea conservation programme and invasive species management in Samoa. Diakses 6 Januari 2026.

Colossal Biosciences. Genetic research and conservation strategies for the Manumea and implications for dodo de-extinction. Diakses 6 Januari 2026.

Encyclopaedia Britannica. Tooth-billed pigeon (Didunculus strigirostris) and evolutionary links to the dodo. Diakses 6 Januari 2026.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top