“Sambalado” Balada Mantan Pejuang

Ditulis oleh Dila Hilna Rahmatika – Universitas Brawijaya PKM Program Kalah Menang ? pemenangnya adalah berlaga di PIMNAS menjadi juara […]

Ditulis oleh Dila Hilna Rahmatika – Universitas Brawijaya

PKM Program Kalah Menang ? pemenangnya adalah berlaga di PIMNAS menjadi juara umum  dan mendapatkan medali sedangkan yang kalah dimulai dari tak lolos dana hibah, lolos dana hibah namun kalah seleksi menuju PIMNAS, lolos PIMNAS namun gagal mendapatkan medali, sudah dapat medali namun tak bisa menjadi juara umum.  Dimanapun dalam perlombaan sifatnya selalu sama bahagia bersyukur menjadi pemenang dan sebaliknya merasa sedih kecewa menyesal ketika kalah. Pesan dalam setiap perlombaan apapun itu sama yakni jika bahagia ingat bersyukur dan rendah hati sedangkan jika kalah jangan terlarut dalam kesedihan yang mengutuk diri sendiri. Pesan seperti “kekalahan adalah kesuksesan yang tetunda”pun menjadi gaung yang umum dirasa mereka yang kalah. Menang atau  kalah usailah sudah semua program karena PKM dirasa Program Kalah Menang, benarkah demikian ? Pengalaman istimewa bak atlet yang berlaga membawa nama bendera kampus itu seakan kering kerontang terkikis perasaan malu dihadapan salah seorang pemuda yang saat ini sukses membangun wirausaha sosial yang idenya bermula dari PKM yang sempat lolos didanai DIKTI namun kalah dalam seleksi PIMNAS.Pemuda itu konsisten dengan idenya hingga menjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang wirausaha sosial bidang kesehatan dan namanya menjadi populer dengan istiah Muda Mendunia.

Pengalaman kerjasama tim yang penuh drama perjuangan dan berbuah manis yang kurasakan ini menjadi sulit untuk ditulis karna pada hakikatnya ketika kujumpai pemuda itu manisnya yang kurasa tak memenuhi rongga dada dan jiwa hanya cukup dinikmati dilidah saja. Seakan-akan pemuda itu memangkis diriku dengan lagu Sambalado milik Ayu Ting Ting yang bagiku bukan lagi untuk laki-laki Pemberi Harapan Palsu tetapi untuk sebuah karya yang berbuah semu karna tak bertahan lama, kubayangkan lagunya menjadi seperti ini

Sambala sambala bala sambalado

mulut bergetar lidah bergoyang programmu seperti sambalado ah ah

Rasanya cuma dimulut saja ah ah

Janjimu seperti sambalado ah ah

Enaknya cuma di lidah sajaa ho ooo

……..

Di saat ada maunya lagi ada maunya baik-baik saja

Setelah hilang PIMNASnya hilang pula programnya dan melupakannya

Sambalado e e sambalado itu sambalado

Programmu sambalado

            PKM adalah pelajaran berharga yang bukan sekedar Program Kreativitas Mahasiswa melainkan PKM mengajarkan banyak hal tentang hakikat sebuah pengabdian diri bukan sekedar untuk  meraih keuntungan dan kemenangan diri sendiri, kelompok, almamater, masyarakat melainkan Sang Pencipta. PKM adalah Program Kita Milik-Nya ya kita mendapatkan ide itu anugrah dari Sang Pencipta yang Dia menitipkan ide itu melalui PKM jika lolos dan berlaga di PIMNAS maupun tak sempat didanai hakikatnya ide itu tanggung jawab kita bersama kepada-Nya. Rasanya ini pula yang mendorongku untuk memilih mewujudkan SKRIPSI yang tak sekedar menjadi :

Syarat

Ketika

diRi

Ini

Pernah

luluS

S1

Singkatan yang kubuat sendiri ketika resah melihat skripsiku bersanding bersama ribuan skripsi lainnya yang berjajar rapi di perpustakaan kampus menanti mahasiswa lama membuka lusuh setiap lembar untuk melakukan tradisi 3M, Membaca, Mengamati, Mengutip. Resah yang sama kurasakan ketika setiap perayaan PIMNAS setiap tahun mengamati ribuan karya tak terhitung sejak PIMNAS itu sendiri diadakan.

Perjuangan dalam setiap ide karya tulis sudah selayaknya patut diperjuangkan dengan baik dan benar karena ide itu anugrah titipan Sang Kuasa yang harus dipertanyakan kembali “Mengapa Sang Pemberi anugrah ide ini menitipkan ide ini kepadaku ?” patut diperjuangkan. Hal inilah yang melatarbelakangiku berhati-hati atas setiap titipan ide dari-Nya. Dimulai dari memanfaatkan hasil penelitian SKRIPSI. Sebuah cita-cita luhur kusematakan dalam perjuangan menuntut ilmu bersama ide, pengalaman, penemuan dalam setiap karya yang kubuat.  Semoga impian ini bermuara menjadi kemasalahan dan kebermanfaatan untuk Indonesiaku. Tidak ingin berlarut dalam keresahan dimulai dengan perbaiki niat dan lakukan dengan bertanggung jawab. Jika banyak ide dan karya yang telah berlalu maka satu cukup satu ide namun berkesinambungan. SKRIPSIku bukan sekedar SKRIPSI melainkan SKRIPSI yang hasil penelitiannya menjadi dasar melanjutkan penelitian untuk tingkatan yang lebih tinggi bersanding dengan ide  karya tulis yang tak sempat bertahan lama. Mari berbenah dan  perbaiki niat. Semoga impianku dari kolaborasi ide ini tetap eksis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *