https://warstek.com/online-arkadalk-sohbet-eden-kimse-grmek/

The Golden Age, Adalah suatu masa yang amat penting bukan hanya untuk para orang tua ataupun keluarga, serta individu itu sendiri, tapi lebih dari itu adalah untuk kemajuan bangsa dan negara. Karenanya, melalui mereka akan lahir generasi-genersi emas, para intelektual, serta para pemimpin yang kelak nasib bangsa dan negara kita berada di tangan mereka. Jadi amat penting untuk menjaga masa-masa emas mereka, tentunya dengan melalui pendididikan. >>> 

Baca Selengkapnya

Benarkah Indera Manusia Ada 5? Nampaknya Bisa Lebih

Sejak sekolah dan mungkin sampai saat ini, kita meyakini bahwa indera yang dimiliki manusia ada lima atau biasa disebut dengan panca indera. Panca indera tersebut meliput indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Tetapi, tahukah kita siapa yang meneorikan panca indera pertama kali? Teori panca indera dikemukakan pertama kali oleh Aristoteles dengan tulisannya berjudul On Sense and the Sensible pada tahun 350 SM[1]>>> 

Baca Selengkapnya

Perubahan Iklim: Saintis Harus Mulai Memahami Politik

“Dalam peradaban manusia, ilmu yang paling pertama maju adalah fisika karena kebutuhan manusia saat itu adalah melawan gangguan dan batasan oleh alam, tapi sekarang kita sadar bahwa yang mengganggu dan membatasi kita adalah manusia itu sendiri.”

Hal ini diungkapkan oleh Roby Muhamad, seorang doktor sosiologi dari Universitas Indonesia dengan latar belakang fisika teori, yang mulai menggunakan pendekatan interdisipliner sejak kuliah doktor di New York. Beliau berpendapat bahwa segala masalah yang kita hadapi seperti krisis air, kemiskinan, kerusakan lingkungan, hingga pemanasan global perlu menggunakan pendekatan interdisipliner dan teori kompleksitas yang mana mengombinasikan penggunaan ilmu sains dan sosial dalam menyelesaikan permasalahan.[1] >>> 

Baca Selengkapnya

Tan Malaka: Guru sekaligus Tokoh Revolusioner

Tan Malaka: Guru sekaligus Tokoh Revolusioner

Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka lahir di Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat, Pada 2 Juni 1897. Pandan Gadang adalah sebuah desa yang tersuruk di Bukit barisan, di antara lempit bukit dan sawah hijau yang membentang, juga kicau burung yang berlompatan di buah-buah ranun. Desa Pandang Gandang, serupa banyak desa di Ranah Minang, terhampar di bawah perbukitan hijau. >>> 

Baca Selengkapnya