Lampu LED Super Terang Membahayakan Populasi Serangga

LED Lamp

Efek Cahaya Lampu Terhadap Serangga

Serangga merupakan hewan yang sangat menyukai adanya cahaya lampu. Namun, Cahaya lampu cerah yang dipancarkan disepanjang malam tampaknya memiliki konsekuensi kurang menyenangkan bagi keberlangsungan kehidupan serangga. Penelitian terbaru di Science Advances menyebutkan bahwa Jalanan di Inggris yang diterangi cahaya lampu super terang dapat memikat serangga Ngengat hingga 52 persen lebih sedikit daripada daerah gelap yang berdekatan. Para peneliti melaporkan 25 Agustus 2021 di Science Advances bahwa Lampu jalan dapat berkontribusi pada penurunan populasi serangga di daerah maju, kata para peneliti [1].

Cahaya Buatan Berbahaya Bagi Serangga

Cahaya buatan umumnya tidak baik untuk serangga nokturnal. Nokturnal merupakan serangga yang aktif dimalam hari. Informasi terbaru menyebutkan bahwa cahaya dapat mengacaukan perkawinan atau mengganggu penyerbukan (SN: 13/5/15; SN: 8/2/17) [2]. Tetapi apakah lampu malam berkontribusi terhadap penurunan populasi masih belum diketahui, kata Douglas Boyes, ahli entomologi di Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris di Wallingford, Inggris [3.

Skema Penelitian

Penelitian Boyes dan rekannya membandingkan 27 ruas jalan yang tampak identik kecuali beberapa bagian menyala di malam hari dan yang lainnya tetap gelap. Alih-alih melihat Serangga Ngengat dewasa yang bisa terbang berkilo-kilometer selama hidup mereka, para peneliti itu menghitung adanya ulat bulu yang melintasi hanya beberapa meter. Pada malam hari, tim menangkap lusinan spesies serangga dari pagar tepi jalan atau menyapu larva dari rerumputan yang berjumlah kurang lebih 2500 serangga.

Pagar Tanaman di bawah lampu LED Super terang mengandung ulat 52 persen lebih sedikit daripada bagian gelap, sementara area di bawah lampu natrium redup menampung 41 persen lebih sedikit. Pada bagian berumput, lampu LED mengurangi populasi sebesar 33 persen, sedangkan lampu natrium tidak banyak berpengaruh. Lampu LED memancarkan spektrum cahaya yang lebih luas daripada lampu lain, yang mungkin menjelaskan pengaruhnya yang lebih tinggi. Ulat lebih gemuk di bagian yang terang, yang mungkin menunjukkan perkembangan abnormal, kata Boyes, tetapi bagaimana tepatnya lampu LED membahayakan ulat masih belum dijelaskan [1].

Cahaya Lampu Menurunkan Populasi Serangga

Populasi serangga Ngengat di Inggris telah menyusut sepertiga dalam 50 tahun terakhir, tetapi karena kurang dari 3 persen negara itu berada di bawah penerangan yang kuat dari lampu jalan, hilangnya habitat dan perubahan iklim lebih mungkin disalahkan daripada lampu, kata Boyes [1]. Namun, menyoroti cara yang relatif mudah untuk memberikan beberapa serangga istirahat adalah mematikan lampu atau tempatkan filter pada LED yang mempersempit spektrum cahaya yang menyinarinya.

Daftar Pustaka

[1] D.H. Boyes et al. Street lighting has detrimental impacts on local insect populations. Science Advances. Published online August 25, 2021. doi: 10.1126/sciadv.abi8322.

[2] S. Milius. Nighttime light pollution sabotages sex pheromones of moths. https://www.sciencenews.org/article/nighttime-light-pollution-sabotages-sex-pheromones-moths

[3] S. Milius. Light pollution can foil plant-insect hookups, and not just at night. https://www.sciencenews.org/article/light-pollution-can-foil-plant-insect-hookups-and-not-just-night

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
SLAMET FAUZI
follow me
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *