Pertamina Temukan Gas Hidrokarbon di Lepas Pantai Kalimantan Timur

PT Pertamina (Persero) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013. PT Pertamina memiliki banyak anak perusahaan. Salah satunya PT Pertamina Hulu yang menangani pengelolaan usaha sektor hulu minyak & gas bumi serta energi dalam negeri maupun luar negeri.

Akhir-akhir ini PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaannya Pertamina Hulu West Ganal menemukan gas di sumur Eksplorasi Maha-2 di blok West Ganal yang terletak di lepas pantai Kalimantan Timur.

Teknik Eksplorasi Laut

Metoda eksplorasi langsung mempunyai pengertian bahwa pengamatan dapat kita lakukan dengan kontak visual dan fisik dengan kondisi permukaan/bawah permukaan terhadap endapan yang kita cari. Serta dapat kita lakukan deskripsi megaskopis/mikroskopis, pengukuran dan sampling terhadap objek yang kita analisis.

Begitu juga dengan interpretasi yang kita lakukan berhubungan langsung dengan fakta-fakta dari hasil pengamatan lapangan. Metoda eksplorasi langsung ini kita lakukan (terapkan) sepanjang kegiatan eksplorasi (tahap awal sampai dengan detail). Beberapa metode (aspek) berhubungan dengan metoda eksplorasi langsung, adalah: 

  • Pemetaan geologi/alterasi
  • Tracing float, paritan dan sumur uji
  • Sampling (pengambilan dan preparasi contoh)
  • Pemboran eksplorasi dan sampling pemboran

Metode eksplorasi tidak langsung ialah suatu metode eksplorasi yang tidak berhubungan langsung dengan kondisi permukaan atau bawah permukaan, terhadap endapan yang kita cari. Namun melalui anomali-anomali yang kita peroleh dari hasil pengamatan/pengukuran dengan memanfaatkan sifat-sifat fisik atau kimia dari endapan. Beberapa metoda eksplorasi tidak langsung adalah :

  • Penginderaan jarak jauh
  • Metoda geofisika
  • Metoda geokimia

Oil spill pada offshore (pemboran) juga sering terjadi bila terjadi kebocoran di saat production tubing, yaitu saat melakukan perpindahan cairan dari producing formation ke christmas tree/wellhead.

Resiko ini juga meningkat sejalan dengan turunnya harga minyak dunia. Penghematan yang dilakukan oleh perusahan minyak untuk komponen pemeliharaan katup (valve maintenance) yang mahal, kerap dilakukan oleh perusahaan untuk menyiasati berbagai biaya pengeluaran saat harga minyak jatuh.

Untuk mengantisipasi dampak buruk pencemaran minyak di laut akibat terjadinya oil spill. Secara internasional negara-negara di dunia mengadakan konvensi internasional yang selanjutnya melahirkan dalam aturan di tiap negara. Yaitu aturan-aturan tentang pencemaran laut dalam konvensi PBB 1958 tentang Laut Lepas yang memasukkan dua ketentuan terkait pencemaran laut, aturan lain relevan adalah Konvensi Hukum Laut 1982.

Dalam hukum nasional, aturan terkait ini tertulis dalam UU Nomor 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dan UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran.

Turunan UU di atas yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19/1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan atau Perusakan Laut. Peraturan Presiden Nomor 109/2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut. Juga Peraturan Pemerintah RI Nomor 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.

Tujuan dari adanya berbagai UU dan aturan ini menujnukan agar para pemangku kepentingan, secara khusus perusahaan migas dapat terus-menerus mengembangkan kemampuan Health, Safety and Environment (HSE). Hal ini tak lepas dari tanggung jawab perusahaan untuk menjamin tidak terjadinya oil spill dan berbagai bentuk upaya pencemaran minyak lain di laut, yang dapat merugikan lingkungan maupun sosial-ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, banyak teknik yang dapat kita jalankan untuk meminimalisir dampak cemaran dan tumpahan minyak, seperti oil boomsin-situ burningskimmer, bioremediasi (agen biologis penghapus minyak), mekanisme adsorpsi, dispersan kimiawi, atau dengan memecah lapisan minyak dengan boat kecepatan tinggi.

Hasil Penemuan:

Pertamina melakukan eksplorasi tersebut melalui joint venture, dengan participant interest 30% bersama Eni West Ganal Ltd. Sebagai operator (40%) dan Neptune Energy West Ganal B.V. (30%).

Maha-2 adalah sumur eksplorasi-appraisal laut dalam (deep water) yang merupakan bagian dari komitmen pasti kegiatan pemboran di blok West Ganal. Pemboran dimulai pada 16 April 2021. Pemboran tersebut mencapai kedalaman akhir 2.970 meter dengan kedalaman air 1.115 meter pada 12 Mei 2021.

“Maha-2 berhasil menemukan Gas Hidrokarbon dengan ketebalan 43 meter. Dan karakteristik reservoir yang sangat baik di level umur Pliocene,” kata Senior Manager Relations Pertamina Hulu Indonesia Farah Dewi.

Dari hasil production test yang terbatasi oleh surface facility memperoleh pencatatan aliran gas sebesar 34 mmscfd. Aliran gas tersebut merupakan salah satu penemuan besar (big fish) sumber daya gas di tahun 2021 oleh PHI.

Rencananya produksi gas dari lapangan Maha ini akan tersambungkan ke dalam fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU). Dengan demikian dapat memaksimalkan sinergi dan optimisasi waktu dan biaya pengembangan fasilitas subsea.

Penemuan itu sangatlah penting dalam mendukung pencapaian target produksi Indonesia 1 mmbopd minyak dan 12,3 bcfpd gas di tahun 2030 yang sejalan dengan strategi Pertamina dalam membangun strategic partnership dan pengembangan migas laut dalam.

“Tahun 2020 PHI mencatatkan kinerja positif dengan realisasi produksi minyak sebesar 51,9 mbopd dan realisasi produksi gas sebesar 728 mmscfd. PHI sebagai Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen melakukan pemboran. Pemboran tersebut memprioritaskan pada aspek HSSE dan operational excellence untuk menjaga keberlanjutan operasi dan produksi migas kedepan,” tambahnya.

REFERENSI:

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Maratus Sholikah
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *