Lompat ke konten

Mengenal Satelit Alami di Tata Surya dan Berbagai Pengelompokannya

Print Friendly, PDF & Email

Di Tata Surya ini begitu banyak satelit alami yang mengorbit di berbagai planet. Berbagai bentuk satelit pun berbeda-beda, ada yang berukuran kecil, maupun berukuran besar. Setiap planet pun pasti memiliki satelit alami atau bulannya masing-masing kecuali planet Merkurius dan Venus. Kali ini bakal dibahas seputar satelit alami di setiap planet di Tata Surya. Yuk simak ya.

Pengertian Satelit

Satelit merupakan suatu benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Nah satelit sendiri terbagi menjadi 2 yaitu : Satelit Alami yang merupakan benda-benda luar angkasa yang bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya. Contohnya seperti Bulan yang merupakan satelit alami Bumi. Pada dasarnya terminologi diatas juga berlaku bagi setiap planet yang mengelilingi bintang bahkan bintang yang mengelili pusat galaksi. Namun hal itu jarang di pakai dan terdengar asing. Diketahui satelit alami di Tata Surya sekitar 180 Satelit alami

blank
Satelit Alami Saturnus

Ada juga Satelit Buatan yang merupakan benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi. Nah, pada artikel ini, kita lebih fokus pada satelit alami ya.

Mengapa Merkurius Dan Venus Tidak Memiliki Satelit?

Sebelum kita lanjut, kita akan membahas sedikit alasan mengapa kedua planet yaitu Merkurius dan Venus tidak memiliki planet. Mengapa hal itu terjadi? Ini terjadi karena kedua planet tersebut cukup dekat dengan bintang induknya yaitu Matahari. Kita akan sedikit menyinggung bagaimana suatu planet memiliki satelit alami. Sebenarnya ada 3 skenario bagaimana sebuah planet itu bisa memiliki satelit alami yaitu :

  1. Pertama, saat awal pembentukan Tata Surya, planet tersebut mengakresi materi supaya bisa memiliki massa yang cukup untuk menjadi sebuah planet. Nah, ilmuwan meyakini kalau satelit tersebut merupakan materi yang tidak berhasil atau gagal di akresi oleh si planet. Namun si materi tersebut tetap berada di dalam pengaruh gravitasi planet yang baru terbentuk.
  2. Skenario kedua yaitu sebuah planet juga bisa memperoleh satelit dengan cara menarik sebuah obyek dengan pengaruh gravitasinya. Bisa saja obyek itu asteroid atau komet. Salah satu contohnya adalah satelit Phobos dan Deimos yang merupakan asteroid yang berhasil ditangkap oleh Mars.
  3. Terakhir yaitu sebuah planet bisa saja memiliki satelit yang sebelumnya terjadi tabrakan antara planet dengan obyek lain. Dan setelahnya sisa tumbukan tersebut yang kemudian terperangkap dalam gravitasi planet dan mulai mengorbit planet tersebut. Salah satu contohnya adalah Bumi dan Bulan di mana lewat tabrakan inilah Bumi bisa memiliki Bulan sebagai satelit alaminya.

Dari semua skenario ini, sebenarnya bisa saja Merkurius dan Venus memiliki satelit. Tetapi sebagaimana yang sudah di jelaskan bahwa kedua planet tersebut cukup dekat dengan bintang induknya. Hal ini cukup wajar karena tidak mungkin keduanya memiliki satelit. Sekalipun memungkinkan hanya 2 skenario saja yang mungkin terjadi. Keduanya yaitu satelitnya terbentuk pada saat awal pembentukan planet di Tata Surya. Atau bisa saja lewat peristiwa tumbukan dengan obyek lain seperti yang terjadi pada Bumi dan Bulan.

Satelit Di Bumi

blank
Bulan

Di planet kita ini memiliki 1 satelit alami yang bernama Bulan. Bulan tersebut mengorbit Bumi selama 30 hari. Kenapa disebut Bulan? Hal ini karena digunakan untuk mengukur bulan. Kata bulan sendiri dapat di telusuri dari kata Inggris Kuno “mōna.” Ini berasal dari kata Latin “metri”, yang berarti mengukur, dan “mensis”, yang berarti bulan. Bulan merupakan satelit terbesar kelima di Tata Surya dengan diameter 3.470 km dengan jarak rata-rata ke Bumi mencapai 380.000 km. Radiusnya sendiri mencapai 1.737 km.

Inti bulan diyakini berada dalam radius sekitar 350 km dengan suhu panas tetapi tidak setinggi yang ada di inti Bumi. Mantel bawah mungkin berupa cairan kental, tetapi tidak seperti mantel Bumi, bagian atasnya padat. Bulan terkunci secara pasang surut ke Bumi, artinya ia selalu menunjukkan hanya satu sisi permukaannya kepada kita. Sisi yang biasa terlihat disebut sisi dekat yang dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Dataran tinggi, yang sangat berkawah
  • Maria (Latin untuk laut), yang lebih gelap dan halus.

Bulan juga bisa menjadi perisai terhadap benda-benda luar angkasa. Dataran tinggi tersebut menjadi kawah karena dampak selama ribuan tahun dari tabrakan asteroid dan komet. Batuan dari wilayah ini diperkirakan berusia sekitar 4 miliar tahun.

Satelit Di Mars

blank
Phobos Dan Deimos

Lain lagi dengan planet tetangga kita yaitu Mars. Planet ini memiliki 2 satelit alami yaitu Phobos dan Deimos. Kedua satelit tersebut sangatlah kecil. Phobos memiliki diameter sekitar 25 km, sedangkan Deimos hanya 15 km. Mereka terlihat sangat mirip asteroid dan sangat diyakini bahwa kedua satelit tersebut telah ditangkap oleh gravitasi Mars dari sabuk asteroid terdekat. Phobos mengorbit Mars sekitar 6.000 km di atas permukaan. Phobos pun bergerak sangat cepat di orbitnya sehingga mengorbit lebih cepat daripada rotasi Mars. Pasang surut dari Mars juga mengubah orbitnya, yang perlahan-lahan dapat membuat Phobos semakin dekat ke permukaan Mars. Di perkirakan dalam beberapa juta tahun Phobos akan semakin mendekati Mars sehingga benar-benar akan memasuki atmosfer dan berdampak ke permukaan Mars.

Bulan Di Jupiter

Sebagaimana yang kita tahu bahwa Jupiter itu memiliki 79 satelit alami yang mengorbitnya. Di antara semua satelitnya, 53 satelit di antaranya sudah di konfirmasi sedangkan 26 satelit sisanya itu masih menunggu konfirmasi penemuannya. Adapun sekitar 63 satelit di antaranya berdiameter kurang dari 10 km dan baru diamati sejak 1975. Satelit Galilea, Io, Europa, Ganymede, dan Callisto berukuran cukup besar untuk dilihat dari Bumi dengan teropong. Mereka adalah salah satu satelit terbesar yang di temukan di Tata Surya dengan satelit terbesarnya adalah Ganymede. Jupiter sendiri memiliki bulan beraturan dan bulan tidak beraturan dengan sub-divisi lebih lanjut yaitu :

1. Bulan biasa

Ini terdiri dari bulan-bulan Galilea dan kelompok dalam yang terdiri dari 4 bulan kecil dengan diameter < 200 km, dan mengorbit dengan jari-jari < 200.000 km. Satelit tersebut memiliki kemiringan orbit kurang dari setengah derajat. Satelit Galilea sendiri mengorbit antara 400.000 dan 2.000.000 km dan diyakini sudah terbentuk bersama dengan Jupiter karena mereka memiliki orbit yang hampir melingkar di dekat bidang ekuator Jupiter. Keempat bulan tersebut adalah

Ganymede
blank
Ganymede

Satelit ini merupakan satelit terbesar di Tata Surya, meskipun begitu ia tidak memiliki atmosfer yang substansial. Satelit ini memiliki diameter 5,268 km atau 8% lebih besar dari Merkurius sehingga menjadikan sebagai obyek terbesar ke 9 di Tata Surya. Dibutuhkan 7 hari Bumi untuk mengorbit Jupiter. Sebagian besar material Ganymede terdiri dari batu silikat dan es air dalam jumlah yang sama. Dia juga memiliki inti cair yang kaya zat besi. Ganymede juga punya lautan internal yang mungkin mengandung air yang lebih banyak daripada gabungan semua lautan di Bumi. Sepertiga permukaannya itu ditutupi oleh daerah gelap yang tertutup kawah tumbukan dan daerah terang. Daerah tersebut di potong oleh alur dan pegunungan yang luas yang mungkin saja karena aktivitas tektonik akibat pemanasan pasang surut. Ini memiliki atmosfer tipis yang terdiri dari oksigen, ozon, dan elemen lainnya. 

– Io
blank
Io

Io merupakan satelit terbesar ketiga dari empat bulan Galilea Jupiter sekaligus terbesar keempat tata surya dengan kepadatan tertinggi dan jumlah molekul air paling sedikit di Tata Surya. Dibutuhkan 1,77 hari Bumi untuk mengorbit Jupiter. Io memiliki radius rata-rata mencapai 1,821 km, ini sedikit lebih besar sih dari bulan Bumi.  Satelit ini memiliki objek geologis paling aktif di Tata Surya yang memiliki 400 lebih gunung berapi aktif. Banyak gunung berapi Io mampu menghasilkan gumpalan sekitar 500 km di atas permukaan. Lebih dari 100 gunung terangkat oleh kompresi ekstensif di dasar kerak silikat Io. Beberapa diantaranya itu lebih tinggi dari Gunung Everest. Perlu di ketahui juga bahwa dataran Io tersebut di lapisi dengan belerang dan es belerang-dioksida.

– Europa
blank
Europa

Europa sendiri merupakan satelit Galilea terkecil sekaligus terbesar ke 6 di Tata Surya dengan ukuran sedikit lebih kecil dari Bulan Bumi dengan ukuran 3.100 km. Atmosfernya pun tipis, yang terdiri dari oksigen. Selain itu permukaannya pun sangat halus bahkan paling halus dari semua benda padat yang di ketahui di Tata Surya. Hal ini menimbulkan hipotesis bahwa ada nya lautan air di bawahnya, yang bisa saja menampung kehidupan di luar bumi.

Calisto
blank
Callisto

Callisto di ketahui memiliki diameter mencapai 4.821 km atau 99% dari diameter Merkurius. Hal ini menjadikannya sebagai satelit galilea terbesar kedua sekaligus satelit terbesar ketiga di Tata Surya. Meskipun begitu Calisto hanya memiliki massa hanya sepertiga dari Merkurius. Callisto adalah bulan Galilea terjauh yang mengorbit Jupiter pada jarak 1,8 juta km. Adapun Callisto memiliki inti silikat dan mungkin saja terdiri dari lautan air cair di bawah permukaan pada kedalaman 100 km. Hal menarik dari Callisto adalah permukaan yang berusia sangat tua dan paling banyak berkawah di Tata Surya. Ini memiliki atmosfer yang sangat tipis yang terdiri dari karbon dioksida dan mungkin molekul oksigen. Nah, kehadiran lautan di Callisto membuka kemungkinan bisa menampung kehidupan tetapi kondisinya di anggap kurang menguntungkan daripada di Europa. 

2. Bulan Tidak Beraturan

Bulan-bulan tidak beraturan di Jupiter biasanya berukuran kecil dan memiliki orbit elips dan miring. Terkadang dianggap sebagai asteroid atau pecahan asteroid yang ditangkap. Mereka di bagi menjadi sub-kelompok yang terdiri dari :

  • Kelompok Himalia merupakan sekelompok bulan yang berkerumun dengan orbit sekitar 11 juta hingga 12 juta km dari Jupiter.
  • Grup Ananke merupakan grup dengan orbit retrograde dengan batas yang agak tidak jelas dengan rata-rata orbit mencapai 21 juta km dari Jupiter dengan kemiringan rata-rata 149 derajat.
  • Grup Carme yaitu grup dengan orbit retrograde yang cukup berbeda yang rata-rata orbit 23 juta km dari Jupiter dengan kemiringan rata-rata 165 derajat.
  • Kelompok Pasiphae adalah kelompok retrograde yang sangat tersebar dan hanya samar-samar berbeda yang mencakup semua bulan terluar Jupiter.

Selain itu ada juga 3 kelompok lain yang menonjol dari bulan Jupiter ini, yaitu :

  • Themisto yang memiliki orbit di tengah antara bulan Galilea dan kelompok Himalia.
  • Carpo sendiri berada di tepi bagian dalam grup Ananke dan mengorbit Jupiter dalam arah prograde.
  • Valetudo ini memiliki orbit prograde tetapi tumpang tindih dengan grup retrograde. Ini bisa mengakibatkan tabrakan di masa depan dengan grup tersebut.

Saturnus

Satelit di Saturnus memiliki jumlah mencapai 82 satelit alami yang menjadikan Saturnus sebagai raja bulan. Semua satelit Saturnus itu mengorbit tidak di cincinnya. Hanya 13 dari satelit ini yang memiliki diameter lebih besar dari 50 km. Serta cincin padat yang berisi jutaan bulan kecil yang tertanam dan partikel cincin kecil yang tak terhitung banyaknya. Hanya 7 dari bulan-bulan ini yang berukuran cukup besar yang mengikis menjadi bentuk elips yang santai. Meskipun hanya satu atau dua, Titan dan mungkin Rhea, yang saat ini berada dalam keseimbangan hidrostatik.

Satelit Reguler

Dari 82 bulan Saturnus, hanya 24 yang merupakan satelit reguler. Ini berarti mereka memiliki orbit prograde yang tidak terlalu condong ke bidang ekuator Saturnus. Satelit ini termasuk 7 satelit utama, 4 bulan kecil yang ada di orbit Trojan dengan bulan yang lebih besar. Ada juga 2 bulan saling mengorbit dan 2 yang bertindak sebagai bulan Sheppard dari Cincin F Saturnus. Dua satelit reguler lainnya mengorbit di dalam celah cincin Saturnus, sementara Hyperion terkunci dalam resonansi dengan Titan. Sisa mengorbit di dekat tepi luar Cincin A, di dalam Cincin G, dan di antara bulan-bulan utama Mimas dan Enceladus.

Satelit Tidak Beraturan

58 bulan dari 82 bulan Saturnus merupakan bulan tidak beraturan dengan diameter antara 4 hingga 213 km. Mereka memiliki orbit yang lebih jauh dari Saturnus, kemiringan tinggi, dan campuran antara gerakan prograde dan retrograde. Diyakini bahwa bulan-bulan ini sebenarnya adalah planet kecil yang ditangkap, atau puing-puing dari pecahan benda-benda tersebut setelah mereka ditangkap.

Bulan Utama
  • Titan
blank

Titan merupakan bulan pertama Saturnus yang ditemukan pada tahun 1655 oleh astronom Christiaan Huygens yang mengorbit Saturnus sekali setiap 15 hari 22 jam. Ini adalah bulan terbesar Saturnus dan bulan terbesar kedua di Tata Surya. Ia memiliki radius sekitar 2,575 km dan diameter 5,149 km. Titan memiliki ukuran 40% lebih besar dari Merkurius, 50% lebih besar dari Bulan dan 80% lebih masif.

Satelit ini satu-satunya satelit di Tata Surya dengan awan dan atmosfer padat dengan bukti yang jelas dari benda-benda cair permukaan yang stabil. Dia pun terkunci secara pasang surut dengan planet induknya, hanya satu sisi wajahnya yang mengarah ke Saturnus, secara permanen. Suhu permukaan sekitar −179,2 °C yang menyebabkan air es memiliki tekanan uap yang sangat rendah. Ini membuat sedikit uap air yang ada itu terbatas pada stratosfer. Titan hanya menerima sekitar 1% sinar matahari saja. Metana atmosfer menciptakan efek rumah kaca di permukaan Titan, yang tanpanya Titan akan jauh lebih dingin.

  • Hiperion
blank
Hiperion

Hiperion merupakan bulan non-bulat pertama yang di temukan di Tata Surya. Ditemukan pada tahun 1848 oleh William Bond, George Bond, dan William Lassell. Bentuk satelit ini tidak beraturan, perputaran yang kacau, dan penampakannya yang seperti spons menjadikan satelit ini sangat unik. Hyperion memiliki diameter sekitar 121,57 km, yang menjadikannya salah satu benda terbesar dengan bentuk sangat tidak beraturan di Tata Surya.

  • Enceladus
blank
Enceladus

Enceladus merupakan bulan terbesar ke 6 Saturnus dengan diameter mencapai 500 km yang ditemukan pada tahun 1789 oleh William Herschel. Satelit ini sebagian besar tertutup oleh es bersih yang segar. Ini menjadikannya salah satu benda paling reflektif di Tata Surya. Satelit ini melepaskan gas dan debu dengan kecepatan lebih dari 100 kg/s. Mungkin juga dia memiliki air cair di bawah permukaan kutub selatannya. Sumber energi untuk kriovolkanisme Enceladus dianggap sebagai resonansi gerak rata-rata 2:1 dengan satelit Dione.

  • Tethys
blank
Satelit Tethys

Tethys merupakan satelit terbesar ketiga Saturnus yang ditemukan pada tahun 1684 oleh GD Cassini. Satelit ini memiliki kepadatan terendah dari semua bulan dengan materialnya terbuat dari air, dengan sebagian kecil dari batu. Tethys memiliki diameter sekitar 1,060 km dengan kepadatan yang rendah sekitar 0,98 g/cm3. Tethys merupakan satelit paling terang kedua Saturnus dan sangat berkawah. Sebuah kawah terkenal bernama Odysseus, memiliki diameter mencapai 400 km. Ia mengorbit Saturnus dengan jarak sekitar 295.000 km.

  • Dione
blank
Dione

Dione merupakan satelit terbesar kedua di Saturnus yang ditemukan pada tahun 1684 oleh GD Cassini. Dia memiliki kepadatan lebih tinggi daripada Rhea yang mati secara geologis, bulan dalam terbesar, tetapi lebih rendah dari Enceladus yang aktif. Dione memiliki diameter sekitar 1,122 km yang menjadikan bulan terbesar ke-15 di Tata Surya. Massanya pun lebih besar daripada gabungan semua bulan kecil lainnya. Sekitar dua pertiga dari massa Dione adalah es air, dan sisanya adalah inti padat, yang mungkin saja itu batu silikat. Ia juga memiliki lautan air asin cair internal yang mirip dengan Enceladus.

Uranus

Uranus juga memiliki banyak sekali satelit layaknya planet lain. Ada 27 satelit yang diketahui sampai saat ini. Meskipun sistem satelit Uranian adalah yang paling kecil di antara planet-planet raksasa. Ada lima satelit utama Uranus yang menonjol dari yang lain, yaitu: Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Kelima satelit itu kecil bahkan jika di gabung maka tidak akan sampai setengah dari ukuran Triton, satelit Neptunus.

  • Miranda
blank
Miranda

Miranda merupakan satelit terkecil dan terdalam planet Uranus yang ditemukan pada tahun 1948 silam dengan diameter hanya 470 km saja. Tebing tertingginya itu bernama Verona Rupes. Tebing tersebut merupakan tebing curam setinggi 20 km yang menjadikan sebagai tebing tertinggi di tata surya. Ngarai dan pegunungan juga merupakan ciri umum Miranda yang khas karena tidak ada aktivitas geologis di dalamnya. Miranda mengorbit dengan jarak 130.000 km dari Uranus. Miranda memiliki kepadatan rendah sekitar 1,2 g/cm3 itu adalah satelit paling padat dari lima satelit Uranus lainnya. Ini menunjukkan bahwa itu terdiri dari 60% air-es. Diperkirakan di masa lalu satelit dihancurkan oleh suatu objek raksasa. Adapun potongan-potongan yang tersisa ditarik bersama oleh gravitasi sehingga membentuk seperti sekarang.

  • Ariel
blank
Ariel

Ariel merupakan satelit terbesar keempat Uranus yang ditemukan pada tahun 1851 oleh William Lassell. Ini yang terkecil kedua setelah Miranda, dan mengorbit dan berputar di bidang ekuator planet induknya. Satelit ini memiliki diameter 1.157 km. Ia berada pada urutan ke-14 di antara 19 bulan bulat terkecil yang diketahui di Tata Surya. Massanya setara besarnya dengan hidrosfer Bumi. Satelit ini yang terdekat kedua dengan Uranus yang mengorbit pada jarak sekitar 190.000 km dengan orbit dalam 2,5 hari dengan satu sisi selalu menghadap planet. 

  • Umbriel
blank
Umbriel

Umbriel ditemukan oleh William Lassell pada tahun 1851. Materialnya sebagian besar terdiri dari es dan hanya sebagian kecil dari batu. Satelit ini memiliki permukaan paling gelap dari bulan-bulan Uranus dan tampaknya telah dibentuk oleh tumbukan. Ini adalah bulan Uranus kedua yang paling banyak berkawah setelah Oberon. Dengan jumlah kawah mencapai hingga 210 km. Fitur permukaan yang menonjol adalah cincin material terang di lantai kawah Wunda. Ini adalah bulan terjauh ketiga yang mengorbit Uranus pada jarak 266.000 km dengan diameter diperkirakan 1.169 km. Periode orbitnya sama dengan periode rotasinya, 4,1 hari Bumi yang artinya Umbriel juga memiliki satu sisi yang selalu menghadap Uranus. 

  • Titania
blank
Titania

Satelit terbesar Uranus yaitu Titania memiliki diameter 1.578 km yang menjadikannya satelit terbesar ke 8 di Tata Surya. Titania ditemukan pada tahun 1787 silam oleh William Herschel. Satelit ini mengorbit Uranus pada jarak sekitar 436.000 km yang menjadikan satelit ini yang terjauh kedua dari planet di antara empat bulan lainnya. Sebuah periode orbit selesai dalam 8,7 hari. Ini juga merupakan satelit yang terkunci pasang surut, hanya memiliki satu sisi yang secara permanen menghadap Uranus. Permukaannya dipotong oleh sistem ngarai yang sangat besar, lereng curam dan tampak agak kemerahan.

  • Oberon
blank
Oberon

Oberon merupakan bulan utama terluar Uranus yang di temukan pada tahun 1787 oleh William Herschel. Oberon merupakan satelit terbesar kedua yang juga menjadi bulan paling masif kesembilan di Tata Surya. Permukaannya berwarna gelap dan agak merah, yang tertutup oleh asteroid dan komet dengan kawah berdiameter hingga 210 km. Ia mengorbit di Uranus pada jarak sekitar 584.000 km dengan menyelesaikan orbit mencapai 13,5 hari. ia juga memiliki satu sisi yang secara permanen menghadap planet induknya. Ada spekulasi bahwa Oberon mungkin memiliki lapisan laut cair di batas inti-mantel. Oberon adalah bulan Uranian yang paling kemerahan, dan yang paling banyak kawahnya menandakan bahwa satelit ini memiliki permukaan tertua di antara satelit Uranus. Perlu diketahui bahwa Oberon dapat dilihat dari Bumi lho yang tentunya dengan teleskop amatir yang relatif bagus.

Neptunus

Di Neptunus sendiri memiliki 14 satelit alami yang mengorbit planet Neptunus. Dimana yang terbesar adalah Triton yang di temukan 17 hari setelah penemuan planet Neptunus.

Bulan Biasa

Dari 14 bulan, hanya 7 yang merupakan bulan reguler dalam. Maksudnya mereka itu mengorbit di sepanjang ekliptika Neptunus dengan orbit yang sangat melingkar atau mengorbit dengan eksentrisitas yang sangat rendah. Satelit tersebut adalah Hippocamp berdiameter 35 km, Naiad berdiameter 58 km, Thalassa 80 km, Despina 148 km, Galatea 158 km, Larissa 196 km dan bulan terbesar kedua Proteus berdiameter 438 km. Mereka memiliki suhu rata-rata antara -221^C hingga -224 ^C.

Bulan Tidak Beraturan

Berbeda dengan bulan tidak beraturan yang mengikuti orbit yang cenderung, eksentrik, dan sering mundur. Satelit terkecil yang tidak beraturan terdiri dari Psamanthe dengan diameter 40 km, Laomedeia 42 km, Sao 44 km, Neso 60 km, Halimede 62 km, Nereid 340 kmdan satelit terbesar Triton berdiameter 2,706 km. Dengan suhu rata-rata antara – 222 ^C hingga -233 ^C.

Bulan Tidak Beraturan Yang Tidak Biasa

Memang ada ya? Ada kok. Diketahui ada 2 satelit yang memiliki orbit seperti itu. Contohnya adalah Nereid dan Triton. Keduanya itu mempunyai sumbu semi-mayor yang sangatlah kecil dan eksentrisitas orbit yang tidak biasa. Nereid memiliki salah satu orbit paling eksentrik dan unik dari semua satelit tidak beraturan yang diketahui. Sedangkan orbit Triton merupakan orbit lingkaran yang hampir sempurna. Nereid juga diketahui memiliki kemiringan terendah dari semua satelit tidak beraturan yang diketahui. Meskipun Triton sekarang menjadi objek gravitasi Neptunus yang ditangkap, ia masih dianggap sebagai Objek Sabuk Kuiper terbesar dan paling masif. Triton dan Pluto memang memiliki komposisi yang identik. Hal tersebut mendukung suatu gagasan bahwa mereka memiliki asal usul yang sama.

blank
Triton

Pluto

Pluto memiliki 5 satelit alami yang diketahui mengorbitnya. Charon merupakan satelit terbesar Pluto, yang diikuti oleh empat bulan yang jauh lebih kecil yaitu Nix, Styx, Kerberos dan Hydra. Satelit tersebut pertama kali di identifikasi pada tahun 1978 oleh astronom James Christy.

  • Charon
blank
Charon dan Pluto

Satelit Charon merupakan satelit alami terbesar Pluto dengan radius rata-rata sekitar 606 km. Dia memiliki setengah dari diameter Pluto dengan satu per delapan massanya. Karena ukuran Charon, pengaruh gravitasi sedemikian rupa sehingga sistem plutonian terletak di luar Pluto itu sama seperti dalam kasus Matahari dengan Jupiter. Beberapa orang itu lebih suka menganggap Pluto/Charon tersebut sebagai planet ganda daripada planet dan bulan. Charon dan Pluto saling mengorbit setiap 6,387 hari sekali dan mereka memiliki gravitasi yang terkunci satu sama lain. Charon terdiri dari 55% batu dan 45% es. Terdapat teori bahwa Charon terbentuk setelah Pluto mengalami tabrakan dengan objek lain yang serupa. Teori lainnya adalah bahwa Charon sendiri yang bertabrakan dengan Pluto yang menghasilkan tahap an seperti ini.

  • Nix
blank
Nix

Nix memiliki diameter mencapai 49,8 km yang ditemukan pada Juni 2005 bersama dengan Hydra. Adapun alasan menamakan Nix dan Hydra, adalah untuk menghormati misi pesawat ruang angkasa New Horizons, yang berinisial N dan H. Area kemerahan di Nix itu kemungkinan besar disebabkan oleh kawah tumbukan. Untuk kecerahan Nix sekitar 5.000 kali lebih redup daripada Pluto. Ada teori bahwa Nix terbentuk dari puing-puing setelah Pluto mengalami tabrakan di awal pembentukannya. Nix mengorbit barycenter Pluto-Charon pada jarak 48,694 km antara orbit Styx dan Kerberos. Semua bulan Pluto memiliki orbit yang sangat melingkar yang sejajar dengan orbit Charon. Nix memiliki periode orbit sekitar 24,8546 hari dan orbitnya beresonansi dengan bulan-bulan Pluto lainnya.  

  • Styx
Styx (bulan).jpg
Styx di foto dari jarak 632.000 km oleh New Horizon pada Juli 2015

Styx di umumkan penemuannya pertama kali pada 2012 lalu atau setahun setelah Kerberos. Ia mengorbit barycenter Pluto-Charon pada jarak 42.656 km, yang berada di antara orbit Charon dan Nix. Styx memiliki ukuran kira-kira 16 km × 9 km × 8 km. Diperkirakan Styx terbentuk dari puing-puing pasca tabrakan, yang menyebabkan hilangnya es yang lebih mudah menguap, seperti nitrogen dan es metana.

  • Kerberos
blank
Kerberos

Kerberos merupakan satelit yang di temukan dan di umumkan tahun 2011 dengan diameter hanya 19 km. Bentuk lobus ganda Kerberos kemungkinan terbentuk oleh dua objek yang lebih kecil yang bergabung jadi satu. Periode rotasi Kerberos sekitar 5,33 hari dan sumbu rotasinya miring sekitar 96 derajat terhadap orbitnya. Ia mengorbit barycenter Pluto-Charon pada jarak 57.783 km. Kerberos mengorbit antara Nix dan Hydra yang membuat orbit lengkap di sekitar Pluto sekitar setiap 32.127 hari. Seharusnya satelit itu disebut Cerberus tetapi namanya di ambil. Sehingga bentuk Yunani dari nama Kerberos dapat diterima oleh IAU.

  • Hydra
blank
Hydra

Satelit ini memiliki diameter hanya 51 km yang menjadikannya satelit terbesar kedua di Pluto. Bersama dengan Nix, satelit ini di temukan pada tahun 2005 silam. Ia memiliki permukaan yang sangat reflektif yang disebabkan oleh keberadaan es air. Ini begitu mirip dengan bulan-bulan plutonian lainnya. Hydra memiliki 5.000 kali lebih redup dari Pluto. Air es di permukaan Hydra relatif murni dan tidak menunjukkan penggelapan yang signifikan dibandingkan dengan Charon. Hydra adalah satu-satunya bulan pluto yang menyelesaikan rotasi dalam waktu kurang dari satu hari. Lebih tepatnya 10 jam yang menjadikan Hydra yang tercepat diantara satelit pluto lainnya. Hydra mengorbit barycenter Pluto-Charon pada jarak 64.738 km dengan periode orbit sekitar 38,2 hari.

Haumea

Haumea Hubble.png
Haumea dengan 2 Satelitnya

Haumea terdiri dari 2 Satelit Alami yang di temukan oleh Darin Ragozzine dan Michel Brown pada tahun 2005 lalu. Terdapat teori di mana 2 satelit ini pecahan pecahan dari Haumea. Kedua satelit itu adalah :

  • Haiiaka

Satelit ini ditemukan pada 26 Januari 2005. Satelit terbesar Haumea ini berdiameter sekitar 310 km. Dengan orbit yang hampir melingkar setiap 49 hari.  Permukaannya pun sebagian besar terbuat dari es air.

  • Namaka

Namaka di temukan pada 30 Juni 2005. Namaka hanya memiliki kecerahan 1,5% dari Haumea dan massanya sekitar 0,05%. Ia mengorbit Haumea dalam 18 hari dalam orbit non-Keplerian yang sangat elips. Namaka berdiameter hanya 170 km saja.

Makemake

Gambar makemake moon Hubble dengan legenda (dipotong).jpg
Makemake dan MK2

Makemake memiliki satelit alami bernama MK2 atau S/2015 (136472) 1 yang di temukan pada tahun 2016 lalu. Selain itu ada spekulasi bahwa mungkin saja memiliki satelit kedua yang saat ini belum di temukan. MK 2 diperkirakan berdiameter sekitar 175 km, dengan radius sekitar 90 km. Periode orbitnya sekitar 12 hari. Diperkirakan jarak satelitnya mencapai 21.000 km dari Makemake. MK2 memiliki kecerahan 1600 kali lebih redup dari Makemake. Pada pemeriksaan awal menunjukkan bahwa MK2 memiliki reflektifitas yang begitu mirip dengan arang. Hal itu menjadikannya objek yang sangatlah gelap.

Pengamatan yang dilakukan pada tahun 2018 dan 2019 lalu mungkin cukup untuk menentukan apakah orbitnya mendekati lingkaran. Ini menunjukkan bahwa MK2 dibentuk oleh peristiwa tumbukan purba. Atau jika orbitnya sangat elips, itu menunjukkan bahwa ia tertangkap oleh Makemake.

Eris

Eris dan dysnomia2.jpg
Eris (tengah) dengan Dysnomia (kiri bawah)

Eris memiliki satelit alami bernama Dysnomia yang di temukan pada 2005 silam. Dysnomia adalah bulan terbesar kedua di planet kerdil setelah Charon sekaligus terbesar ke 17 di Tata Surya dengan diameter sekitar 700 +/- 115 km. Orbit Dysnomia itu hampir melingkar dan memiliki waktu selama 16 hari. Jarak orbitnya pun sejauh 37.300 km dari Eris. Bentuk Dysnomia sejauh ini belum diketahui, mungkin saja memiliki bentuk bulat karena dimensinya yang besar.

Penutup

Memang cukup banyak satelit alami di Tata Surya kita. Dan mungkin saja banyak asteroid dan objek di sabuk kuiper yang punya satelit alami yang jumlahnya lebih banyak dari ini.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 5 / 5. Banyaknya vote: 2

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Rachmat Arief Murditanto
Latest posts by Rachmat Arief Murditanto (see all)
Cari artikel lain: Baca artikel lain:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.