Cognitive Shuffle: Trik Untuk Bisa Tertidur Secara Cepat

Tidur adalah salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia yang berfungsi untuk membuang racun-racun, regenerasi sel, istirahat, dan mengembalikan energi yang hilang setelah seharian beraktivitas. Lama waktu tidur yang dibutuhkan manusia adalah 6-8 jam per hari. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan betapa sulitnya mereka untuk tidur. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam di atas kasur hanya agar bisa segera tidur. Padahal, kekurangan waktu tidur dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti gangguan kecemasan, mudah sakit, emosi yang tidak stabil, dan obesitas.

Peneliti bidang kognitif berkebangsaan Kanada yakni Luc P. Beaudoin akhirnya memberikan sebuah “obat” baru untuk mengatasi gangguan sulit tidur. Obat baru ini dia sebut sebagai “cognitive shuffle”. Pada dasarnya cognitive shuffle adalah sebuah metode yang berusaha mengacak pikiranmu, sehingga memikirkan hal-hal yang tidak ada artinya.

Dalam catatannya, Beaudoin menyebutkan, metode-metode tradisional untuk mengatasi sulit tidur, sebagian besarnya tidak berguna. Seperti misalnya metode menghitung kambing, metode ini sangat membosankan, sehingga orang-orang yang memiliki gangguan tidur karena cemas dan banyaknya pikiran, mereka akan cenderung untuk teralihkan dari kegiatan menghitung domba dan kembali memikirkan hal-hal yang membuat mereka cemas. Kemudian metode relaksasi, seringkali gagal karena mereka secara sadar mencoba untuk tidur, sehingga justru membuat pikiran mereka terus terjaga.

Lain halnya dengan metode cognitive shuffle, metode ini mengajak kita untuk memikirkan benda-benda atau objek secara random yang dapat divisualisasikan secara mudah, tidak mengancam dan kondusif untuk tidur.

Beaudoin berpendapat, metode ini bekerja karena otak dilibatkan untuk menentukan apakah saat itu waktu yang aman untuk tidur dengan cara mengecek apa yang sedang dilakukan oleh korteks. Jika korteks sedang melakukan hal-hal yang berarti, maka dia akan menimbang bahwa ada sesuatu yang berbahaya yang bisa terjadi, sehingga membuat mata terus terjaga. Sedangkan jika korteks melakukan hal-hal yang tidak berguna, dia cenderung untuk mengganti kegiatan menjadi tidur.

Berikut adalah teknik untuk melakukan Cognitive Shuffle.

  1. Posisikan diri berada di atas kasur dan siap untuk tidur
  2. Pikirkan sebuah kata secara acak yang berisi minimal 5 huruf dan tidak mengandung perasaan emosional tertentu, seperti misalnya “KASUR”
  3. Secara bertahap, eja tiap huruf membentuk kata yang diucapkan. Kemudian cari kata benda lain yang dimulai dari tiap huruf tersebut dan bayangkan benda tersebut. Ulangi ini berkali-kali.

Contohnya : kita mulai dengan kata kasur. K-A-S-U-R. Kata ini dimulai dengan huruf K. maka kita cari kata lain sebanyak-banyaknya yang dimulai dari huruf K dan bayangkanlah benda-benda tersebut. Contohnya..

K..

Kursi. Bayangkan kursi yang ada di rumah

Kaca. Bayangkan kaca jendela yang ada di kelas

Koyo. Bayangkan sebuah koyo ditempelkan di kening seseorang

Kaos. Bayangkan sebuah kaos bergambar lucu yang dipakai anak-anak di taman

Kamar. Bayangkan sebuah kamar tidur

Karung. Bayangkan sebuah karung berisi beras

Ketika mulai bosan atau sudah kehabisan ide dengan kata bermula dengan huruf K, maka bisa pindah ke huruf selanjutnya, yaitu A. Cari kata lain sebanyak-banyaknya yang dimulai dari huruf K dan bayangkanlah benda-benda tersebut.

A…

Ayam. Bayangkan ayam-ayam berlarian di halaman rumah

Angpau. Bayangkan angpau yang berisi uang yang banyak

Awan. Bayangkan awan putih di langit yang luas

Jika kesulitan menemukan kata dengan huruf A, tinggal skip saja dan gunakan huruf selanjutnya dari kata KASUR yang tadi diucapkan. Teruskan untuk membayangkan kata dari huruf tersebut hingga bosan. Dan lanjutkan ke huruf selanjutnya. Jika hingga habis huruf dalam kata yang tadi telah terucap dan belum merasa mengantuk, lanjutkan dengan membayangkan kata lain, seperti misalnya TIKAR. Ulangi prosesnya seperti kata KASUR tadi.

Tips :

  1. Jika menemukan kata yang susah dibayangkan, abaikan kata tersebut.
  2. Jika kata yang ditemukan menimbulkan kesan emosional, terima perasaan tersebut dan ganti dengan kata lain, sehingga “working memory” dari otak terganti dengan kata lain dan perasaan menjadi lebih tenang.
  3. Jika kesulitan mendapatkan kata dari huruf yang diberikan, pindah ke huruf selanjutnya.

Namun metode dan tips ini juga bisa menjadi tidak efektif pada kondisi berikut:

  1. Terlalu lelah untuk merangkai kata, tapi tidak cukup mengantuk untuk tertidur (contohnya ketika terbangun di tengah malam)
  2. Tidak suka untuk berpikir secara sengaja ketika mencoba untuk tidur
  3. Merasa mengeja dan merangkai kata itu membosankan

.

Sumber :

1.https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2016/jul/15/shuffle-thoughts-sleep-oliver-burkeman diakses pada 18 Juni 2021.
2.https://mysleepbutton.com/support/do-it-yourself-cognitive-shuffle-sdi/ diakses pada 18 Juni 2021.
3.https://www.iflscience.com/brain/sleep-expert-shares-simple-trick-to-help-you-fall-asleep-quickly/ diakses pada 18 Juni 2021.

.

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 0 / 5. Banyaknya vote: 0

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Niar Irmaniar
Artikel Berhubungan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *