Manusia Terbang dengan Sayap Buatan. Khayalan Ibnu Firnas Terwujud!

Hallo Sahabat Warstek, pernah mendengar nama Ibnu Firnas? Atau pernah membaca kisah tentangnya? Siapa Ibnu Firnas? Yuk kita cari tahu!

Keberanian Ibnu Firnas

Ibnu Firnas adalah salah satu ilmuwan Andalusia, dilahirkan di Izn-Rand Onda (Ronda, Spanyol) pada tahun 810 M. Ibnu Firnas konon salah satu pelopor penerbangan. Beberapa sumber mengatakan bahwa dia terinspirasi saat melihat pemain akrobat bernama Armen Firman yang selamat dari salah satu puncak menara dekat Masjid Agung sembari mengenakan jubah sutra yang sangat longgar yang dikaitkan ke rangka kayu. Sumber lainnya mengatakan bahwa pemain akrobat itu adalah Ibnu Firnas sendiri dan Armen Firman hanyalah bentuk latin dari namanya. Kemungkinan seperti itu, entah dia orang yang selamat atau penonton, Ibnu Firnas memutuskan bahwa dia bisa melakukannya lebih baik lagi

Dan kemudian, Ibnu Firnas membuat sayap besar seperti gantole modern dari sutra dan bulu elang di atas kerangka kayu ringan. Setelah beberapa percobaan yang sukses di padang pasir dia memutuskan sudah waktunya menampilkannya di depan khalayak ramai. Kerumunan orang berkumpul saat Ibnu Firnas mengenakan sayapnya di puncak tebing tinggi di taman Rustafa di Cordoba, saat itu Ibnu Firnas berusia hampir 70 tahun. Kemudian dengan keberanian yang tiada bandingnya dia meloncat ke udara, berputar beberapa kali selama sepuluh menit, kemudian akhirnya mendarat ke tanah. Sayangnya Ibnu Firnas tidak menyadari kecepatan yang harus diambil untuk memperlambat laju terbangnya, sehingga dia menghantam tanah, sayapnya patah dan menyebabkan punggungnya terluka parah. Kemudian, dia menyadari bahwa burung menggunakan ekornya untuk melambatkan laju pendaratan, dan dia mendarat dengan keras karena tidak memiliki ekor itu.

https: img.okezone.com content 2016 09 18 56 1492390 abbas-bin-firnas-penemu-muslim-perintis-teknologi-pesawat-terbang-zsVwmhpPsI.jpg
Sumber: https://img.okezone.com/content/2016/09/18/56/1492390/abbas-bin-firnas-penemu-muslim-perintis-teknologi-pesawat-terbang-zsVwmhpPsI.jpg

Tetapi Ibnu Firnas sudah terlalu tua untuk mencobanya kembali, paling tidak begitulah kisahnya. Sebagaimana dengan ilmu pengetahuan di zaman Islam, pengetahuan kita tentang Ibnu Firnas datang dari laporan pihak ketiga, bukan dari orang itu sendiri.

Peter Salzmann

Jika pada abad 9 ada Ibnu Firnas yang pernah mencoba terbang dengan sayap buatan sendiri, di abad modern ini ada Peter Salzmann yang mencoba terbang dengan pakaian bersayap, berkolaborasi dengan BMW. Peter Salzmann membuat khayalan Ibnu Firnas terwujud, bagaimana tidak? dulu Ibnu Firnas sangat ingin bisa terbang, mewujudkan khayalan manusia bisa terbang pada zaman itu, tapi Ibnu Firnas hanya mampu terbang selama 10 menit. Dan kini, Peter Salzmann mampu terbang lama di angkasa. Untuk pertama kalinya di dunia berhasil tercipta pakaian bersayap electrified wingsuit.

Peter Salzmann merupakan seorang atlet skydive asal Austria, yang merupakan instruktur skydiving berusia 33 tahun. Peter Salzmann mendemonstrasikan karyanya pada 6 November 2020. Di ketinggian 3.000 meter, Salzmann bersama dua orang pilot wingsuit lainnya melompat dari helikopter, terjun bebas menerjang pegunungan bebatuan Alpine di Austria. Setelah menurun dengan tajamnya Salzmann menghidupkan motor elektris di baju bersayap miliknya. Seketika ia melesat terbang tinggi sekali dan lebih cepat jauh mendahului kedua rekannya. Setelah melayang-melayang mengitari wilayah pegunungan yang indah, mereka mendarat.

Salzmann sebenarnya sudah seringkali terlibat di banyak produksi film sebagai pemeran pengganti (stuntman). Ketika Salzmann melompat dari pesawat atau tebing tinggi, Salzmann menggantungkan nasibnya pada selembar kain yang membentang di antara kedua kaki dan tangannya sebagai sayap. Pakaian terbangnya itu mengubah kecepatan dan aliran udara yang dikumpulkan saat terjun bebas, dan menjadi gaya angkat untuk terbang melayang di udara. Dengan menggunakan Wingsuit, seorang atlet skydive mampu mencapai kecepatan maksimal 100 km/jam. Wingsuit elektrik hasil kolaborasi Salzmann dengan BMW i sanggup melesatkan Salzmann hingga kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Manusia Terbang di Masa Depan

Karena uji coba perdana BMW i Electrified Wingsuit sukses, Peter Salzmann, BMW i dan Designworks akan melanjutkan kolaborasi mereka. Mereka bertujuan untuk menciptakan Wingsuit bertenaga listrik pertama di dunia. Salzmann yakin bahwa motor elektris akan membentuk masa depan, tak hanya di darat tapi juga di udara. Baginya prototipe Wingsuit bertenaga listrik yang ia coba ini telah menunjukkan satu lagi hal yang awalnya tidak mungkin dilakukan, bisa saja terwujud di masa depan dengan bantuan motor elektrik.

Dan tidak menutup kemungkinan, di masa depan akan banyak manusia yang bisa terbang, bisa dibayangkan bagaimana ramainya langit dengan manusia-manusia terbang, bisa jadi pesawat terbang sudah tidak dibutuhkan lagi untuk mengangkut manusia. Hehehe

Referensi:

  1. Ehsan Masood. 2009. Ilmuwan-ilmuwan Muslim, Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  2. Caravaganza.com. Iron Man Jadi Kenyataan, BMW Ciptakan Wingsuit Elektrik Yang Bisa Terbang 300 km/Jam (https://carvaganza.com/iron-man-jadi-kenyataan-bmw-ciptakan-wingsuit-elektrik-yang-bisa-terbang-300-km-jam/). Diakses 16 Juni 2021

Setelah selesai membaca, yuk berikan artikel ini penilaian!

Klik berdasarkan jumlah bintang untuk menilai!

Rata-rata nilai 4.3 / 5. Banyaknya vote: 3

Belum ada yang menilai! Yuk jadi yang pertama kali menilai!

Baca juga:
Era Jumiati M. Saleh
Follow me
Artikel Berhubungan:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *