https://warstek.com/online-arkadalk-sohbet-istanbul-cafe/

Alvin Faiz sedang melangsungkan akad nikah bersama Larissa Chou (sumber: republika.co.id)

Hormon Oksitosin sebagai Hormon Ketenangan

Oksitosin  (OT) adalah hormon neuromodulator yang ditemukan oleh Sir Henry Dale pada 1906 (dalam kelenjar pituitary posterior), di mana terlibat di dalam pengendalian sifat fisiologi seperti kontraksi uterus, kondisi saat menyusui dan reproduksi antar spesies. Hormon OT  terkandung  sembilan asam amino neuropeptida. Hormon OT ini juga disebut ‘hormon pelukan’ karena cenderung memunculkan kebutuhan kedekatan dan ikatan tetapi bukan bersifat seksual. Di samping itu, secara seksual, hormon OT ini dikeluarkan seiring dengan sekresi hormon lain seperti prolaktin, asam gama amino butirat (GABA) dan endorphin, dimana memberikan efek rasa ketenangan. Hormon ini dikeluarkan oleh  Hypothalamic Corticotropin berupa Peptida β-endorphin (β-E). >>> 

Baca Selengkapnya

Konsep Mol yang Sering Dipandang Secara Sempit, Pergulatan dari Zaman SMA sampai Mahasiswa

Konsep Mol yang Sering Dipandang Secara Sempit, Pergulatan dari Zaman SMA sampai Mahasiswa

A. Pembenahan Definisi Mol

Singkatnya, banyak mahasiswa kimia di kelas penulis (saat mahasiswa baru) yang hanya mengetahui bahwa mol merupakan “suatu rumus” seperti yang sudah didapatkan di SMA (Sekolah Menengah Atas) dahulu. Adapun rumus mol saat di SMA yakni, mol= gr/mr, atau mol= massa/massa relatif atom, dan sebagainya. Bahkan, banyak mahasiswa kimia pun belum mengerti konsep mol, mungkin hanya sebatas mengetahui rumus mol yang ada di buku SMA dan belum membaca referensi-referensi yang lain terkait konsep mol. Padahal, secara konsep “rumus mol adalah salah”. >>> 

Baca Selengkapnya

Syubhat Fisika dan Bid’ah Teknologi

Syubhat Fisika dan Bid’ah Teknologi

“Jangan pelajari Teknik Fisika! Banyak syubhat di dalamnya. Pelajari fisika yang masih murni saja!”

Pernyataan koplak di atas tidak mungkin pernah keluar dari profesor fisika teori kelas tinggi seperti mendiang Prof. Stephen Hawking atau Allahuyarham Prof. Muhammad Abdussalam, bahkan oleh fanatik terkoplaknya sekalipun. Mana mungkin ada sains tanpa terapan kalau tidak disebut Al ilmu bi la amal alias jarkoni (ujar tok ora nglakoni atau bicara saja tanpa tindakan) kasarnya,“membual tanpa bukti”. Memang tidak semua sains bisa langsung diterapkan seperti pengetahuan gravitasi atau Deret Fourier yang ketika dirumuskan tidak jelas faedahnya, baru berpuluh atau beratus tahun kemudian tersingkap rahasianya. >>> 

Baca Selengkapnya

“Berkhayal atau Berhitung Dahulu?” Bentuk Keresahan Terhadap Sistem Pendidikan Indonesia Saat Ini

“Berkhayal atau Berhitung Dahulu?” Bentuk Keresahan Terhadap Sistem Pendidikan Indonesia Saat Ini

Membaca buku IPA karya Janice van Cleave atau Yohanes Surya, terpikir bahwasanya pelajaran pertama untuk ilmuwan masa depan adalah berkhayal. Sebagaimana ucapan Einsten bahwa khayalan atau imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan. Tak kalah penting pula penguatan jiwa sebagaimana ucapan Einstein, lagi, bahwa agama tanpa ilmu lumpuh dan ilmu tanpa agama buta. Lalu bagaimana isi buku kedua pengajar IPA terkemuka tersebut? >>> 

Baca Selengkapnya

“7 Jurus Menaklukkan Exponential Shock”

“7 Jurus Menaklukkan Exponential Shock”

Sejak hari minggu lalu saya menulis tentang Exponential Shock. Bahwa Dunia berubah dengan sangat cepat akhir-akhir ini, dan akan semakin bertambah cepat dalam beberapa tahun/dekade kedepan. Bahwa diprediksi oleh 2 orang genius futurists, Ray Kurzweil dan Peter Diamandis (Dua orang Pendiri Singularity University) sebentar lagi kita akan menyambut Era Singularity, dimana kapasitas processing computer diperkirakan akan menyamai otak manusia di tahun 2029, dan akan menyamai kapasitas penjumlahan otak sekitar 8 Milyar manusia di tahun 2038. >>> 

Baca Selengkapnya